Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador, Selasa (4/5), berjanji melakukan penyelidikan menyeluruh untuk menentukan pihak yang bertanggung jawab atas kematian 24 orang akibat runtuhnya jalur layang kereta di Mexico City.
Pernyataan itu dilansir Lopez Obrador saat pekerja darurat mengevakuasi jenazah korban yang masih terjebak dalam reruntuhan kereta yang mengalami kecelakaan pada Senin (3/5) malam.
Puluhan orang terluka dalam insiden itu, salah satu yang terparah di Mexico City, sehingga memicu tanda tanya mengenai standar pembangunan dan perawatan jaringan yang digunakan jutaan orang setiap harinya itu.
Baca juga: Aksi Penusukan di Daycare Brasil, Tiga Anak Tewas
"Penyelidikan menyeluruh akan digelar untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi," ujar Lopez Obrador dalam konferensi pers hariannya sambil mengatakan penyelidik independen internasional akan dilibatkan dalam penyelidikan itu.
"Kita tidak boleh berspekulasi apalagi menyalahkan seseorang tanpa bukti yang jelas," lanjutnya.
Jalur kereta, yang terbaru di Mexico City itu, dibangun saat Menteri Luar Negeri Marcelo Ebrard, sekutu Lopez Obrador, menjabat sebagai Wali Kota Mexico City antara 2006-2012.
"Saya siap diperiksa oleh pihak yang berwenang," tegas Ebrard, yang dipnandang sebagai salah satu kandidat utama pemilu presiden Meksiko 2024.
Pada 2014, penerus Ebrard, Miguel Angel Mancera, menghentikan operasi sejumlah stasiun kereta karena harus dilakukan perbaikan.
Pemeriksaan lanjutan menemukan adanya masalah pada desain, operasi, dan perawatan jalur kereta itu. (AFP/OL-1)
Schirgi menjelaskan bahwa pihak penyelenggara terus memantau perkembangan situasi global sambil bekerja sama dengan mitra federal.
Situasi keamanan di Meksiko menjelang Piala Dunia 2026 menjadi sorotan global setelah operasi militer pekan lalu yang menewaskan gembong narkoba, Nemesio Oseguera Cervantes.
MEKSIKO dan Irlandia tetap menggelar pertandingan persahabatan pekan ini meskipun terjadi kerusuhan akibat Nemesio ‘El Mencho’ Oseguera tewas, memunculkan isu piala dunia 2026 pindah lokasi
FIFA angkat bicara mengenai kemungkinan lokasi Piala Dunia 2026 pindah. Pada musim panas ini, Piala Dunia 2026 akan digelar di tiga negara yakni Meksiko, Kanada, dan Amerika Serikat.
55 orang tewas di berbagai wilayah Meksiko menyusul operasi yang menewaskan Nemesio Oseguera Cervantes alias El Mencho selaku pemimpin Kartel Jalisco Generasi Baru (CJNG)
Kota Guadalajara, Meksiko, lumpuh setelah kartel CJNG mengamuk pasca tewasnya bos mereka. Keamanan Piala Dunia 2026 kini menjadi sorotan besar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved