Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
TIONGKOK telah memerintahkan personel militer mereka untuk tidak melakukan tembakan pertama bila terjadi insiden tak terkendali di Laut China Selatan. Langkah
itu juga merupakan upaya mengurangi ketegangan dengan Amerika Serikat.
Sebuah sumber mengatakan kepada situs berita South China Morning Post bahwa Tiongkok tak menginginkan situasi memburuk. Beijing pun telah memerintahkan pilot
dan perwira angkatan laut untuk menahan diri dalam pertikaian dengan pesawat dan kapal perang AS.
Beijing yang awalnya keras menentang AS kini diketahui sikapnya mulai melunak. Akan tetapi, militernya masih tetap waspada untuk mengimbangi kekuatan AS.
Sumber lainnya yang dekat dengan militer juga mengatakan Beijing telah berkomunikasi melalui berbagai saluran kepada AS. Tiongkok telah mengatakan kepada
militer mereka jangan pernah menembak lebih dulu sebagai isyarat niat baik untuk menjaga situasi tetap terkendali.
“Mudah memberi perintah untuk menembak, tetapi baik Tiongkok maupun AS tidak dapat mengendalikan konsekuensinya. Situasi saat ini sangat tegang dan sangat
berbahaya,” kata sumber tersebut.
Sumber lain mengatakan kedua pihak telah menetapkan protokol untuk menangani pertemuan militer, tetapi pengaturan itu perlu dimutakhirkan untuk mencerminkan
situasi terbaru. Sumber itu tidak merinci apakah hal tersebut dibicarakan dua menteri pertahanan, Mark Esper dan Wei Fenghe, dalam percakapan 6 Agustus lalu.
Selain itu, Menteri Luar Negeri Wang Yi mengambil pendekatan yang lebih berdamai ketika membahas Laut China Selatan. Dalam wawancara dengan kantor berita negara
Xinhua pekan lalu, Wang tidak menyebutkan ‘sembilan garis putus-putus’ yang menandai klaim Tiongkok atas 90% perairan yang disengketakan.
Sebaliknya dia mengatakan Laut China Selatan ialah rumah bersama bagi negara- negara di kawasan dan seharusnya tidak menjadi tempat pergulatan bagi politik
internasional.
Namun, Wang mengatakan AS telah melanggar komitmen mereka untuk tidak memihak dalam perselisihan Beijing dengan negara-negara pengeklaim Laut China
Selatan lainnya dan menuduh AS berusaha membuat perpecahan antara Tiongkok dan negara-negara ASEAN. (AFP/Van/X-11)
TIONGKOK meminta Presiden Amerika Serikat menghentikan operasi militer terhadap Iran. Sebelumnya Presiden AS Donald Trump mengancam akan meningkatkan serangan ke negara teluk tersebut.
Tiongkok berhasil melampaui batas Greenwald pada reaktor fusi EAST, membuka jalan menuju plasma stabil dan energi bersih tak terbatas di masa depan.
Tidak hanya prajurit gugur, dua prajurit TNI lain atas nama Lettu (Inf) Sulthan Wirdean Maulana dan Praka Deni Rianto juga mengalami luka-luka.
Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk memperkuat ekosistem pangan nasional melalui kerja sama ekonomi strategis dengan Tiongkok.
Wang Churan semakin populer berkat kesuksesan dramanya dan visual yang mencuri perhatian. Intip perjalanan karier, prestasi, hingga proyek terbarunya.
Presiden Prabowo terima Menteri Keamanan Tiongkok Chen Yi Xin di Istana Negara. Bahas penguatan kerja sama keamanan dan intelijen BIN-MSS demi stabilitas kawasan.
GANJAR Pranowo melontarkan gagasan Kesepakatan Sementara untuk menyelesaikan konflik Laut China Selatan. Hal itu disinggung Ganjar pada Debat Capres-Cawapres Ketiga
"Yang berikutnya bagaimana patroli bisa kita perkuat juga di wilayah Laut China Selatan," kata Ganjar.
Tiongkok pada Kamis (4/1) mengecam tindakan provokatif yang dilakukan oleh Amerika Serikat (AS) dan sekutunya, Filipina di Laut Cina Selatan
Penetapan landas kontinen merupakan tugas yang perlu segera dilaksanakan oleh pemangku kepentingan. Mulai dari ilmuwan kelautan, peneliti bidang maritim, serta pemerintah.
JEPANG dan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) menyepakati perluasan hubungan di bidang keamanan dan ekonomi di tengah meningkatnya pengaruh Tiongkok.
Beijing menuduh AS secara sengaja telah mengacaukan LCS dan melanggar kedaulatan Beijing.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved