Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
PERUSAHAAN garmen Swiss H&M, Selasa (15/9), mengakhiri hubungan mereka dengan produser benang asal Tiongkok atas tuduhan kerja paksa yang melibatkan kelompok minoritas Uighur di Provinsi Xinjiang.
H&M menegaskan mereka tidak bekerja sama dengan perusahaan garmen di kawasan itu dan tidak lagi akan memasuk kapas dari Xinjiang, produsen kapas terbesar di Tiongkok.
Laporan dari Australia Strategic Policy Institute (ASPI), yang diterbitkan Maret lalu, menuding H&M sebagai salah satu perusahaan yang diuntungkan dengan program kerja paksa di Tiongkok lewat kerja sama mereka dengan perusahaan benang Huafu di Anhui.
Baca juga: Hong Kong Catat Nol Kasus Impor Pertama Sejak Awal Juli
Namun, H&M, dalam sebuah pernyataan resmi, menegaskan mereka tidak memiliki hubungan dengan pabri di Anhui maupun operas Huafu di Xinjiang.
Meski begitu, H&M mengakui mereka memiliki hubungan tidak langsung dengan sebuah pemintalah di Shangyu, Provinsi Zhejiang, yang dimiliki Huafu.
"Meski tidak ada indikasi kerja paksa di pemintalan di Shangyu, kami memutuskan, hingga ada kejelasan mengenai tudingan kerja paksa, kami akan menghentikan kerja sama dengan Huafu selama 12 bulan ke depan," ungkap H&M dalam sebuah keterangan resmi.
H&M menambahkan, mereka akan melakukan penyelidikan terhadap semua perusahaan garmen rekan mereka di Tiongkok untuk memastikan tidak ada praktik kerja paksa.
Dunia internasional semakin menekan Tiongkok terkait aksi mereka di wilayah Xinjiang. Senin (14/9), Uni Eropa menekan Tiongkok untuk mengizinkan pengamat independen masuk ke Xinjiang dengan ancaman akan mengaitkan masalah HAM dengan kesepakatan dagang dengan Beijing di masa depan.
Kelompok HAM menyebut jutaan warga Uighur ditempatkan di kamp edukasi ulang yang disebut Beijing sebagai pusat pelatihan vokasi demi mementaskan kemiskinan dan menghapuskan radikalisme Islam.
Tiongkok menyebut kritik terkait Xinjiang bersifat politis dan didasari pada kebohongan mengenai apa yang sebenarnya terjadi di wilayah itu.
Pada Senin (14/9), bea cukai Amerika Serikat melarang masuknya produk kapas, garmen, dan perawatan rambut asal Xinjiang dengan tudingan dibuat melalui kerja paksa. (AFP/OL-1)
Perusahaan-perusahaan pertahanan terbesar di Amerika Serikat telah sepakat untuk melipatgandakan produksiĀ empat kali lipat.
Menlu Tiongkok Wang Yi kecam perang di Timur Tengah dan desak AS kelola hubungan bilateral. Beijing tegaskan aliansi dengan Rusia tetap kokoh di tengah krisis global.
Kegiatan ini dilaksanakan guna menunjukkan kepedulian dan tanggung jawab sosial mahasiswa Indonesia bukan hanya di Tiongkok melainkan pula di tanah air.
Laporan CNN menyebut Tiongkok mulai alihkan dukungan finansial dan komponen rudal ke Iran. Simak analisis dampak geopolitik dan keterlibatan Rusia
Jubir NPC Tiongkok Lou Qinjian tegaskan tak ada negara boleh dominasi urusan internasional. Simak poin penting sidang parlemen Tiongkok 2026 di sini.
Wang mengatakan kepada Menteri Luar Negeri Arab Saudi Faisal bin Farhan bin Abdullah bahwa ia menghargai sikap menahan diri Riyadh.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved