Selasa 23 Maret 2021, 07:37 WIB

Kebakaran besar Landa Kamp Pengungsi Rohingya di Bangladesh

Atikah Ishmah Winahyu | Internasional
Kebakaran besar Landa Kamp Pengungsi Rohingya di Bangladesh

Munir UZ ZAMAN / AFP
Pengungsi Rohingya menaiki kapal milik AL Bangladesh menuju kamp pengungsian baru di Bhashan Char, dekat Teluk Bengal, Januari 2021.

 

KEBAKARAN besar melanda kamp pengungsi Rohingya di selatan Bangladesh, memusnahkan ratusan tenda, sejumlah pusat kesehatan, dan fasilitas lainnya. Api di kamp Balukhali di distrik Cox's Bazar meletus pada Senin (21/3) sore dan menyebar dengan cepat melalui setidaknya empat blok, menurut komisaris tambahan dari Komisi Pengungsi, Bantuan dan Pemulangan (RRRC) pemerintah Mohammad Shamsud Douza.

Kebakaran tersebut diyakini muncul di salah satu dari 34 kamp yang membentang di sekitar 8.000 acre (3.237 hektar). Sejauh ini lima orang diperkirakan tewas dan sedikitnya 20.000 orang telah melarikan diri. Asap tebal terlihat mengepul dari gubuk yang berkobar dalam video yang dibagikan di media sosial, ketika ratusan petugas pemadam kebakaran dan pekerja bantuan memadamkan api serta membawa para pengungsi ke tempat yang aman.

"Itu adalah api yang sangat besar. Setidaknya 20.000 orang meninggalkan tenda mereka saat api menyebar," kata pemimpin Cox's Bazar, Mamunur Rashid.

"Kami memadamkan api di satu tempat dan menyebar ke tempat lain," imbuhnya.

Seorang inspektur polisi, Gazi Salahuddin mengatakan api padam sekitar tengah malam dan petugas telah mendengar bahwa lima orang yaitu tiga anak dan dua wanita tewas akibat kebakaran tersebut.

"Kami mendengar lima orang tewas akibat kebakaran dan mayat mereka berada di kamp," kata Salahuddin, seraya menambahkan polisi tidak dapat mengeluarkan pernyataan apa pun kecuali mereka menemukan mayat-mayat itu.

Salahuddin mengatakan, awalnya api tersebut kecil dan terbatas pada jalur sempit, tetapi kemudian meningkat dan menyebar ke kamp lain setelah tabung gas yang digunakan untuk memasak meledak.Para pejabat mengatakan bahwa penilaian awal menemukan bahwa lebih dari 900 pondok, rumah bagi sekitar 7.400 pengungsi, telah musnah dengan kobaran api masih menyala.

Pria Rohingya yang membantu pemadaman kebakaran, Mohammad Yasin mengatakan bahwa api masih berkobar delapan jam setelah muncul dan merupakan yang terburuk yang pernah dilihatnya sejak 2017.

Seorang sukarelawan Save the Children, Tayeba Begum, mengatakan orang-orang berteriak dan berlarian kesana kemari (dan) anak-anak juga berlarian menangisi keluarga mereka.

Itu adalah kebakaran ketiga yang menghantam kamp dalam empat hari, menurut pejabat pemadam kebakaran, Sikder. Dua kebakaran terpisah di kamp-kamp pada Jumat lalu menghancurkan sejumlah pondok. Sikder mengatakan, penyebab kebakaran belum diketahui. Dua kebakaran besar juga melanda kamp-kamp pada Januari, menyebabkan ribuan orang kehilangan tempat tinggal dan memusnahkan empat sekolah Unicef.

baca juga: India Deportasi Pengungsi Rohingya ke Myanmar

Juru kampanye Amnesty International Asia Selatan, Saad Hammadi mencuit, "frekuensi kebakaran di kamp terlalu kebetulan, terutama ketika hasil dari penyelidikan sebelumnya atas insiden tersebut tidak diketahui dan terus berulang.”

Sementara itu, pemerintah mendorong para pengungsi untuk pindah ke pulau terpencil di Teluk Benggala, dengan alasan kamp-kamp itu terlalu ramai. Sejauh ini, 13.000 Rohingya telah dipindahkan ke pulau rawan banjir yang menurut para kritikus berada di jalur topan mematikan. (Aljazeera/The Guardian/OL-3)
 

Baca Juga

AFP/Natalia KOLESNIKOVA

FDA Berencana Izinkan Warga Dapatkan Vaksin Penguat yang Berbeda

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 19 Oktober 2021, 10:30 WIB
FDA pada September merestui penggunaan vaksin booster buatan Pfizer-BioNTech pada lansia di atas 65 tahun dan sejumlah warga Amerika yang...
asianews.it

Usai Melemah, Saham Tiongkok Dibuka Bervariasi

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 19 Oktober 2021, 09:37 WIB
Analis tidak memperkirakan dukungan kebijakan moneter luas dalam waktu...
AFP/Olga MALTSEVA

Saint Petersburg Perketat Pembatasan Covid-19

👤Basuki Eka Purnama 🕔Selasa 19 Oktober 2021, 09:00 WIB
Saat ini, Rusia adalah negara Eropa yang paling parah terhantam covid-19 dengan angka kematian total berjumlah 224.310...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Mencegah Proyek Kereta (jadi) Mubazir

Pembengkakan biaya menjadi biang keladi perlu turun tangannya negara membiayai proyek dengan dana APBN.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya