Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
VAKSIN Oxford-AstraZeneca akan menjalani uji klinis baru di Inggris untuk meneliti tingkat kemanjurannya bagi anak-anak.
Para peneliti akan menggunakan 300 sukarelawan untuk menilai apakah suntikan yang dikenal sebagai vaksin ChAdOx1 nCoV-19 itu akan menghasilkan respon kekebalan yang kuat pada anak-anak berusia antara 6-17 tahun.
Vaksin Oxford adalah satu dari tiga vaksin yang disetujui untuk digunakan pada orang dewasa di Inggris bersama dengan vaksin dari Pfizer-BioNTech dan Moderna. Namun vaksin tersebut terbukti kurang efektif dalam memberikan kekebalan terhadap beberapa jenis virus korona.
Baca juga : Moderna Ingin Isi Vaksin Covid-19 Lebih Banyak tiap Botol
Pakar infeksi dan kekebalan pediatrik serta kepala peneliti pada uji coba vaksin Oxford Andrew Pollard mengatakan, meskipun sebagian besar anak relatif tidak terpengaruh oleh virus korona dan kemungkinan besar tidak akan menjadi sakit akibat infeksi tersebut, penting untuk menetapkan tanggapan keamanan dan kekebalan terhadap vaksin pada anak-anak dan remaja karena beberapa anak dapat memperoleh manfaat dari vaksinasi.
“Uji coba baru ini akan memperluas pemahaman kita tentang pengendalian SARS-CoV2 ke kelompok usia yang lebih muda,” ujarnya. (The Guardian/OL-7)
Riset terbaru menunjukkan vaksin Covid-19 berbasis mRNA seperti Pfizer dan Moderna dapat memicu sistem imun melawan sel kanker.
DUA tenaga kesehatan menerima vaksin Covid-19 di hari yang sama, pola respons antibodi setiap orang ternyata berbeda-beda menentukan berapa lama perlindungan vaksin bertahan
Pengurus IDI, Iqbal Mochtar menilai bahwa kekhawatiran masyarakat terhadap vaksin berbasis Messenger Ribonucleic Acid (mRNA) untuk covid-19 merupakan hal yang wajar.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Sejalan dengan penjelasan Kementerian Kesehatan yang menyebutkan vaksinasi booster covid-19 tetap direkomendasikan.
Pemakaian masker, khususnya di tengah kerumunan mungkin dapat dijadikan kebiasaan yang diajarkan kepada anak-anak.
Menurut Esra, keberagaman sudut pandang inilah yang memicu munculnya ide-ide baru dan menciptakan keputusan yang lebih berkelanjutan.
Momentum Hari Jantung Sedunia menjadi pengingat bahwa penyakit kardiovaskular masih menjadi penyebab utama kematian di seluruh dunia.
AstraZeneca dan Good Doctor Technology Indonesia (Good Doctor) berkolaborasi memperkuat penanganan asma dengan digitalisasi yang menyeluruh.
Kemenkes dan AstraZeneca dalam penanganan penyakit tidak menular (PTM), seperti diabetes, kanker, asma, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), infeksi virus RSV, penyakit ginjal kronis.
TEMA Hari Asma Sedunia 2025 yaitu Jadikan Perawatan Inhalasi Dapat Diakses oleh SEMUA ORANG! (Make Inhaled Treatments Accessible for ALL!).
Setiap tahun program BPTW melakukan penilaian terhadap berbagai organisasi lokal dan multinasional di Indonesia untuk memperkuat budaya tempat kerja.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved