Headline
Ada unsur yang ingin Indonesia chaos.
MENTERI Pertahanan Prabowo Subianto, Kamis (8/4), bertemu dengan Presiden Korea Selatan (Korsel Moon Jae-in di Seoul. Dalam pertemuan tertutup itu dibahas mengenai kemungkinan menjalin kerja sama pertahanan dan alutsista.
“Sebagai negara yang memiliki kemampuan pertahanan dan alutsista yang hebat di tingkat dunia, Korsel akan menjadi mitra kerja sama industri pertahanan yang dapat dipercaya,” kata Moon dalam keterangan pers yang diterima Media Indonesia, Sabtu (10/4)
“Dalam kerja sama industri pertahanan, Korsel tidak hanya mengekspor barang jadi tapi terus menjalankan kerja sama timbal balik melalui alih teknologi, produksi bersama, serta memasuki pasar negara ke-3 bersama,” lanjutnya.
Baca juga: Menyibak Tiongkok dari Perspektif Keindonesiaan
Selain itu, Moon menegaskan, “Produksi dan pengembangan bersama alutsista terdepan, seperti pesawat tempur dan kapal selam akan menguntungkan kedua negara secara nyata.”
Menanggapi hal itu, Prabowo mengatakan, “Saya kagum karena Korsel sukses memajukan negara dan memodernisasi industri dan teknologi. Oleh karena itu, menurut saya, proyek kerja sama dengan Korsel, termasuk proyek KFX/IFX harus berhasil.”
“Menhan dan Menteri DAPA Korsel begitu baik hati, maka kami akan berusaha mengatasi hambatan dan kesulitan,” lanjutnya.
Sebelumnya, Menhan Prabowo mengungkapkan, “Kami berkomitmen akan mewujudkan kemauan yang kuat untuk meningkatkan kerja sama pertahanan pada masa depan.”
Menhan Prabowo berada di Korsel untuk menghadiri acara “KFX/IFX Prototype Roll-out Ceremony” dan melakukan kunjungan kehormatan kepada Presiden Moon Jae-in di Blue House.
Proyek KFX/IFX adalah proyek pengembangan dan pembuatan pesawat tempur generasi berikut secara massal antara Korsel dan Indonesia dengan modal 8,8 triliun won antara 2015 dan 2028.
Menhan telah menunjukkan keinginan yang kuat terhadap kesuksesan proyek KFX/IFX dalam pertemuan dengan Presiden Moon. Hal ini dinilai sebagai sesuatu yang berarti.
Dalam penutupan pertemuan, Prabowo meminta bantuan dari Korsel sehubungan dengan proyek ketahanan pangan (food estate).
“Saya selaku Menteri Pertahanan juga memimpin proyek ketahanan pangan Indonesia.”
Presiden Moon berpesan kepada Menhan Korsel yang hadir dalam pertemuan tersebut, “Tolong koordinasi lebih lanjut agar ini menjadi model kerja sama ekonomi yang baru.”
Presiden Moon Jae-in mengakhiri pertemuan dengan menyampaikan salam kepada Presiden Republik Indonesia Joko Widodo melalui Menhan Prabowo.
“Sampaikan salam saya kepada kawan saya, Presiden Jokowi,” tutup Moon. (RO/OL-1)
Di Jakarta, Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong bertemu dengan Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono untuk membahas kerja sama bilateral yang sedang berlangsung.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bertemu Duta Besar Kanada untuk Indonesia dan Timor Leste Jess Dutton.
Thai Trade Center Jakarta, di bawah naungan Department of International Trade Promotion (DITP) Ministry of Commerce Thailand resmi membuka acara Thailand Week 2025 di Jakarta.
Darmawan Utomo mengapresiasi sejumlah kesepakatan penting yang dicapai Menteri Luar Negeri Republik Belarus selama kunjungannya di Indonesia.
Kerja sama biosekuriti yang kuat tidak hanya membantu melindungi masing-masing negara, tetapi juga kesehatan, stabilitas, dan ketahanan seluruh kawasan.
Dalam konteks 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Inggris, kedua negara bersiap melangkah ke babak baru melalui penandatanganan kemitraan strategis pada September mendatang.
Presiden menekankan kekuatan pertahanan tidak hanya menjadi simbol kedaulatan, tetapi juga kunci untuk melindungi kekayaan alam bangsa.
Program berskala besar yang diluncurkan untuk merenovasi rumah sakit itu merupakan bagian dari Program Peningkatan Layanan Kesehatan Kementerian Pertahanan
Dia melanjutkan nantinya bantuan tersebut akan dikirim dari Lanud Halim Perdanakusuma ke Lanud Sultan Iskandar Muda Aceh.
Deddy Corbuzier kini tengah menjadi perbincangan karena memberikan keterangan soal penggerudukan rapat pembahasan RUU TNI di Hotel Fairmont Jakarta.
SEKRETARIS Kabinet Teddy Indra Wijaya naik pangkat dari Mayor menjadi Letnan Kolonel (Letkol) oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.
Frega menjelaskan, status Stafsus Menhan setara dengan jabatan eselon 1b di Kemhan. Oleh karena itu, pihaknya menjamin bahwa Deddy tak akan digaji untuk dua jabatan.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved