Jumat 09 April 2021, 20:26 WIB

Menyibak Tiongkok dari Perspektif Keindonesiaan

Jaka Budi Santosa | Internasional
Menyibak Tiongkok dari Perspektif Keindonesiaan

MI/Jaka Budi Santosa
Mantan Duta Besar RI untuk Tiongkok, Sugeng Rahardjo (kanan) menulis buku berjudul Unboxing Tiongkok.

 

MANTAN Duta Besar RI untuk Tiongkok, Sugeng Rahardjo, menulis buku tentang Tiongkok untuk memberikan gambaran betapa 'Negeri Tirai Bambu' itu memiliki seabrek nilai yang patut ditiru. Buku berjudul Unboxing Tiongkok tersebut diluncurkan di Jakarta, Jumat (9/4).

Sugeng mengatakan, kemajuan pembangunan dan ekonomi Tiongkok yang hanya dalam 30 tahun mampu menyalip kemajuan bangsa barat selama 300 tahun selalu menjadi topik yang menarik untuk dibahas. Terutama setelah Deng Xiaoping menerapkan kebijakan reformasi dan keterbukaan (opening-up and reform policy atau Gaige Kaifang) pada 1978.

"Keterbukaan tersebut menjadi ilham untuk judul buku ini. Informasi yang terkandung dalam buku ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih jelas bahwa membangun perekonomian negara memerlukan komitmen, disiplin, kerja keras, dan kesinambungan," katanya.

Menurut Sugeng, di antara keberhasilan Tiongkok yang perlu mendapat perhatian banyak bangsa, termasuk Indonesia, adalah pencapaian berkesinambungan pemerintah negara itu dalam penghapusan kemiskinan yang menjadi tantangan besar bangsa besar itu selama ini.

Di tengah dinamika hubungan antarbangsa di tingkat regional dan global yang penuh tantangan yang tidak mudah saat ini, hubungan Indonesia dan Tiongkok pun terus menunjukkan tren peningkatan.

Baca juga: Bangun Kesejahteraan Perbatasan Demi Jaga Kedaulatan

Pemerintah kedua negara bahkan telah berhasil meningkatkan kemitraan strategisnya yang disepakati pada 2005 menjadi kemitraan komprehensif strategis pada 3 Oktober 2013.

Sugeng yang menjadi Dubes RI di Bejing pada 2014-2017 menyatakan, hubungan Indonesia dan Tiongkok memang pernah mencapai titik terendah setelah peristiwa G30S-PKI. Namun, sejatinya kedua negara telah menjalin hubungan selama ribuan tahun.

"Hal ini tecermin dari berbagai catatan yang ada di Tiongkok maupun peninggalan-peninggalan seperti saat muhibah Cheng Ho di berbagai wilayah di Indonesia,'' jelas Sugeng.

Di tengah pandemi global covid-19 yang memukul kesehatan dan ekonomi banyak negara di dunia, Sugeng memperkirakan Tiongkok akan menjadi negara yang terlebih dulu recovery. "Masyarakat Tiongkok memiliki sikap yang unggul, yaitu disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan, komitmen untuk mematuhi setiap protokol kesehatan, dan konsisten dalam melaksanakan anjuran aturan pemerintah."

Adapun dalam perekonomian, pemerintah Tiongkok tampaknya akan memanfaatkan pasar dalam negeri yang berjumlah sekitar 1,4 miliar orang secara maksimal untuk dapat mempertahankan pertumbuhan secara positif. Dengan begitu, ekonomi mereka bisa lebih cepat pula pulih.

Sugeng memaparkan setidaknya ada 7 nilai maupun karakter yang membuat bangsa Tiongkok mampu melakukan lompatan kemajuan dan sukses melewati setiap tantangan. Nilai-nilai itu antara lain menerapkan sosialisme sesuai karakter lokal tanpa mengesampingkan kapitalisme, patriotisme yang sangat tinggi, dan mekanisme kepemimpinan yang sangat teruji. Untuk menjadi pemimpin, seseorang tak bisa instan tetapi harus berjenjang dengan karya nyata yang jelas.

Yang tak kalah penting, Tiongkok juga menjadikan generasi muda sebagai tulang punggung negara khususnya di bidang teknologi. Nilai dasar terkait pengambilan keputusan yang sangat baik pun diturunkan dari generasi ke generasi.

 

Membuka diri

Melalui buku Unboxing Tiongkok, Sugeng berharap berbagai pihak di Tanah Air berkenan membuka diri untuk belajar dari keberhasilan banyak negara dan bangsa lain, termasuk Tiongkok. "Kita tidak bisa mengubah dunia yang begitu luas ini selama kita hidup. Namun, yang harus kita lakukan adalah mulai dari diri kita sendiri untuk berubah sehingga hidup kita dapat berkontribusi positif bagi sesama.''

Dalam peluncuran buku dalam dua versi bahasa yakni Indonesia dan Mandarin ini, Rektor Universitas Al Azhar Indonesia Asep Saefuddin mengatakan konten buku tersebut mencerminkan kecintaan Sugeng Rahardjo yang sangat dalam kepada bangsanya. "Semua disusun berdasarkan pengamatan dan analisis yang mendalam. Kalau Tiongkok bisa maju seperti ini, mengapa Indonesia tidak bisa?" tandasnya.

Unboxing Tiongkok, imbuh Asep, penting bukan hanya bagi pejabat, melainkan juga bagi seluruh rakyat Indonesia. Sebab, peta geopolitik dunia sedang berubah dengan kemajuan Tiongkok yang begitu masif.
"Perubahan inilah yang harus dilihat sebagai peluang dan ditangkap dengan baik oleh Indonesia sehingga bisa menguntungkan bangsa. Juga apresiasi saya yang setinggi-tingginya kepada Bapak Sugeng Rahardjo yang menulis dalam dua bahasa, Indonesia dan Mandarin. Ini merupakan satu lompatan hubungan yang jauh ke masa depan," tutur Asep.

Sariat Arifia, pegiat kaderisasi kepemimpinan Al-Azhar Youth Leader Institute yang juga seorang penulis, mengatakan, buku Unboxing Tiongkok ini luar biasa karena dicatat dan ditulis oleh orang yang mengalami langsung kehidupan Tiongkok. Buku ini juga sangat penting untuk dijadikan referensi di tengah isu-isu negatif bahwa Tiongkok komunis, padahal negara itu sangat layak dijadikan contoh bagi Indonesia untuk bisa menjadi negara besar. (OL-4)

Baca Juga

Antara

AS Umumkan Beri Bantuan ke Malaysia Senilai Rp11,3 Miliar

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 22 Oktober 2021, 13:53 WIB
Pemerintah Amerika Serikat mengumumkan akan memberikan bantuan tambahan covid-19 kepada Malaysia senilai US$800.000 (sekitar Rp11,3...
independent.co.uk

Tewas Dibunuh Jasad Pasangan Blogger Wisata Gabby Petito Ditemukan

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 22 Oktober 2021, 13:10 WIB
FBI mengatakan jasad tersebut dikenali melalui gigi pria...
AFP/Christopher Furlong

Ratu Elizabeth Kembali ke Istana Usai dari Rumah Sakit

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 22 Oktober 2021, 11:35 WIB
Selama bertahun-tahun sebelumnya, baru kali ini Ratu Elizabeth bermalam di rumah...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Sukses PON Papua 2021 Pemerataan Pembinaan di Seluruh Pelosok Negeri

Sukses prestasi ditandai dengan tercipta banyak rekor meski penyelenggaraan multiajang olahraga terakbar Tanah Air itu digelar di masa pandemi covid-19.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya