Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joe Biden mengatakan bahwa dia tidak berpikir pendahulunya, Donald Trump, harus memiliki akses ke pengarahan intelijen karena perilakunya yang tidak menentu.
"Saya kira tidak," kata Biden dalam wawancara Jumat (5/2) malam ketika ditanya penyiar CBS Evening News Norah O'Donnell terkait Trump harus mendapatkan pengarahan atau tidak.
"Karena perilakunya yang tidak menentu yang tidak terkait dengan pemberontakan," ujarnya, merujuk pada penyerbuan Capitol AS pada 6 Januari oleh pendukung Trump. Mantan presiden AS biasanya menerima beberapa pengarahan intelijen bahkan setelah mereka meninggalkan jabatan.
Trump sering merendahkan komunitas intelijen dan tidak dikenal karena melakukan pengarahan panjang selama masa jabatannya di Gedung Putih. Partai Republik menghadapi persidangan pemakzulan keduanya minggu depan, kali ini dituduh memicu pemberontakan di Capitol dengan meminta orang-orang untuk melawan hasil pemilu.
Ditanya apa kekhawatiran terbesarnya jika Trump menerima informasi rahasia, Biden menolak. "Saya lebih suka tidak berspekulasi. Saya hanya berpikir bahwa dia tidak perlu memiliki pengarahan intelijen. Nilai apa yang memberinya briefing intelijen? Apa dampak yang dia miliki, selain fakta bahwa dia mungkin terpeleset dan mengatakan sesuatu?" tuturnya.
Wawancara tersebut dilakukan saat Kongres menyetujui anggaran yang akan membuka jalan bagi Biden untuk meloloskan bantuan covid-19 sebesar US$1,9 triliun. Tapi dia mengakui dalam wawancara CBS bahwa dia tidak mengharapkan proposalnya untuk menaikkan upah minimum menjadi US$15 per jam untuk dimasukkan.
"Dugaan saya tidak akan ada di dalamnya. Tapi saya pikir kami harus memiliki upah minimum, berdiri sendiri, US$15 per jam," ujarnya.
Meningkatkan upah minimum dapat melanggar aturan Senat tentang rekonsiliasi, alat yang akan digunakan Partai Demokrat untuk mengesahkan RUU bantuan virus korona Biden tanpa dukungan Partai Republik di Senat yang terpecah.
Biden mengatakan dia akan siap untuk menegosiasikan kenaikan upah secara terpisah dan kenaikan tersebut dapat dilakukan secara bertahap.
"Tidak ada yang harus bekerja 40 jam seminggu dan hidup di bawah upah kemiskinan. Jika menghasilkan kurang dari US$15 per jam, anda hidup di bawah upah kemiskinan,” kata Biden. Upah minimum federal saat ini sebesar US$7,25 per jam. (The Guardian/OL-14)
Donald Trump kembali mengeraskan sikap terhadap Iran.Trump menyebut pergantian rezim di Teheran sebagai solusi terbaik
DUA sekutu utama Amerika Serikat (AS) di Eropa, Polandia dan Italia memutuskan tidak bergabung dengan Dewan Perdamaian atau Board of Peace
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan Teheran tak akan tunduk pada tuntutan berlebihan AS terkait program nuklir, di tengah negosiasi dan meningkatnya ketegangan kawasan.
Menteri Energi AS Chris Wright sebut hubungan AS-Venezuela akan berubah drastis pasca penangkapan Nicolas Maduro. Fokus pada reformasi minyak dan kerja sama energi.
Presiden Prabowo Subianto dipastikan akan menghadiri KTT perdana Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian Gaza yang akan digelar di Amerika Serikat pekan depan.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan Indonesia berkomitmen membeli BBM dari Amerika Serikat senilai USD15 miliar sebagai bagian negosiasi dagang.
Donald Trump kembali mengeraskan sikap terhadap Iran.Trump menyebut pergantian rezim di Teheran sebagai solusi terbaik
Presiden Donald Trump mengancam akan mengerahkan kekuatan militer besar jika negosiasi nuklir dengan Iran gagal. AS kirim kapal induk ke Timur Tengah.
Di tengah ketegangan dengan AS terkait Greenland dan tarif dagang, Kanselir Jerman Friedrich Merz memperingatkan runtuhnya tatanan dunia di Konferensi Keamanan Munich.
Perseteruan memanas, pemerintahan Trump resmi menggugat Harvard atas dugaan penghambatan investigasi hak sipil terkait proses penerimaan mahasiswa.
PERSERIKATAN Bangsa-Bangsa atau PBB dan Rusia menyatakan tidak akan menghadiri pertemuan perdana Board of Peace yang dibentuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali memperingatkan Iran soal konsekuensi sangat traumatis jika gagal mencapai kesepakatan nuklir.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved