Headline
Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.
Kumpulan Berita DPR RI
RIBUAN pengunjuk rasa keluar lebih awal di sejumlah kota Myanmar pada Minggu waktu setempat. Mereka masih berjuang untuk menentang pemerintahan militer yang berlangsung lebih dari tiga bulan.
Kudeta militer telah menghentikan reformasi demokrasi dan pertumbuhan ekonomi, serta menyebabkan kekacauan. Aksi protes dikoordinasikan komunitas ekspatriat di seluruh dunia.
"Guncang dunia dengan suara persatuan rakyat Myanmar," bunyi pernyataan penyelenggara aksi protes. Sejauh ini, belum ada laporan kekerasan dalam demonstrasi tersebut.
Baca juga: Junta Myanmar Lancarkan Serangan Udara ke Wilayah Pemberontak
Perang dengan pemberontak etnis minoritas di daerah perbatasan yang terpencil, dilaporkan meningkat secara signifikan dalam tiga bulan terakhir. Kondisi itu membuat puluhan ribu warga sipil mengungsi.
Di beberapa tempat, warga sipil dengan senjata seadanya berusaha melawan pasukan keamanan. Sementara di daerah pusat fasilitas militer, telah diguncang oleh serangan roket dan gelombang ledakan kecil.
Lembaga penyiaran yang dikelola pemerintah, melaporkan setidaknya 11 ledakan terjadi selama 36 jam terakhir. Ledakan menyasar sebagian besar di wilayah utama Yangon. Dilaporkan beberapa kerusakan bangunan, namun tidak ada korban. Sejauh ini, tidak ada klaim pihak yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut.
Baca juga: Jokowi: ASEAN Capai Konsensus untuk Atasi Krisis Myanmar
"Beberapa pemberontak yang tidak menginginkan stabilitas negara, telah melemparkan dan menanam bom buatan di gedung pemerintah dan jalan umum," bunyi laporan tersebut.
Media Khit Thit melaporkan ledakan di luar barak kepolisian Yangon pada Minggu ini. Kendaraan terbakar, namun belum ada laporan tentang korban jiwa. Kemudian, dilaporkan ada ledakan lain di negara bagian Shan, yang menyasar rumah seorang pengusaha.
Pasukan militer Myanmar disebut telah menewaskan sedikitnya 759 pengunjuk rasa. Pada pertengahan April, militer mengakui kematian 248 pengunjuk rasa, dengan mengklaim mereka terbunuh setelah memulai kekerasan.(MalayMail/OL-11)
Perang tersebut terlalu menguras anggaran negara. Padahal, menurut dia, situasi internal di Amerika Serikat tidak baik-baik saja dan membutuhkan sokongan.
Delpedro Marhaen bentangkan bendera Iran di PN Jakpus, tuntut Presiden Prabowo mundur dari Board of Peace (BoP) dalam sidang putusan kasus penghasutan.
Gelombang protes pecah di penjuru Amerika Serikat usai tewasnya Ali Khamenei. Demonstran sebut kebijakan Trump sebagai bentuk tirani dan menyeret AS ke perang tanpa akhir.
Dewan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (Dema PTKIN) Se-Indonesia mengapresiasi pola pengamanan kepolisian dalam aksi unjuk rasa mahasiswa.
Mahasiswa diimbau untuk tetap menyampaikan aspirasi secara damai dan konstitusional, khususnya di bulan suci Ramadan.
Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut pidana penjara 10 bulan terhadap 21 terdakwa kasus kerusuhan demonstrasi yang terjadi pada Agustus 2025.
Viona merupakan atlet dari Jawa Timur yang berani mengungkap dugaan kasus kekerasan seksual di lingkungan olahraga.
Menpora menyatakan dukungannya terhadap langkah FPTI yang mendampingi serta memfasilitasi lima atletnya.
Perkara yang diduga terjadi di pelatnas itu telah masuk ke ranah hukum setelah sejumlah atlet secara resmi melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.
Mengapa emosi bisa berujung kekerasan? Psikolog UGM & UI jelaskan peran Amigdala vs Prefrontal Cortex serta cara mencegah perilaku impulsif.
Seorang mahasiswa UIN Suska Riau dibacok sesama rekan menggunakan kapak saat menunggu sidang proposal. Simak kronologi dan dugaan motif asmaranya.
Papua Connection menyerukan penghentian kekerasan bersenjata di Tanah Papua, khususnya yang menyasar warga sipil, guru, dan tenaga kesehatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved