Jumat 07 Mei 2021, 23:55 WIB

Inggris Sebut Varian Baru Virus Korona India 'Mengkhawatirkan'

Mediaindonesia.com | Internasional
Inggris Sebut Varian Baru Virus Korona India

Prakash SINGH / AFP
Pasien Covid-19 mendapat bantuan oksigen yang ditampung di Gurdwara, tempat pemujaan Sikhs, di Ghaziabad, India, Kamis (6/5/2021).

 

Para pejabat Inggris mungkin menyatakan salah satu jenis virus korona baru yang pertama kali ditemukan di India sebagai "varian yang mengkhawatirkan", berdasarkan laporan BBC pada Jumat (7/5), ketika para ilmuwan menandai bukti bahwa virus itu menyebar lebih cepat daripada versi asli virus.

Baca juga : Tsunami Kasus dan Kematian Baru Akibat Covid-19 Berlanjut di India

Para ilmuwan telah merekomendasikan bahwa satu versi varian yang pertama kali ditemukan di India, yang dikenal sebagai B.1.617.2, ditetapkan sebagai "varian yang menjadi perhatian". Dalam laporan BBC disebutkan bahwa lebih dari 500 kasus varian tersebut telah dicatat, naik dari 202 kasus minggu lalu.

Public Health England (PHE), yang menunda publikasi data mingguan pada varian pada Kamis (6/5), tidak segera mengomentari laporan tersebut.

Direktur Wellcome Sanger Institute COVID-19 Genomics Initiative, Jeff Barrett, mengatakan bahwa jumlah kasus B.1.617.2 yang tinggi di Inggris dan di seluruh dunia "konsisten dengan yang satu ini lebih dapat ditularkan daripada versi virus yang lebih lama dari tahun lalu".

"(Ini) mungkin dapat ditularkan seperti varian B.117 Kent yang tersebar luas di Inggris," kata Barrett di radio BBC, mengacu pada varian yang ditemukan di tenggara Inggris yang memicu gelombang kedua COVID-19 di negara itu.

Varian asli India, B.1.617, pertama kali terdeteksi pada Oktober, tetapi PHE telah mengkategorikan tiga subtipe berbeda, semuanya dengan mutasi yang sedikit berbeda.

Varian lain yang menjadi perhatian termasuk varian yang pertama kali diidentifikasi di Kent, Inggris tenggara, serta Afrika Selatan dan Brazil.

Barrett mengatakan bahwa ada bukti meyakinkan dari studi dunia nyata tentang keefektifan vaksin terhadap varian virus tersebut.

"Itu memberikan gambaran yang relatif positif bahwa vaksin akan terus memiliki khasiat. Jadi jelas untuk varian baru seperti ini, kami perlu melakukan eksperimen tambahan dan benar-benar mendapatkan bukti kuat tentang itu," tutur Barrett. (Ant/OL-12)

Baca Juga

AFP

Korban Meninggal Akibat Covid-19 di AS Capai 600 Ribu

👤Nur Aivanni 🕔Rabu 16 Juni 2021, 07:45 WIB
JUMLAH kematian akibat covid-19 di AS melampaui 600.000 pada Selasa, menurut angka dari Johns Hopkins...
AFP/Angela Weiss

Data Terbaru Ekonomi AS bikin Saham di Wall Street Dibuka Rendah

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 16 Juni 2021, 03:20 WIB
Tak lama setelah bel pembukaan, Indeks Dow Jones Industrial Average menurun 101,315 poin, atau 0,29...
antaranews.com

Mesir Beri Hukuman Mati 12 Tokoh Senior Ikhwanul Muslimin

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 15 Juni 2021, 22:57 WIB
Banyak tokoh Ikhwanul Muslimin telah dijatuhi hukuman mati dalam kasus...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Orang Rimba masih Berjuang untuk Diakui

MATA Mariau tampak berkaca-kaca kala menceritakan perihnya derita kehidupan anggota kelompoknya yang biasa disebut orang rimba.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya