Minggu 07 Februari 2021, 21:10 WIB

Iran Ingin AS Kembali ke Perjanjian Nuklir

Mediaindonesia.com | Internasional
Iran Ingin AS Kembali ke Perjanjian Nuklir

AFP/Atomic Energy Organization of Iran
Fasilitas pengayaan Uranium Iran di Natanz.

 

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mendesak Washington untuk segera kembali ke perjanjian nuklir sebelum 21 Februari.

Pasalnya, parlemen Iran telah mengesahkan undang-undang yang memerintahkan pemerintah untuk memperkuat aktivitas pengembangan nuklir jika AS tidak mencabut sanksinya terhadap negara itu sampai 21 Februari.

Mohammad Javad Arif juga menyebut pemilihan umum akan segera berlangsung di Iran. Jika presiden yang berasal dari kelompok garis keras terpilih, maka itu akan mengancam perjanjian nuklir Iran dan negara-negara Barat yang disepakati pada 2015.

"Waktu AS hampir habis, karena adanya rancangan undang-undang oleh parlemen dan masa jelang pemilihan umum yang akan berlangsung saat Tahun Baru di Iran," kata Zarif saat diwawancarai Koran Hamshahri yang terbit Sabtu (6/2).

Awal tahun baru di Iran mulai pada 21 Maret.

Parlemen Iran, didominasi oleh politisi dari kelompok garis keras, pada Desember 2020 mengesahkan undang-undang yang memberikan tenggat waktu bagi Washington untuk mencabut sanksi terhadap Teheran.

Pemerintah AS, di bawah kepemimpinan Presiden Joe Biden, masih mencari cara untuk kembali bergabung pada perjanjian nuklir 2015 setelah pendahulunya, Donald Trump, keluar dari pakta itu pada 2018. Tidak hanya itu, Trump juga kembali menjatuhkan sanksi bagi Iran.

Iran membalas aksi AS dengan melanggar isi perjanjian nuklir secara bertahap. Teheran bulan lalu kembali melanjutkan pengayaan Uranium sampai 20 persen sebagaimana pernah dilakukan Iran sebelum negara itu menyepakati isi perjanjian nuklir dengan negara-negara Barat.

Biden mengatakan jika Teheran mematuhi isi perjanjian, maka Washington akan mencabut sanksi dan bersedia membahas kerja sama lebih lanjut.

Namun, Teheran menegaskan Washington harus mencabut sanksi terlebih dahulu dan tidak membahas masalah keamanan yang baru.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken membahas masalah Iran bersama menteri luar negeri Inggris, Prancis, dan Jerman, dalam pertemuan virtual, Jumat (5/2). Keempat menteri sepakat untuk memulihkan kembali perjanjian nuklir dengan Iran.

"Semakin lama AS menunda, makin banyak yang akan hilang. Tampaknya, pemerintahan Biden tidak ingin mencabut warisan kebijakan Trump yang gagal," kata Zarif dalam sesi wawancara yang sama.

"Kami tidak ingin kembali bernegosiasi. Amerika yang harus mendapatkan tiket untuk kembali masuk," kata dia menambahkan.

Zarif mengatakan dua pihak dapat memenuhi tuntutan yang diberikan secara bersamaan untuk memulihkan kembali pakta nuklir 2015. (Ant/OL-12)

Baca Juga

Dok: MI

Warga Palestina Dibunuh Pasukan Israel di Tepi Barat

👤Nur Aivanni 🕔Rabu 28 Juli 2021, 08:32 WIB
Tentara Israel mengeluarkan pernyataan, ketika sedang bertugas rutin tentara melihat seorang tersangka Palestina di daerah itu, selatan...
AFP/ALFREDO ESTRELLA

Katedral Tlaxcala di Meksiko Ditetapkan Sebagai Warisan Budaya Dunia

👤Basuki Eka Purnama 🕔Rabu 28 Juli 2021, 08:20 WIB
Katedral yang terletak di Tlaxcala, tenggara Mexico City, itu merupakan pusat aktivitas evangelisasi di awal kolonialisasi Spanyol di Benua...
AFP/Valerie BAERISWYL

Petinggi Pasukan Pengawal Presiden Haiti Ditangkap Polisi

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Rabu 28 Juli 2021, 07:41 WIB
Penangkapan Civil menyusul penahanan terhadap anggota senior pasukan pengawal Moise lainnya, Dimitri...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Membangun Konektivitas Segitiga Emas Jawa Bagian Tengah

 Untuk membangkitkan pertumbuhan perekonomian di Jawa bagian tengah, Tol Joglosemar menjadi salah satu solusi

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya