Headline

Faktor penyebab anak mengakhiri hidup bukan tunggal.

Presiden Jokowi Dorong Ketahanan Kesehatan di ASEAN

Dhika kusuma winata
14/11/2020 17:35
Presiden Jokowi Dorong Ketahanan Kesehatan di ASEAN
Presiden Joko Widodo(Biro Pers Sekreatariat Presiden/Muchlis Jr)

PRESIDEN Joko Widodo mendorong kemampuan negara-negara ASEAN Plus Three (APT) untuk memperkuat ketahanan kesehatan. Hal itu berkaca dari pengalaman pandemi covid-19 saat ini. Dengan adanya ketahanan kesehatan, negara-negara di kawasan diharapkan siap menghadapi potensi pandemi di masa depan.

"Pertama, pembangunan infrastruktur kesehatan di tingkat nasional. Ketahanan kesehatan kawasan haruslah dimulai dari infrastruktur kesehatan yang memadai di tingkat nasional," ucap Jokowi dalam pidatonya di KTT ke-23 APT secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Sabtu (14/11).

Presiden Jokowi mengatakan masing-masing negara harus berinvestasi untuk menjamin akses kesehatan dengan harga terjangkau. Upaya tersebut nantinya akan memperbaiki ketahanan masyarakat dan kesiapsiagaan serta kapasitas kesehatan publik di masa darurat.

"Selain itu, kita juga harus membangun kapasitas teknologi kesehatan digital sebagai bagian dari infrastruktur kesehatan publik. Layanan akses online ke telehealth menjadi kian relevan di masa pandemi. Negara mitra di ASEAN Plus Three harus berkolaborasi membangun infrastruktur kesehatan masing-masing negara di kawasan," imbuhnya.

Presiden mengatakan pembangunan industri kesehatan di kawasan juga harus segera dilakukan untuk memperkuat mekanisme ketahanan kesehatan. Menurutnya, landemi saat ini memberikan pelajaran pentingnya industri kesehatan yang kuat di kawasan, baik industri alat kesehatan, obat-obatan, bahan baku obat, farmasi, maupun vaksin.

Kepala Negara berpendapat kawasan harus memiliki peta jalan untuk memperkuat berbagai industri tersebut. Industri kesehatan juga harus ditopang oleh kapasitas penelitian dan pengembangan di sektor kesehatan.

"Untuk itu, penting bagi kita untuk menjadikan kawasan ASEAN Plus Three sebagai medical-sciences hub terutama di masa dan pascapandemi," tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Jokowi juga menyinggung pentingnya pembentukan kerangka kawasan yang komprehensif dalam menghadapi pandemi. Kerangka ini meliputi sistem dan standar prosedur di masa pandemi, sistem peringatan dini, sistem ketersediaan alat kesehatan, obat-obatan, hingga keberadaan vaksin di kawasan.

Terkait hal itu, Presiden menyebut dibutuhkan keberadaan ASEAN Center for Public Health Emergencies and Emerging Diseases. Jokowi menyatakan kesiapan Indonesia untuk menjadi tuan rumah bagi pusat operasi tersebut.

"Pandemi ini harus menjadi wake up call bagi kita untuk memperbaiki sistem kesehatan baik di tingkat nasional maupun di kawasan. Recover together, recover stronger," tandasnya.

Dalam KTT tersebut, mitra ASEAN yang hadir yakni Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga, Perdana Menteri Tiongkok Li Keqiang, dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in.(OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya