Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
IRAN, Selasa (23/2), mengatakan pihaknya telah mulai membatasi beberapa inspeksi lokasi oleh tim pengawas nuklir PBB. Itu dilakukan sebagai tanggapan atas penolakan AS sejauh ini untuk mencabut sanksi yang dijatuhkan oleh mantan Presiden AS Donald Trump.
Langkah tersebut mendorong Inggris, Prancis dan Jerman, tiga negara Eropa yang terlibat dalam kesepakatan nuklir 2015, untuk mengatakan bahwa mereka sangat menyesali keputusan tersebut, dan bahwa mereka bersatu dalam menggarisbawahi sifat berbahaya dari keputusan tersebut.
Pada Selasa (23/2), Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi mengatakan dalam sebuah seminar bahwa kesepakatan selama tiga bulan yang disepakati dalam pembicaraan pada Minggu (21/2) di Teheran jauh dari situasi yang ideal.
Namun, tambahnya, itu memungkinkan pihaknya untuk terus memantau dan mencatat semua aktivitas utama.
"Ini akan memfasilitasi....waktu untuk diplomasi yang sangat diperlukan yang akan dikerahkan dalam beberapa hari mendatang," katanya, yang mengacu pada pembicaraan antara Teheran dan negara-negara besar yang bertujuan memulihkan kesepakatan 2015 yang dikenal sebagai JCPOA.
Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengatakan kepada kantor berita resmi IRNA bahwa perubahan yang terjadi pada Selasa (23/2) tidak akan berdampak langsung yang besar pada pekerjaan pengawas IAEA.
"Inti dari kesepakatan ini adalah bahwa data yang direkam mengenai program nuklir kami akan disimpan dan tidak diserahkan kepada IAEA," kata diplomat tinggi Iran tersebut. Data tersebut tidak pernah dipasok ke IAEA secara real time, katanya, tetapi diserahkan secara harian atau mingguan.
Jika pembicaraan tentang kembalinya AS ke kesepakatan nuklir berlarut-larut, itu akan berubah.
Organisasi Energi Atom Iran telah mengatakan bahwa berdasarkan undang-undang baru, jika masih tidak ada pencabutan sanksi AS setelah tiga bulan, rekaman data mengenai program nuklir tersebut akan mulai dihapus.
Presiden AS Joe Biden telah mengisyaratkan kesiapan untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir, tetapi menegaskan Iran pertama-tama kembali ke semua komitmen nuklirnya. (AFP/Nur/OL-09)
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan Teheran tak akan tunduk pada tuntutan berlebihan AS terkait program nuklir, di tengah negosiasi dan meningkatnya ketegangan kawasan.
Iran peringati 47 tahun Revolusi Islam 1979. Presiden Pezeshkian tegaskan menolak agresi AS, namun tetap siap dialog dan verifikasi program nuklir damai.
Presiden Donald Trump menyatakan Iran ingin membuat kesepakatan nuklir baru. Ia memperingatkan Teheran akan "bodoh" jika menolak tawaran tersebut.
AS dinilai tidak lagi memiliki kapasitas sebagai mediator yang kredibel dalam forum Board of Peace (BoP) karena dianggap terlalu berpihak pada kepentingan Israel.
Iran tingkatkan arsenal rudal balistik dengan bantuan Rusia. Rudal Kheibar Shekan kini mampu jangkau seluruh wilayah Israel, memicu ancaman konflik terbuka.
Iran menolak pembatasan misil dari AS meski siap lanjut negosiasi. Teheran menegaskan program rudal tak bisa ditawar di tengah tekanan Israel.
Amerika Serikat dan Rusia sepakat memulihkan komunikasi militer tingkat tinggi guna mencegah eskalasi nuklir. Simak detail kesepakatan di Abu Dhabi ini.
Dalam pertemuan tersebut dijelaskan bahwa Program FIRST bukan proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir.
KETEGANGAN geopolitik di Timur Tengah mencapai titik didih baru pada awal 2026. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan ultimatum keras kepada Iran.
Skandal besar guncang Tiongkok. Jenderal Zhang Youxia diduga bocorkan rahasia nuklir ke AS dan terlibat korupsi.
Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung mengusulkan pembekuan program nuklir Korea Utara dengan imbalan kompensasi, sekaligus meminta Tiongkok menjadi mediator.
Korea Utara memperingatkan bahwa ambisi nuklir Jepang harus dihentikan 'dengan biaya apa pun' karena dinilai mengancam stabilitas Asia dan keamanan global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved