Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PANDEMI covid-19 yang merebak telah memukul perekonomian Hong Kong. Puluhan ribu orang harus berjuang untuk bertahan hidup di masa krisis dan banyak yang kehilangan pekerjaan.
Selama berbulan-bulan dalam ketidakpastian, mereka kini harus menggunakan tabungan, meminta bantuan anggota keluarga, atau meminjam untuk bertahan hidup. Yang paling putus asa harus menggunakan permohonan bantuan kesejahteraan sosial.
Xu Guiquan, 62, misalnya, sudah jarang mendapat pesanan dari pelanggan. Ia bekerja sebagai pelukis. “Saya hanya bekerja lima atau enam hari sebulan. Saya pergi keluar setiap
hari untuk mencari kerja, tetapi sebagian besar tidak berhasil,” tutur migran asal Tiongkok yang tinggal bersama istrinya itu kepada situs harian South China Morning Post.
Sebelum protes antipemerintah meletus pada Juni tahun lalu, Xu Guiquan mendapatkan pekerjaan dari perusahaan konstruksi dan menghasilkan lebih dari HK$20 ribu per bulan.
Kerusuhan itu memengaruhi penghidupannya. Dia tidak bisa pergi ke tempat kerja lantaran banyak jalan diblokir.
Penghasilannya pun turun menjadi sekitar HK$8.000 per bulan. Pandemi saat ini memperburuk situasinya. Sejak Februari, penghasilannya menyusut di bawah HK$6.000
per bulan, padahal ia harus membayar HK$4.000 untuk sewa tempat tinggal.
Tanpa tabungan, pasangan itu telah mengencangkan ikat pinggang, hanya membeli daging beku termurah dan makanan kaleng. “Untungnya kami menerima bantuan
pemerintah HK$7.500 satu kali untuk mereka yang berada di sektor konstruksi,” katanya.
Pasangan itu belum meminta bantuan anak-anak mereka di Tiongkok karena samasama tidak banyak mendapat penghasilan.
Jika situasi tidak membaik, Xu mengatakan mungkin akan mengajukan permohonanan kesejahteraan sosial atau bahkan kembali ke Tiongkok.
Warga lainnya, ibu berstatus orangtua tunggal bernama Diane Lau, 34, juga harus kehilangan pekerjaan sebagai instruktur keramik dan tidak mendapat pesangon. “Saya
sedih. Saya harus membayar sewa bulanan sebesar HK$2.000 untuk tempat tinggal, padahal saya tidak punya tabungan,” keluh Diane yang biasanya mendapat penghasilan
HK$7.000 sebulan.
Dia juga harus menanggung hidup anaknya yang berusia 12 tahun. Sementara itu, mantan suaminya tidak berkontribusi apa-apa. Untuk bertahan, Diane dan putranya harus memakai
pakaian bekas, menghindari makan di luar, dan selalu menggunakan angkutan umum.
“Saya enggan mengajukan permohonan bantuan kesejahteraan sosial karena selalu ingin mandiri. Tapi agaknya tidak ada cara lain karena saya pikir saya tidak akan bisa
mendapat pekerjaan dalam dua-tiga tahun ke depan,” ungkap Diane.
Pengangguran melonjak
Tingkat pengangguran di Hong Kong kini sudah melonjak ke level tertinggi dalam 15 tahun terakhir. Dalam periode April hingga Juni 2020, angka pengangguran mencapai
6,2% atau melampaui situasi terburuk saat krisis keuangan global 2008. Total jumlah penganggur membengkak menjadi 240.700 orang untuk periode tiga bulan ini.
Sektor makanan dan minuman paling terpukul dengan tingkat pengangguran 14,7%. Itu diikuti sektor konstruksi 11,2% lalu seni, hiburan, dan rekreasi 10,8%, sektor hotel 9,5%,
dan ritel di 7,7%. Sementara itu, Hong Kong masih harus menghadapi gelombang ketiga infeksi covid-19. Pada Minggu (2/8), dilaporkan 115 kasus baru dan 35 meninggal.
Billy Chan Chun-wai , 30, termasuk yang masih beruntung karena masih bisa menghasilkan HK$10 ribu sebulan dengan menjadi karyawan tidak tetap di sebuah pertokoan besar.
Namun, dulu dia bisa mendapat HK$15 ribu sebulan ditambah komisi dan bonus sebelum protes antipemerintah Hong Kong pecah tahun lalu. Sekarang pandemi telah memperburuk
prospeknya untuk menemukan pekerjaan penuh waktu. Dia melamar ke hampir 20 pekerjaan ritel dalam lima bulan terakhir, tetapi tidak menerima satu pun panggilan.
“Ini istirahat terpanjang yang pernah kualami sejak meninggalkan sekolah. Saya pikir saya tidak akan bisa mendapatkan pekerjaan dalam beberapa bulan mendatang,” ujarnya.
(Faustinus Nua/X-11)
Taipan media Jimmy Lai dijatuhi hukuman 20 tahun penjara atas tuduhan keamanan nasional. Dunia internasional kini menanti langkah Donald Trump.
Pada gim pembuka, mereka terus berada di bawah tekanan pasangan Hong Kong hingga tertinggal 9-11 pada interval.
Pemerintah Tiongkok menjadikan Pulau Hainan sebagai kawasan perdagangan bebas terbesar dengan proyek senilai Rp1.800 triliun yang disebut sebagai Hong Kong baru. Investor menyambut positif
PEMERINTAH Tiongkok resmi membuka ekonominya dengan membangun Pulau Hainan sebagai kawasan perdagangan bebas terbesar. Proyek senilai US$113 miliar atau disebut Hong Kong baru
Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Hong Kong mengonfirmasi bahwa 129 warga negara Indonesia (WNI) berhasil selamat dari peristiwa kebakaran.
Otoritas Hong Kong memerintahkan pelepasan jaring scaffolding setelah kebakaran di Wang Fuk Court menewaskan 159 orang.
PENURUNAN tingkat pengangguran nasional tidak serta-merta mencerminkan perbaikan kualitas pasar kerja.
BADAN Pusat Statistik (BPS) menyampaikan bahwa penduduk bekerja pada November 2025 tercatat sebesar 147,91 juta orang.
Baznas RI bersama PT Paragon Technology and Innovation kembali memberikan pelatihan menjahit bagi para penerima manfaat zakat (mustahik) di Kabupaten Kendal dan Kabupaten Semarang.
Prabowo menjelaskan bahwa disrupsi akibat AI dan robotika berpotensi menggeser banyak jenis pekerjaan manusia, terutama di sektor manufaktur dan riset.
Pemerintah telah menggulirkan Program Magang Nasional bagi lulusan perguruan tinggi, khusus untuk sarjana dan diploma yang baru lulus atau akan lulus dalam setahun terakhir.
Tingkat pengangguran muda di Indonesia berada di angka 17,3% dan menjadikannya tertinggi kedua di Asia setelah India.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved