Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
PIHAK keamanan Libanon terus menyelidiki penyebab ledakan dahsyat yang mengguncang pelabuhan Beirut pada Selasa (4/8) sore.
Saat ini mereka berfokus pada kemungkinan adanya kelalaian dalam penyimpanan berton-ton bahan pupuk amonium nitrat.
Dikutip dari situs berita Al Ja zeera, pemerintah Libanon telah memerintahkan untuk me nahan beberapa pejabat pelabuhan guna membantu proses penyelidikan.
Hingga kini penyebab ledakan belum diketahui secara pasti. Otoritas mengaitkan ledakan itu dengan terbakarnya gudang berisi sekitar 2.750 ton amonium nitrat yang sudah tersimpan selama enam tahun.
Ledakan yang mengirimkan gelombang kejut itu menewaskan sedikitnya 135 orang dan melukai 5.000 lainnya.
Para pejabat memperkirakan jumlah korban tewas akan bertambah karena tim penyelamat masih terus mencari korban yang terjebak reruntuhan.
Warga Libanon kini banyak yang menyuarakan kemarahan terhadap pemerintah yang dinilai lalai.
“Kita tidak bisa membiarkan kondisi seperti ini terus-menerus. Seluruh pejabat harus diganti,” kecam seorang warga, Mohammad Suyur, 30, yang sedang membersihkan puing-puing di Mar Mikhail, salah satu lokasi yang hancur oleh dampak ledakan.
Prancis bertindak
Presiden Prancis Emmanuel Macron kemarin tiba di Libanon dan menjadi pemimpin dunia pertama yang mengunjungi Beirut setelah terjadi ledakan dahsyat.
Libanon merupakan bekas koloni Prancis dan tetap menjalin hubungan baik terutama di saat krisis saat ini.
Macron disambut Presiden Libanon Michel Aoun dan mengunjungi pelabuhan untuk bertemu tim penyelamat Libanon dan Prancis di lokasi bencana.
Saat memeriksa reruntuhan sebuah apotek, Macron disambut warga yang meminta Prancis agar menyelamatkan mereka dari ketidakbecusan para pemimpin Libanon.
“Saya sudah mendesak para pemimpin Libanon untuk menerima kesepakatan politik terbaru dan mengubah sistem, mencegah perpecahan, dan melawan korupsi,” kata Macron kepada warga.
Jaksa Paris, Rémy Heitz, mengatakan sedikitnya 21 warga Prancis terluka dalam ledakan itu. Pihaknya telah membuka opsi penyelidikan atas cedera akibat kelalaian dan menggunakan yurisdiksi untuk menyelidiki tindakan yang dilakukan di luar negeri. (AFP/Van/X-11)
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pada Rabu (21/1) bahwa beberapa wilayah di Eropa tidak lagi dapat dikenali. Benua itu disebutnya tidak menuju ke jalan yang benar.
PEMERINTAH Amerika Serikat meminta negara-negara Eropa tidak bereaksi emosional terhadap rencana Presiden Donald Trump terkait Greenland.
USULAN Dewan Perdamaian Presiden AS Donald Trump dimulai dengan kurang baik. Presiden Prancis Emmanuel Macron segera menolak undangan menjadi anggota dewan tersebut.
ANGGOTA pertama kelompok yang nanti disebut Garda Revolusi Iran (IRGC) dilatih dalam desa terpencil di luar Paris, Prancis.
AS melancarkan serangan besar-besaran terhadap Venezuela, menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, dan membawa mereka ke New York.
Presiden Prancis Emmanuel Macron kecam kebijakan Trump tarik AS dari 66 organisasi internasional & isu Greenland. Peringatkan krisis kepemimpinan global.
AMERIKA Serikat menetapkan organisasi Ikhwanul Muslimin di Mesir, Libanon, dan Yordania sebagai kelompok teroris. Maklum, organisasi itu sudah lama menjadi musuh Israel.
Militer Israel mengklaim serangannya menewaskan tiga anggota Hizbullah.
Presiden Libanon Joseph Aoun menegaskan komitmen pemerintah untuk mengutamakan perdamaian sekaligus menata ulang keamanan domestik.
Militer Israel kembali melancarkan serangan udara di Libanon selatan kurang dari sehari setelah pembicaraan langsung pertama.
Pertemuan yang berlangsung di markas UNIFIL menjadi babak baru dari mekanisme pemantauan gencatan senjata setahun terakhir di tengah perang Israel-Hizbullah.
PAUS Leo XIV menyerukan diakhiri perang antara Israel dan Hizbullah di Libanon, kemarin.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved