Minggu 27 Desember 2020, 20:40 WIB

Saudi Pecat Ratusan Penceramah tidak Mengutuk Ikhwanul Muslimin

Mediaindonesia.com | Internasional
Saudi Pecat Ratusan Penceramah tidak Mengutuk Ikhwanul Muslimin

AFP/Khalil Mazraawi
Bendera Ikhwanul Muslimin di Yordania beberapa waktu lalu.

 

KERAJAAN Arab Saudi memecat sekitar 100 imam dan pemberi khotbah di masjid-masjid di Makkah dan Al-Qassim. Surat kabar Al-Watan melaporkan, ini karena mereka tidak mengutuk Ikhwanul Muslimin seperti yang diinstruksikan.

Dikutip dari Middle East Monitor, pekan lalu, Kementerian Urusan Islam, Dakwah, dan Bimbingan Saudi mengeluarkan instruksi untuk semua imam dan penceramah untuk mengkritik Ikhwanul Muslimin dan menyalahkan mereka karena menimbulkan perbedaan dan perpecahan dalam masyarakat.

Bulan lalu, kementerian memerintahkan para pengkhotbah untuk mendedikasikan khotbah Jumat untuk mendukung pernyataan kontroversial yang dikeluarkan oleh Dewan Cendekiawan Senior Saudi. Dewan tersebut menggambarkan kelompok itu sebagai organisasi teroris yang tidak mewakili ajaran Islam yang sebenarnya melainkan melayani partisannya.

Arab Saudi secara resmi menetapkan Ikhwanul Muslimin sebagai organisasi teroris pada 2014 dan melarangnya di wilayah tersebut.

Pada 1950-an, Arab Saudi memberi perlindungan bagi ribuan aktivis Ikhwanul Muslimin yang menghadapi penjara dan penindasan di Mesir, Suriah, dan tempat lain. Kelompok tersebut segera mendapatkan pengaruh di kerajaan.

Putusnya hubungan terjadi setelah invasi Irak pada 1990 ke Kuwait dan keterlibatan Saudi dalam invasi pimpinan AS pada 2003 ke Irak. Kelompok itu secara terbuka mengkritik kehadiran militer AS di kerajaan dan afiliasinya untuk mencari reformasi politik.

Pihak berwenang menyalahkan gerakan tersebut karena menyebarkan perbedaan pendapat. Pada 2002, menteri dalam negeri mengatakan Ikhwanul Muslimin adalah sumber dari semua kejahatan di kerajaan.

Pada 2013, Saudi mendukung kudeta militer di Mesir yang membuat Menteri Pertahanan Abdel Fattah Al-Sisi menggulingkan Presiden Mohamed Morsi yang terpilih secara demokratis pertama di negara itu yang berasal dari Ikhwanul Muslimin. (OL-14)

Baca Juga

Carl-Olof ZIMMERMAN / TT News Agency / AFP

Di Negara ini, Warga yang Sudah Divaksin Dapat Kelonggaran

👤Antara 🕔Sabtu 17 April 2021, 01:50 WIB
Sekitar 2,2 juta dari 10,4 juta populasi Swedia telah menerima setidaknya satu dosis...
Metro Tv/Laela Zahra

Korsel Perkuat Diplomasi di ASEAN lewat The New Southern Policy

👤Laela Zahra 🕔Jumat 16 April 2021, 21:34 WIB
Melalui kebijakan The New Southern Policy, Korea ingin memvariasikan hubungan dengan negara-negara...
AFP/Fayez Nureldine.

Kota Mawar di Saudi Bermekaran dan Mewangi saat Ramadan

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 16 April 2021, 21:18 WIB
Pada April, bunga-bunga itu dipanen untuk minyak esensial yang digunakan untuk membersihkan dinding luar dari Kakbah yang...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Maksimalkan Target di Ajang Pramusim

EMPAT tim semifinalis Piala Menpora, yakni PSS Sleman, Persib Bandung, Persija Jakarta, dan PSM Makassar, akan memaksimalkan turnamen pramusim sebelum berlanjut ke Liga 1

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya