Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) tetap merekomendasikan penggunaan vaksin Covid-19, AstraZeneca. Dalam keterangan yang dirilis dalam laman resminya, Rabu (17/3), WHO menyatakan manfaat penggunaan vaksin tersebut lebih besar dibandingkan efek sampingnya.
"Saat ini, WHO menganggap bahwa manfaat vaksin AstraZeneca lebih besar daripada risikonya dan merekomendasikan agar vaksinasi dilanjutkan," demikian seperti dikutip dari laman tersebut, Rabu (17/3).
Seperti diberitakan, banyak negara di Uni Eropa menunda sementara penggunaan vaksin Covid-19 AstraZeneca mengingat adanya kejadian pembekuan darah pada beberapa penerima vaksin. Sementara negara-negara lainnya di Uni Eropa yang menerima informasi serupa, telah memutuskan tetap menggunakan vaksin tersebut dalam program mereka.
Menurut WHO vaksinasi melawan Covid-19, tidak akan mengurangi penyakit atau kematian akibat penyebab lain. Peristiwa tromboemboli (pembekuan darah) diketahui sering terjadi. Tromboemboli vena adalah penyakit kardiovaskular ketiga tersering secara global.
Ditegaskan WHO dalam kampanye vaksinasi, hal biasa bagi negara-negara memberitahuan potensi efek samping setelah imunisasi. Kejadian tromboemboli tersebut, menurut WHO bisa jadi bukan merupakan kejadian yang diakibatkan dengan vaksinasi, tetapi diperlukan penyelidikan yang baik untuk mengetahui penyebabnya. Praktik yang baik untuk menyelidikinya. Hal tersebut juga menandakan sistem pengawasan berfungsi dan ada kontrol yang efektif.
baca juga: Manfaat Vaksin AstraZeneca Lebih Besar Daripada Risiko Ditimbulkan
Dikatakan bahwa WHO secara teratur menghubungi Badan Obat Eropa dan regulator di seluruh dunia untuk mendapatkan informasi terbaru tentang keamanan vaksin covid-19. Subkomite covid-19 WHO dari Komite Penasihat Global untuk Keamanan Vaksin sedang menilai dengan cermat data keamanan terbaru yang tersedia untuk vaksin AstraZeneca. Setelah peninjauan tersebut selesai, WHO akan segera mengkomunikasikan temuan tersebut kepada publik. (OL-3)
Riset terbaru menunjukkan vaksin Covid-19 berbasis mRNA seperti Pfizer dan Moderna dapat memicu sistem imun melawan sel kanker.
DUA tenaga kesehatan menerima vaksin Covid-19 di hari yang sama, pola respons antibodi setiap orang ternyata berbeda-beda menentukan berapa lama perlindungan vaksin bertahan
Pengurus IDI, Iqbal Mochtar menilai bahwa kekhawatiran masyarakat terhadap vaksin berbasis Messenger Ribonucleic Acid (mRNA) untuk covid-19 merupakan hal yang wajar.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Sejalan dengan penjelasan Kementerian Kesehatan yang menyebutkan vaksinasi booster covid-19 tetap direkomendasikan.
Pemakaian masker, khususnya di tengah kerumunan mungkin dapat dijadikan kebiasaan yang diajarkan kepada anak-anak.
Menurut Esra, keberagaman sudut pandang inilah yang memicu munculnya ide-ide baru dan menciptakan keputusan yang lebih berkelanjutan.
Momentum Hari Jantung Sedunia menjadi pengingat bahwa penyakit kardiovaskular masih menjadi penyebab utama kematian di seluruh dunia.
AstraZeneca dan Good Doctor Technology Indonesia (Good Doctor) berkolaborasi memperkuat penanganan asma dengan digitalisasi yang menyeluruh.
Kemenkes dan AstraZeneca dalam penanganan penyakit tidak menular (PTM), seperti diabetes, kanker, asma, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), infeksi virus RSV, penyakit ginjal kronis.
TEMA Hari Asma Sedunia 2025 yaitu Jadikan Perawatan Inhalasi Dapat Diakses oleh SEMUA ORANG! (Make Inhaled Treatments Accessible for ALL!).
Setiap tahun program BPTW melakukan penilaian terhadap berbagai organisasi lokal dan multinasional di Indonesia untuk memperkuat budaya tempat kerja.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved