Minggu 02 Mei 2021, 15:44 WIB

Lawan Kudeta, Ribuan Warga Myanmar Kembali Berdemo

Nur Aivanni | Internasional
Lawan Kudeta, Ribuan Warga Myanmar Kembali Berdemo

AFP
Warga di negara bagian Kachin turun ke jalan untuk menentang kudeta militer di Myanmar.

 

RIBUAN pengunjuk rasa keluar lebih awal di sejumlah kota Myanmar pada Minggu waktu setempat. Mereka masih berjuang untuk menentang pemerintahan militer yang berlangsung lebih dari tiga bulan.

Kudeta militer telah menghentikan reformasi demokrasi dan pertumbuhan ekonomi, serta menyebabkan kekacauan. Aksi protes dikoordinasikan komunitas ekspatriat di seluruh dunia. 

"Guncang dunia dengan suara persatuan rakyat Myanmar," bunyi pernyataan penyelenggara aksi protes. Sejauh ini, belum ada laporan kekerasan dalam demonstrasi tersebut.

Baca juga: Junta Myanmar Lancarkan Serangan Udara ke Wilayah Pemberontak

Perang dengan pemberontak etnis minoritas di daerah perbatasan yang terpencil, dilaporkan meningkat secara signifikan dalam tiga bulan terakhir. Kondisi itu membuat puluhan ribu warga sipil mengungsi.

Di beberapa tempat, warga sipil dengan senjata seadanya berusaha melawan pasukan keamanan. Sementara di daerah pusat fasilitas militer, telah diguncang oleh serangan roket dan gelombang ledakan kecil.

Lembaga penyiaran yang dikelola pemerintah, melaporkan setidaknya 11 ledakan terjadi selama 36 jam terakhir. Ledakan menyasar sebagian besar di wilayah utama Yangon. Dilaporkan beberapa kerusakan bangunan, namun tidak ada korban. Sejauh ini, tidak ada klaim pihak yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut.

Baca juga: Jokowi: ASEAN Capai Konsensus untuk Atasi Krisis Myanmar

"Beberapa pemberontak yang tidak menginginkan stabilitas negara, telah melemparkan dan menanam bom buatan di gedung pemerintah dan jalan umum," bunyi laporan tersebut.

Media Khit Thit melaporkan ledakan di luar barak kepolisian Yangon pada Minggu ini. Kendaraan terbakar, namun belum ada laporan tentang korban jiwa. Kemudian, dilaporkan ada ledakan lain di negara bagian Shan, yang menyasar rumah seorang pengusaha.

Pasukan militer Myanmar disebut telah menewaskan sedikitnya 759 pengunjuk rasa. Pada pertengahan April, militer mengakui kematian 248 pengunjuk rasa, dengan mengklaim mereka terbunuh setelah memulai kekerasan.(MalayMail/OL-11)

 

Baca Juga

indianexpress.com

Warga Sydney dan Melbourne Turun ke Jalan Protes Serangan Israel

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 15 Mei 2021, 21:02 WIB
Ribuan warga Sydney dan ratusan di Melbourne melakukan protes pada Sabtu (15/5) terhadap serangan Israel di jalur Gaza di tengah hari-hari...
AFP

Soal Konflik Israel-Palestina, Indonesia Bisa Lobi Negara Besar

👤Nur Aivanni 🕔Sabtu 15 Mei 2021, 19:20 WIB
Menurut pengamat dari UI, Indonesia sebaiknya tidak hanya mengeluarkan kecaman terhadap agresi Israel. Namun, juga menggunakan jalur...
AFP

Dua Tornado Hantam Tiongkok, 12 Orang Tewas

👤Nur Aivanni 🕔Sabtu 15 Mei 2021, 18:05 WIB
Wilayah Wuhan menjadi salah satu yang terdampak parah terjangan tornado, dengan ratusan orang terluka, puluhan rumah ambruk dan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Toleransi tak Pernah Putus di Adonara

Bencana membuat masyarakat Adonara semakin rukun. Ramadan lebih mempersatukan mereka.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya