Selasa 02 Februari 2021, 16:03 WIB

Keberadaan Suu Kyi Tidak Diketahui Sejak Ditangkap Militer Myanmar

mediaindonesia.com | Internasional
Keberadaan Suu Kyi Tidak Diketahui Sejak Ditangkap Militer Myanmar

Sai Aung Main / AFP
Para pendukung Aung San Suu Kyi berunjuk rasa di Kota Yangoon, Myanmar.

 

KEBERADAAN Aung San Suu Kyi, Presiden Win Myint, serta para pemimpin Partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) lainnya masih belum diketahui sejak mereka ditangkap pada Senin (1/2) dini hari dalam kudeta oleh militer.  

Militer tidak memberikan informasi tentang di mana mereka ditahan atau bagaimana kondisi mereka.

Jalan-jalan di Myanmar sepi selama pemberlakuan jam malam untuk menghentikan penyebaran virus corona. Pasukan dan polisi anti huru-hara mengambil posisi di ibu kota, Naypyitaw, juga di kota pusat perdagangan utama, Yangon.

Pada Selasa pagi, sambungan telepon dan internet berjalan kembali tetapi tempat-tempat perbelanjaan yang biasanya ramai malah sepi. Bandara di pusat komersial Yangon ditutup.

Bank-bank mengatakan mereka akan buka kembali pada Selasa setelah menangguhkan layanan pada Senin.

Jenderal Min Aung Hlaing, yang hampir pensiun, menjanjikan pemilu yang bebas dan adil serta penyerahan kekuasaan kepada partai pemenang. Namun, ia tidak memberikan memberikan kerangka waktu soal pelaksanaan janji tersebut.

Sebelumnya dalam pernyataan yang disiapkan untuk mengantisipasi penangkapannya, Suu Kyi menyerukan protes terhadap kediktatoran militer.

Dalam mengonsolidasikan kudeta, junta militer mencopot 24 menteri dan menunjuk 11 orang pengganti untuk mengawasi berbagai kementerian, termasuk keuangan, pertahanan, urusan luar negeri, dan dalam negeri.

Biksu Buddha Shwe Nya War Sayadawa, yang dikenal karena dukungannya yang terang-terangan kepada NLD, berada di antara mereka yang ditangkap pada Senin. Biksu adalah kekuatan politik yang kuat di Myanmar, negara yang mayoritas penduduknya beragama Buddha.

Salah satu keprihatinan utama para diplomat PBB adalah nasib Muslim Rohingya serta kelompok-kelompok etnis minoritas lainnya, yang diusir dari negara itu oleh militer dan tinggal di kamp-kamp pengungsi di negara tetangga.

Bangladesh, yang menampung sekitar satu juta orang Rohingya, menyerukan "perdamaian dan stabilitas". Bangladesh berharap proses untuk memulangkan para pengungsi dapat bergerak maju. (Ant/OL-09)

Baca Juga

MI/Panca Syurkani

Kerusuhan Yerusalem, Warga Palestina Terluka Bertambah

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Minggu 09 Mei 2021, 15:44 WIB
Bulan Sabit Merah Palestina melaporkan sedikitnya 90 orang terluka pada bentrokan Sabtu (8/5) malam, sehari setelah pasukan Israel menyerbu...
AFP

India Laporkan 403.738 Kasus Covid-19 Baru dalam Sehari

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Minggu 09 Mei 2021, 14:58 WIB
Kementerian Kesehatan India melaporkan 403.738 kasus covid-19 baru dalam 24 jam, sehingga total kasus sejak pandemi dimulai menjadi 22,3...
SAEED KHAN / AFP

Tiga Hari Tanpa Kasus Covid-19, Sydney Tetap Terapkan Pembatasan

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 09 Mei 2021, 13:50 WIB
Negara bagian terpadat di Australia, New South Wales, mencatat tidak ada infeksi baru Covid-19 untuk hari ketiga berturut-turut hingga...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Berharap tidak Ada Guncangan Baru

LAPORAN Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2021 tumbuh di angka -0,74% (year on year/yoy).

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya