Headline

Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.

Tampil Full Bahasa Spanyol di Super Bowl, Bad Bunny Tuai Kecaman Donald Trump

Khoerun Nadif Rahmat
09/2/2026 16:19
Tampil Full Bahasa Spanyol di Super Bowl, Bad Bunny Tuai Kecaman Donald Trump
Presiden AS Donald Trump di Davos, Swiss (22/1/2026).(Antara/Xinhua)

BINTANG global asal Puerto Rico, Bad Bunny, sukses menyulap panggung Super Bowl 2026 di California menjadi pesta jalanan raksasa lewat penampilan bersejarah yang sepenuhnya berbahasa Spanyol.

Meski menuai pujian karena membawa pesan persatuan dan budaya Latin ke panggung utama Amerika Serikat, aksi panggung musisi berusia 31 tahun tersebut tetap memancing kecaman keras dari Presiden Donald Trump.

Antisipasi terhadap penampilan pemilik nama asli Benito Antonio Martinez Ocasio ini sudah memuncak sejak sebelum laga dimulai. Publik menanti apakah ia akan melontarkan kritik terbuka terhadap kebijakan imigrasi pemerintah AS.

Namun, Bad Bunny memilih jalur diplomasi budaya dengan menampilkan simbol-simbol emosional, seperti set perkebunan tebu, gerobak piragua tradisional, hingga kehadiran aktor ternama seperti Pedro Pascal dan Jessica Alba.

Membuka lewat hit "Titi Me Pregunto" dan lagu feminis "Yo Perreo Sola", Bad Bunny tampil enerjik dalam balutan busana serba putih. Ia baru menyentuh ranah politis secara halus saat membawakan "El Apagon" (Blackout). 

Lagu tersebut menyoroti masalah krisis listrik kronis dan penggusuran warga lokal di Puerto Rico. Puncaknya, ia membanting bola rugbi bertuliskan "Together, we are America" diiringi pesan di layar raksasa: "The only thing more powerful than hate is love."

Sentimen Negatif Trump

Meski mengusung semangat inklusivitas, penampilan itu tidak lepas dari bidikan Donald Trump. Melalui akun Truth Social miliknya, Trump menyebut pertunjukan tersebut sebagai "penghinaan terhadap keagungan Amerika."

Trump juga mengkritik penggunaan bahasa Spanyol dengan menyatakan tidak ada yang memahami ucapan sang penyanyi, mengabaikan fakta data pemerintah bahwa lebih dari 41 juta warga AS berkomunikasi dengan bahasa tersebut.

Kecaman ini sebenarnya sudah membayangi sejak pengumuman Bad Bunny sebagai penampil utama. Kelompok konservatif sempat memprotes keputusan NFL yang mengizinkan penampil tampil tanpa lagu berbahasa Inggris. Namun, Bad Bunny membuktikan kelasnya sebagai artis yang paling banyak diputar di Spotify selama empat tahun terakhir.

Bagi warga Puerto Rico, penampilan Bad Bunny adalah pencapaian bersejarah. Dari seorang pengemas barang di supermarket di Vega Baja hingga menjadi pemenang Album of the Year di Grammy lewat "Debi Tirar Mas Fotos", perjalanan karier Bad Bunny dianggap sebagai representasi keberhasilan identitas Latin.

"Bagi seseorang dari sini untuk berada di salah satu acara terpenting di Amerika Serikat adalah sumber kebanggaan bagi setiap warga Puerto Rico," ujar Olvin Reyes.

Penampilan ini ditutup dengan kejutan manis lewat kehadiran Lady Gaga yang membawakan versi Latin dari hitnya "Die with a Smile", satu-satunya bagian berbahasa Inggris dalam pertunjukan tersebut, serta ikon pop Ricky Martin yang ikut memeriahkan suasana. (AFP/Ndf/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya