Rabu 03 Maret 2021, 06:26 WIB

Sebut Navalny Diracuni, AS Jatuhkan Sanksi kepada Pejabat Rusia

Nur Aivanni | Internasional
Sebut Navalny Diracuni, AS Jatuhkan Sanksi kepada Pejabat Rusia

SAUL LOEB / AFP
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken

 

AMERIKA SERIKAT pada Selasa (2/3) menjatuhkan sanksi kepada pejabat senior Rusia ketika intelijen AS menyimpulkan bahwa Moskow mengatur untuk meracuni kritikus Kremlin Alexei Navalny.

Dalam tindakan besar pertamanya terhadap Rusia sejak menjabat, pemerintahan Presiden AS Joe Biden mengatakan pihaknya membekukan semua aset AS dan mengkriminalisasi transaksi dengan tujuh senior Rusia, termasuk Direktur Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB).

Seorang pejabat AS mengatakan kepada wartawan bahwa intelijen AS menilai dengan keyakinan tinggi bahwa pejabat FSB meracuni Navalny dengan racun saraf Novichok pada 20 Agustus 2020. Navalny diterbangkan ke Jerman untuk perawatan. Dia kembali ke Rusia pada Januari dan langsung ditangkap dan dikirim ke penjara koloni.

"Pemerintah AS telah menjalankan kewenangannya untuk mengirimkan sinyal yang jelas bahwa penggunaan senjata kimia Rusia dan pelanggaran hak asasi manusia memiliki konsekuensi yang parah," kata Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dalam sebuah pernyataan.

"Kami mengulangi seruan kami kepada pemerintah Rusia untuk segera dan tanpa syarat membebaskan Navalny," katanya.

Pengumuman itu datang satu hari setelah negara-negara anggota UE menyetujui putaran baru sanksi atas perlakuan terhadap Navalny. Blok tersebut pada Oktober menargetkan kepala FSB, Alexander Bortnikov. Pejabat yang baru menjadi sasaran pada Selasa oleh Amerika Serikat dan Uni Eropa termasuk Administrator Penjara Rusia Alexander Kalashnikov.

baca juga: Putin Sebut Aksi Protes Pro-Navalny Ilegal dan Berbahaya

Departemen Perdagangan AS mengatakan juga memasukkan 14 perusahaan atau entitas ke dalam daftar hitam untuk kontrol ekspor karena takut mereka dapat membantu Rusia mengembangkan senjata kimia.

Kremlin telah membantah bertanggung jawab atas kesehatan Navalny yang buruk dan pada Selasa menanyakan kekuatan Barat apa yang akan mereka capai melalui sanksi. 

"Jawabannya akan jelas, kebijakan seperti itu tidak mencapai tujuannya," kata Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov. (AFP/OL-3)

Baca Juga

al-shabaka.org

Kasus Baru Positif Covid-19 di Palestina Tembus 1.911 Kasus

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 14 April 2021, 23:55 WIB
Palestina pada Selasa (13/4) mencatat 1.911 kasus baru Covid-19 dan 18 kematian, menurut Menteri Kesehatan Mai...
Dok Kemlu

KJRI Los Angeles Gelar Vaksinasi untuk WNI

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 14 April 2021, 23:35 WIB
kegiatan tersebut diselenggarakan di United Indonesian Seventh-day Adventist Church (UNISDAC), Fontana, San Bernardino...
france24.com

Korsel Menentang Rencana Jepang Buang Air Stasiun Nuklir ke Laut

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 14 April 2021, 22:30 WIB
Korsel sedang eksplorasi untuk  pengajuan petisi ke pengadilan internasional atas keputusan Jepang untuk membuang air dari stasiun...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Tajamnya Lancang Kuning di Lapangan

 Polda Riau meluncurkan aplikasi Lancang Kuning untuk menangani kebakaran hutan dan lahan. Berhasil di lapangan, dipuji banyak kalangan.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya