Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
MENGHADAPI tantangan stabilitas dan keamanan baik di kawasan maupun global yang terus meningkat, Indonesia tetap konsisten untuk menjalankan politik luar negeri yang bebas dan aktif. Bahkan di tengah memanasnya hubungan AS-Tiongkok yang merupakan negara sahabat, Indonesia justru mendorong upaya penyelesaian konflik secara damai.
"Karena saat terjadi perseteruan AS - Tiongkok, tidak ada negara yang berdiri di tengah. Namun, Indonesia mampu dan secara konsisten menyuarakan penyelesaian secara damai atau melalui PBB. Langkah diplomatik Indonesia yang tanpa kekerasan menjadi unggulan, kredibel, dapat diandalkan," ungkap Pengamat Hubungan Internasional Universitas Padjajaran (Unpad) Teuku Rezasyah menanggapi kunjungan Menlu AS Mike Pompeo ke Jakarta, Kamis (29/10).
Dia mengatakan, di tengah pandemi banyak kunjungan keja pemerintah-pemerintah di dunia di lakukan secara virtual. Namun, apa yang mendorong pejabat AS itu harus datang ke Jakarta adalah posisi penting Indonesia saat ini.
Menurut Teuku, Indonesia menolak untuk terlibat dalam grup The Quad yakni AS, Jepang, India dan Australia. Indonesia pun menolak menyediakan wilayahnya untuk dijadikan basis pertahanan baik untuk AS maupun Tiongkok.
"Pompeo tahu Indonesia tidak mudah dipengaruhi, tidak mau mengikuti atau medukung salah satu pihak. Statement penyelesaian konflik damai Indonesia secara level teori dan praktik itu dilaksanakan," tambahnya.
Dengan menjadi mitra strategis tersebut, dimana Indonesia ingin AS menjadi true friend, maka hubungan kedua negara bisa terus meningkat. Secara khusus untuk berbagai kesepakatan kerja sama ekonomi dan pertahanan.
Indonesia dan AS bisa memperjuangkan kepentingan bersama seperti menjaga stabilitas dan keamanan, memperjuangkan terwujudnya nilai-nilai HAM dan lain-lain. Di sektor ekonomi, hubungan keduanya menjadi penting secara khusus dalam upaya pemulihan ekonomi akibat pandemi.
"Meningkatkan perdagangan, mempercepat relokasi perusahaan-perusahaan AS dari Tiongkok. Ini undangan yang bermanfaat. Momnetum ini harus diikuti dengan perbaikan di dalam negeri," pungkasnya.(OL-13)
Baca Juga: Indonesia-AS Perkuat Kerja Sama di Masa Pandemi
LANGKAH Indonesia bergabung sebagai anggota awal Board of Peace (BoP) dinilai sebagai pisau bermata dua bagi diplomasi nasional.
Upaya diplomatik global belakangan lebih banyak digerakkan oleh kepemimpinan Amerika Serikat dibandingkan forum internasional.
Donald Trump kembali mengeraskan sikap terhadap Iran.Trump menyebut pergantian rezim di Teheran sebagai solusi terbaik
DUA sekutu utama Amerika Serikat (AS) di Eropa, Polandia dan Italia memutuskan tidak bergabung dengan Dewan Perdamaian atau Board of Peace
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan Teheran tak akan tunduk pada tuntutan berlebihan AS terkait program nuklir, di tengah negosiasi dan meningkatnya ketegangan kawasan.
Menteri Energi AS Chris Wright sebut hubungan AS-Venezuela akan berubah drastis pasca penangkapan Nicolas Maduro. Fokus pada reformasi minyak dan kerja sama energi.
Dalam pertemuan antara Prabowo dengan perwakilan ormas Islam dan sejumlah tokoh muslim, yang jumlahnya sekitar 40 orang lebih, Prabowo menjelaskan alasan Indonesia bergabung BoP.
Dewan Perdamaian Trump
Menhan Pakistan Khawaja Asif sebut AS standar ganda: Harusnya tangkap PM Israel Netanyahu sebagai penjahat kemanusiaan, bukan culik Presiden Venezuela Maduro.
Presiden Prabowo Subianto sukses memperkuat diplomasi ekonomi global lewat kunjungan beruntun Presiden Brasil dan Afrika Selatan.
Penunjukan menteri yang merupakan sosok dekat secara personal dengan Presiden Prabowo bisa membawa kelebihan, namun juga mengandung risiko.
PADA tanggal 16 Januari 2025 Menteri Luar Negeri Sugiono telah mengukuhkan kepengurusan Indonesian Council on World Affairs (ICWA).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved