Selasa 16 Maret 2021, 23:38 WIB

12 Tentara Suriah Tewas Diserang Kelompok Bersenjata

Mediaindonesia.com | Internasional
12 Tentara Suriah Tewas Diserang Kelompok Bersenjata

AFP/Omar Haj Kadour.
Gambar udara menunjukkan warga Suriah mengibarkan bendera nasional selama pertemuan di kota Idlib yang dikuasai pemberontak, Senin (15/3).

 

KELOMPOK bersenjata menewaskan 12 tentara Suriah dalam penyergapan di provinsi selatan Daraa pada Selasa (16/3).

"Setidaknya 12 anggota Divisi Lapis Baja Keempat dan unit intelijen rezim tewas dalam penyergapan oleh militan," kata pengawas perang, Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, yang berbasis di Inggris.

Tentara sedang dalam perjalanan ke distrik al-Mzairib di perdesaan barat provinsi itu untuk menangkap seorang mantan komandan oposisi. "Mereka lantas diserang oleh militan yang setia kepada oposisi tersebut yang berusaha untuk menggagalkan upaya penangkapan itu," kata kepala Observatorium Rami Abdul Rahman.

"Para militan menyerang dua truk militer dan dua bus kecil yang membawa pasukan rezim," tambahnya. Itu memicu baku tembak yang memaksa Damaskus mengerahkan bala bantuan ke daerah itu.

Pejuang rezim yang didukung Rusia merebut kembali Daraa dari pemberontak pada 2018. Ini sebagai pukulan simbolis terhadap pemberontakan antipemerintah yang lahir di sana pada 2011.

Institusi negara telah kembali, lanjut Observatorium, tetapi tentara masih belum dikerahkan di seluruh provinsi. Banyak mantan pemberontak tetap tinggal alih-alih dievakuasi di bawah kesepakatan yang ditengahi Moskow, baik bergabung dengan tentara atau tetap menguasai beberapa bagian provinsi.

Mereka diizinkan untuk menyimpan senjata api ringan. Al-Mzairib merupakan salah satu distrik yang dikendalikan oleh bekas pasukan oposisi.

Sejak berada di bawah kendali rezim, Daraa telah menyaksikan serentetan pengeboman dan pembunuhan yang menargetkan pasukan rezim, mantan tokoh oposisi, dan warga sipil. Kebanyakan dari kekejian itu tidak ada pihak yang mengklaim melakukannya.

Perang Suriah telah menewaskan lebih dari 388.000 orang dan membuat jutaan orang mengungsi sejak dimulai dengan protes antipemerintah pada 2011. (AFP/OL-14)

Baca Juga

Prakash SINGH / AFP

Inggris Sebut Varian Baru Virus Korona India 'Mengkhawatirkan'

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 07 Mei 2021, 23:55 WIB
Para pejabat Inggris mungkin menyatakan salah satu jenis virus korona baru yang pertama kali ditemukan di India sebagai "varian yang...
AFP

Inggris Tawarkan Vaksin AstraZeneca untuk Usia di Bawah 40 Tahun

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 07 Mei 2021, 23:35 WIB
Mengingat jumlah kasus yang rendah dan ketersediaan suntikan...
AFP/Jack Guez.

Polisi Israel Bunuh Dua Pria Bersenjata Serang Pangkalan Militer

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 07 Mei 2021, 22:16 WIB
Baku tembak di pangkalan Salem di luar kota Jenin di Tepi Barat utara menjadi kekerasan terbaru di wilayah itu pada minggu...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Kualitas Kompetisi Harus Ditingkatkan

Regulasi yang dibuat operator dan regulator harus bisa meningkatkan standar liga dan klub

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya