Kamis 06 Agustus 2020, 16:41 WIB

Covid-19, Papua Nugini Hentikan Operasional Tambang Terbesar

Faustinus Nua | Internasional
Covid-19, Papua Nugini Hentikan Operasional Tambang Terbesar

Ilustrasi
Pertambangan

 

PANDEMI virus korona (covid-19) yang telah mewabah di Papua Nugini memaksa penutupan tambang terbesar di negara itu.

Pada Kamis (6/8), perusahaan Ok Tedi Mining mengatakan telah memutuskan untuk segera menghentikan operasi selama setidaknya 14 hari. Hal itu lantaran adanya 7 kasus terdeteksi di fasilitas dekat perbatasan Indonesia.

"Karyawan yang saat ini bekerja, bepergian ke dan dari tempat kerja dengan bus," tulis Ok Tedi dalam sebuah pernyataan.

"Sepertinya lebih banyak orang telah terinfeksi, sehingga meningkatkan risiko penularan cepat yang tidak dapat diterima dalam angkatan kerja Ok Tedi."

Baca juga : Rekor, India Catat 904 Kematian Akibat Covid-19 dalam Sehari

Dikutip SCMP, penyebaran virus itu diduga berawal dari seorang pekerja tambang yang tiba dari ibu kota Port Moresby. Pasalnya, kota yang sekarang dilockdown tengah berjuang melawan lonjakan penyebaran pandemi. Sehingga, untuk menghentikannya, perusahaan harus menghentikan operasionalnya dan mempertegas penerapan protokol kesehatan.

Diketahui, tambang tembaga dan emas yang berada di dataran tinggi Papua Nugini dan terpencil itu mempekerjakan ribuan orang. Dengan jarak sekitar 800 mil dari ibukota, tambang itu menyumbang sekitar 7% dari PDB negara itu.

Sejak mulai beroperasi pada tahun 1984, masalah lingkungan menjadi sorotan yanh berlangsung lama. Namun, Ok Tedi tetap penting bagi perekonomian Papua Nugini karena memberikan pendapatan pajak yang sangat dibutuhkan pemerintah.(SCMP/OL-2)

 

Baca Juga

AFP/Alex Edelman

Kandidat Menlu AS akan Segera Evaluasi Label Teroris Huthi

👤Basuki Eka Purnama 🕔Rabu 20 Januari 2021, 06:17 WIB
Hal itu dilakukan karena khawatir krisis kemanusiaan di Yaman akan...
AFP/JOSHUA ROBERTS

Biden Siapkan Reformasi Imigrasi

👤Basuki Eka Purnama 🕔Rabu 20 Januari 2021, 05:54 WIB
Reformasi itu akan mencakup jalur untuk mendapatkan kewarganegaraan bagi jutaan penduduk ilegal AS dan kemungkinan suaka bagi mereka yang...
AFP/Angela Weiss

Banyak Laporan Laba, Saham di Wall Street Meroket

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 20 Januari 2021, 02:15 WIB
Delapan dari 11 sektor utama Indeks S&P 500 naik pada perdagangan pagi, dengan energi naik 1,7 persen, melampaui...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya