Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMIMPIN Proud Boys, Enrique Tarrio, ditangkap di Washington, DC, Senin (4/1) dengan tuduhan merusak properti dan pelanggaran senjata api. Proud Boys merupakan kelompok kekerasan sayap kanan pro-Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang dikenal karena perkelahian jalanan.
Tarrio ditangkap terkait perannya dalam membakar spanduk Black Lives Matter yang dirobohkan dari sebuah gereja Hitam bersejarah selama protes pro-Trump sebelumnya di Washington, 12 Desember 2020, dengan polisi DC dan Biro Federal Investigasi mengatakan mereka telah menyelidikinya sebagai potensi kejahatan rasial.
Polisi mengatakan Tarrio, yang tinggal di Miami, Florida, ditangkap setelah kedatangannya di District of Columbia.
Baca juga: Biden Pusing Trump Ngotot Pertahankan Kekuasaan
Polisi DC mengatakan Tarrio juga didakwa memiliki dua magasin amunisi berkapasitas tinggi, yang turut ditemukan ketika dia ditangkap.
District of Columbia, yang memiliki beberapa undang-undang senjata api paling ketat di AS, melarang kepemilikan magasin, senjata api yang menyimpan lebih dari 10 butir amunisi.
Seorang jurnalis yang menelepon Tarrio, Senin (4/1) sore, mengaku mendengar suara sirene dari ujung telepon. Dia pun menduga Tarrio telah ditangkap.
“Saya baru saja mewawancarai pemimpin Proud Boys Enrique Tarrio lewat telepon. Saat percakapan sedang berlangsung, terdengar suara sirene dari sana,” lapor jurnalis Will Carless.
Berikut pernyataan lengkap dari departemen kepolisian metropolitan (MPD) Washington DC tentang penangkapan Tarrio:
“Hari ini, 4 Januari 2021, saat memasuki Distrik Columbia dan sesuai dengan Surat Perintah Penangkapan Pengadilan Tinggi DC, anggota MPD menangkap Henry ‘Enrique’ Tarrio, 36 tahun, dari Miami, FL. Dia didakwa dengan Penghancuran Properti terkait dengan pelanggaran yang terjadi pada hari Sabtu, 12 Desember 2020 di blok 900 di 11th Street, Northwest. Pada saat penangkapannya, ia ditemukan memiliki dua magasin senjata api berkapasitas tinggi. Dia juga dikenakan biaya dengan Kepemilikan Perangkat Makan Berkapasitas Tinggi,” lapor MPD Washington DC.
Penangkapan Tarrio terjadi beberapa hari sebelum protes pro-Trump yang rencananya diadakan di Washington pada Rabu (6/1) dan diselenggarakan oleh Proud Boys serta aktivis sayap kanan lainnya yang menuding telah terjadi kecurangan dalam pemilu dan ingin membatalkan hasil pemilihan presiden untuk kepentingan Trump. (The Guardian/OL-1)
Donald Trump picu kecaman usai rayakan kematian Robert Mueller. Simak rekam jejak komentar kasar Trump terhadap tokoh yang telah wafat, dari McCain hingga Rob Reiner.
KETEGANGAN di Timur Tengah meningkat tajam setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan menghancurkan pembangkit listrik Iran
Pemerintahan Trump dilaporkan menyiapkan pasukan darat AS untuk potensi serangan ke Iran, meski Gedung Putih menegaskan belum ada keputusan militer resmi.
Iran bantah klaim Trump soal negosiasi & ancam negara sekutu AS. Simak update terkini kondisi Pulau Kharg hingga dampak tewasnya Ali Khamenei di sini
Pentagon ajukan dana Rp3.386 triliun untuk perang melawan Iran. Simak rincian biaya militer AS yang membengkak hingga dampak penutupan Selat Hormuz di sini.
Saat itu, Prabowo menegaskan bahwa dukungan terhadap kemerdekaan Palestina sekaligus mendorong solusi dua negara (two-state solution).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved