Selasa 16 Februari 2021, 15:01 WIB

Trump Lengser, Rencana Akusisi TikTok di AS Ditunda

Insi Nantika Jelita | Internasional
Trump Lengser, Rencana Akusisi TikTok di AS Ditunda

AFP
Logo TikTok terpasang di sebuah gedung wilayah California, AS.

 

PEMILIK platform video aplikasi TikTok di Tiongkok, ByteDance, menunda kesepakatan penjualan operasional di Amerika Serikat (AS) yang dipimpin perusahaan Oracle. Tepatnya setelah Donald Trump lengser dari kursi Presiden AS.

"Kesepakatan itu terutama dirancang untuk memenuhi tuntutan dari pemerintahan Trump. Namun, Trump sudah pergi. Alasan kesepakatan itu hilang bersamanya," tutur sumber anonim dalam laporan South China Morning Post, Selasa (16/2).

Sumber itu menambahkan bahwa Larry Ellison, salah satu pendiri Oracle, merupakan pendukung Trump. ByteDance percaya ini akan menjadi hubungan yang berharga jika mantan Presiden AS itu memenangkan pemilihan umum.

Baca juga: TikTok Perketat Pengawasan Konten

Akan tetapi, raksasa media sosial itu kehilangan minat setelah Joe Biden menjadi Presiden AS terpilih. Pekan lalu, The Wall Street Journal melaporkan rencana tersebut ditunda tanpa batas waktu.

Di lain sisi, Joe Biden dilaporkan meninjau potensi risiko keamanan dari perusahaan teknologi asal Tiongkok. ByteDance sekarang mencari struktur baru untuk operasional di AS. Seiring adanya laporan bahwa TikTok melanjutkan pembicaraan dengan pemerintah AS, meski ada perubahan dalam pemerintahan.

Baca juga: PBB Mengecam Serangan Terhadap Wartawan Afghanistan

Sumber yang berbasis di Beijing menyebut pemerintah telah menetapkan pedoman tertentu untuk kesepakatan itu. Pemerintah Tiongkok diketahui tidak berniat untuk campur tangan dalam detail komersial.

Misalnya,apakah harga harus sedikit lebih tinggi atau sedikit lebih rendah, namun tetap sesuai pedoman kesepakatan. Pada akhir September 2020, TikTok mencapai kesepakatan dengan Oracle dan Walmart.

Berdasarkan kesepakatan itu, ByteDance akan memasukkan entitas yang berbasis di AS bernama TikTok Global. Dalam hal ini, perusahaan menjual 20% saham ekuitas dan mempertahankan 80% sisanya.(OL-11)

Baca Juga

Prakash SINGH / AFP

Inggris Sebut Varian Baru Virus Korona India 'Mengkhawatirkan'

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 07 Mei 2021, 23:55 WIB
Para pejabat Inggris mungkin menyatakan salah satu jenis virus korona baru yang pertama kali ditemukan di India sebagai "varian yang...
AFP

Inggris Tawarkan Vaksin AstraZeneca untuk Usia di Bawah 40 Tahun

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 07 Mei 2021, 23:35 WIB
Mengingat jumlah kasus yang rendah dan ketersediaan suntikan...
AFP/Jack Guez.

Polisi Israel Bunuh Dua Pria Bersenjata Serang Pangkalan Militer

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 07 Mei 2021, 22:16 WIB
Baku tembak di pangkalan Salem di luar kota Jenin di Tepi Barat utara menjadi kekerasan terbaru di wilayah itu pada minggu...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Kualitas Kompetisi Harus Ditingkatkan

Regulasi yang dibuat operator dan regulator harus bisa meningkatkan standar liga dan klub

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya