Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
PERDANA Menteri Inggris Boris Johnson, Minggu (6/9), menetapkan 15 Oktober sebagai tenggat untuk kesepakatan pasca-Brexit dengan Uni Eropa, melupakan ketakutan tidak adanya kesepakatan jika pembicaraan gagal.
Putaran kedelapan dari negosiasi berlanjut di London pada pekan ini dengan kedua pihak bersikukuh pada posisi masing-masing.
Pemimpin negosiasi Inggris David Frost semakin meminimkan harapan adanya kesepakatan dengan menegaskan London tidak akan berkompromi sedikut pun.
Baca juga: Kasus Baru Covid-19 di Inggris Nyaris 3 Ribu dalam 24 Jam
Adapun negosiator Uni Eropa, Michel Barnier, pekan ini, mengatakan perundingan sangat tergantung dari pemberian aksen pada Uni Eropa ke kawasan perikanan Inggris namun Inggris menolak.
Brussels, sebelumnya, sudah mengatakan bahwa Oktober adalah tanggal terakhir kesepakatan harus sudah disepakati. Johnson akhirnya mengakui hal itu.
"Ada keharusan kesepakatan dengan rekan-rekan kami di Eropa sebelum pertemuan Komisi Eropa pada 15 Oktober jika ingin ada aturan yang berlaku pada akhir tahun," ujar Johnson.
"Jika tidak ada kesepakatan pada saat itu maka tidak akan ada kesepakatan perdagangan bebas antara kita," imbuhnya. (AFP/OL-1)
Pemerintah Inggris investasi £100 juta buka kembali pabrik CO2 di Teesside. Langkah darurat ini diambil guna menjaga pasokan pangan di tengah konflik Iran.
KABAR bohong atau hoaks mengenai pemberlakuan penguncian wilayah (lockdown) di Kent, Inggris, mulai Mei 2026 akibat wabah meningitis, beredar luas di media sosial.
Wabah meningitis MenB di Inggris terkait klaster kampus. Kenali gejala awal, cara penularan, dan langkah pencegahannya.
UKHSA melaporkan 29 kasus penyakit meningokokus di Kent, Inggris, dengan dua korban jiwa. Otoritas kesehatan terus lakukan vaksinasi dan pemberian antibiotik.
TIM perencana militer dari Inggris dilaporkan tengah bekerja sama dengan militer Amerika Serikat (AS) untuk menyusun langkah membuka kembali Selat Hormuz.
Pemerintah AS menginginkan Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Australia, Kanada, yordania, Jepang, Korea Selatan, dan negara-negara Teluk untuk bergabung dalam koalisi tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved