Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mendesak Washington untuk segera kembali ke perjanjian nuklir sebelum 21 Februari.
Pasalnya, parlemen Iran telah mengesahkan undang-undang yang memerintahkan pemerintah untuk memperkuat aktivitas pengembangan nuklir jika AS tidak mencabut sanksinya terhadap negara itu sampai 21 Februari.
Mohammad Javad Arif juga menyebut pemilihan umum akan segera berlangsung di Iran. Jika presiden yang berasal dari kelompok garis keras terpilih, maka itu akan mengancam perjanjian nuklir Iran dan negara-negara Barat yang disepakati pada 2015.
"Waktu AS hampir habis, karena adanya rancangan undang-undang oleh parlemen dan masa jelang pemilihan umum yang akan berlangsung saat Tahun Baru di Iran," kata Zarif saat diwawancarai Koran Hamshahri yang terbit Sabtu (6/2).
Awal tahun baru di Iran mulai pada 21 Maret.
Parlemen Iran, didominasi oleh politisi dari kelompok garis keras, pada Desember 2020 mengesahkan undang-undang yang memberikan tenggat waktu bagi Washington untuk mencabut sanksi terhadap Teheran.
Pemerintah AS, di bawah kepemimpinan Presiden Joe Biden, masih mencari cara untuk kembali bergabung pada perjanjian nuklir 2015 setelah pendahulunya, Donald Trump, keluar dari pakta itu pada 2018. Tidak hanya itu, Trump juga kembali menjatuhkan sanksi bagi Iran.
Iran membalas aksi AS dengan melanggar isi perjanjian nuklir secara bertahap. Teheran bulan lalu kembali melanjutkan pengayaan Uranium sampai 20 persen sebagaimana pernah dilakukan Iran sebelum negara itu menyepakati isi perjanjian nuklir dengan negara-negara Barat.
Biden mengatakan jika Teheran mematuhi isi perjanjian, maka Washington akan mencabut sanksi dan bersedia membahas kerja sama lebih lanjut.
Namun, Teheran menegaskan Washington harus mencabut sanksi terlebih dahulu dan tidak membahas masalah keamanan yang baru.
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken membahas masalah Iran bersama menteri luar negeri Inggris, Prancis, dan Jerman, dalam pertemuan virtual, Jumat (5/2). Keempat menteri sepakat untuk memulihkan kembali perjanjian nuklir dengan Iran.
"Semakin lama AS menunda, makin banyak yang akan hilang. Tampaknya, pemerintahan Biden tidak ingin mencabut warisan kebijakan Trump yang gagal," kata Zarif dalam sesi wawancara yang sama.
"Kami tidak ingin kembali bernegosiasi. Amerika yang harus mendapatkan tiket untuk kembali masuk," kata dia menambahkan.
Zarif mengatakan dua pihak dapat memenuhi tuntutan yang diberikan secara bersamaan untuk memulihkan kembali pakta nuklir 2015. (Ant/OL-12)
TIONGKOK menolak usulan Presiden Donald Trump untuk perundingan pengendalian senjata nuklir sebagai tidak masuk akal. Apa alasannya?
PERLOMBAAN nuklir baru dimulai. Kini AS harus bersiap menghadapi dua pesaing sekaligus di saat kehilangan keunggulan industri dan ekonominya.
Di Xinjiang barat jauh, citra satelit dan analisis ahli menunjukkan bahwa Tiongkok dengan cepat memperluas lokasi uji coba nuklir bersejarah.
Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan keberhasilan uji coba rudal jelajah bertenaga nuklir Burevestnik, di tengah meningkatnya serangan udara di Ukraina.
Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung menyatakan siap mendukung kesepakatan Donald Trump dan Kim Jong Un terkait pembekuan produksi senjata nuklir Korea Utara.
Peimpin Korea Utara, Kim Jong Un, serukan percepatan perluasan kemampuan senjata nuklir di negaranya.
BANK sentral Iran tampaknya menggunakan sejumlah besar mata uang kripto yang didukung oleh politikus Inggris, Nigel Farage, yaitu stablecoin Tether.
EKOSISTEM aset digital Iran melampaui angka US$7,78 miliar atau sekitar Rp132 triliun pada 2025. Ini tumbuh lebih cepat dibandingkan tahun sebelumnya.
DI tengah rezim Iran yang semakin terdesak, menghadapi tekanan luar biasa baik dari dalam maupun luar negeri, mata uang kripto muncul sebagai alternatif keuangan bagi banyak warganya.
UNTUK kesekian kalinya, Republik Islam Iran tidak ciut nyali menghadapi gertakan negara-negara Barat, terutama Amerika.
Presiden AS Donald Trump menolak memberikan kepastian terkait langkah militer terhadap Iran di tengah meningkatnya ketegangan kedua negara.
Memang realisme politik Trump untuk menahan kemerosotan AS merupakan preseden yang mengancam tatanan internasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved