Senin 15 Maret 2021, 06:41 WIB

Irlandia Tangguhkan Peluncuran Vaksin AstraZeneca

Nur Aivanni | Internasional
Irlandia Tangguhkan Peluncuran Vaksin AstraZeneca

AFP/Gent SHKULLAKU
Petugas kesehatan memasukkan dosis vaksin covid-19 buatan AstraZeneca untuk guru olahraga di Tirana, Albania, Sabtu (13/3/2021).

 

IRLANDIA menjadi negara terbaru yang menangguhkan peluncuran vaksin AstraZeneca karena kekhawatiran tentang pembekuan darah pasca vaksinasi, Minggu (14/3). Juru Bicara Kementerian Kesehatan Irlandia mengatakan kepada AFP bahwa peluncuran itu ditangguhkan sementara setelah panel penasihat negara itu merekomendasikan penangguhan karena kekhawatiran yang diungkapkan oleh pejabat Norwegia.

Dalam sebuah pernyataan, Wakil Kepala Petugas Medis Ronan Glynn mengatakan bahwa belum disimpulkan ada hubungan antara vaksin AstraZeneca dan kasus pembekuan darah di Norwegia. 

"Tindakan telah diambil sambil menunggu penerimaan informasi lebih lanjut," katanya.

Sebelumnya pejabat Norwegia mengatakan bahwa negara tersebut memiliki laporan tentang orang-orang yang mengalami pendarahan di bawah kulit dan kasus pembekuan darah parah atau pendarahan otak pada orang yang lebih muda setelah divaksinasi dengan vaksin buatan AstraZeneca. 

Sementara itu, Perdana Menteri Prancis Jean Castex mempertahankan keputusan negaranya untuk melanjutkan penggunaan vaksin AstraZeneca. Dia mengatakan bahwa Prancis tidak menemukan alasan untuk menangguhkan peluncuran tersebut.

baca juga: UE Kembali Hadapi Kekurangan Pasokan Vaksin AstraZeneca

Sedangkan di Italia, tepatnya di Piedmont, Italia, menangguhkan penggunaan vaksin AstraZeneca setelah kematian seorang guru yang menerima vaksin tersebut sehari sebelumnya.

"Ini adalah tindakan pencegahan yang ekstrem, sambil menunggu untuk melihat apakah ada hubungan sebab akibat antara vaksinasi dan kematian tersebut," kata Penasihat Kesehatan Daerah Luigi Genesio Icardi dalam sebuah pernyataan.

Pada Kamis, Italia sudah memutuskan untuk menghentikan penggunaan batch dari vaksin covid-19 AstraZeneca-Oxford karena kekhawatiran akan penggumpalan darah. Negara lainnya yang menangguhkan penggunaan vaksin tersebut antara lain Denmark, Norwegia dan Bulgaria. (AFP/OL-3)
 

Baca Juga

dok.mi

Presiden AAYG Dukung Pemerintah RI Wujudkan Perdamaian Dunia

👤mediandonesia.com 🕔Rabu 17 Agustus 2022, 14:45 WIB
Presiden Asian African Youth Government (AAYG), Respiratori Saddam Al Jihad mendukung pemerintah RI untuk terlibat aktif mewujudkan...
dok.AFP

Ukraina Klaim Sukses Buat Rusia Kelabakan di Krimea

👤Cahya Mulyana 🕔Rabu 17 Agustus 2022, 11:21 WIB
Ukraina telah menyatakan kesuksesan atas sejumlah serangan di Krimea yang membuat Rusia panik. Kyiv akan melanjutkannya sampai kekuatan...
AFP/MOHAMMED ABED

Israel Akhirnya Akui Membunuh 5 Anak Palestina yang Sedang Bermain

👤Cahya Mulyana 🕔Rabu 17 Agustus 2022, 10:52 WIB
Saat terjadinya serangan, militer Israel sempat mengklaim kelima anak itu tewas akibat terkena roket milik Jihad...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya