Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
KENDARAAN penjelajah Mars terbaru milik NASA Perseverance, Kamis (30/7), diluncurkan untuk menjalankan misi mencari kehidupan mikroba kuno di planet merah itu serta menerbangkan sebuah pesawat nirawak di planet itu untuk pertama kalinya.
Perjalanan sebelumnya ke Mars menemukan bahwa planet itu lebih hangat dan lebih basah pada 3 juta tahun lalu dibandingkan saat ini sehingga kehidupan berbahan dasar karbon bisa hidup.
Misi Perseverance kali ini lebih maju yaitu menemukan apakah 'bisa ditinggali' bisa diubah menjadi 'pernah ditinggali'.
"Tidak ada penemuan yang lebih besar dalam sejarak manusia ketimbang menemukan kehidupan di luar dunia kita sendiri," ujar administrator NASA Jim Bdidenstine.
Baca juga: Florida Kembali Pecahkan Rekor Jumlah Tewas akibat Covid-19
"Jika kami menemukan bahwa hal itu benar, segalanya dari titik ini adalah, 'Benar, ada kehidupan di luar sana. Seperti apa mereka? Bagaimana kami mendapatkannya? Bagaimana kami mempelajarinya?" lanjutnya.
Roket Atlas V yang membawa Perseverance lepas landas sesuai jadwal pada pukul 7.50 waktu setempat (18.50 WIB) dari Cape Canaveral, Florida dan semua tahapannya berjalan sesuai rencana.
Jika semua berjalan sesuai rencana, Perseverance akan mencapai Mars pada 18 Februari 2021, menjadi kendaraan penjelajah kelima yang menjalankan tugasnya sejak 1997
Kelima kendaraan penjelajah itu adalah milik Amerika Serikat. Adapun Tiongkok memberangkatkan kendaran penjelajah pertama mereka pada pekan lalu dan dijadwalkan tiba di Mars pada Mei 2021. (AFP/OL-1)
Elon Musk mengumumkan SpaceX beralih fokus ke Bulan sebelum Mars. Targetkan kota mandiri dalam 10 tahun demi selamatkan peradaban manusia.
Penelitian terbaru mengungkap meteorit Mars Black Beauty menyimpan air purba jauh lebih banyak, memperkuat bukti Mars pernah basah dan layak huni.
Mars berada pada jarak rata-rata sekitar 140 juta mil atau 225 juta kilometer dari Bumi. Jarak tersebut menyebabkan keterlambatan komunikasi, sehingga pengendalian rover secara langsung
NASA sukses menguji coba navigasi AI pada Rover Perseverance di Mars. Tanpa campur tangan manusia, AI kini mampu memetakan rute aman di medan ekstrem Planet Merah.
Menurut laporan ilmiah dan data dari pengamatan satelit, permukaan Mars terdiri dari campuran berbagai material mineral yang memantulkan cahaya dengan spektrum warna berbeda.
Dari analisis terbaru, para peneliti melaporkan penemuan sebuah kandidat planet berbatu yang ukurannya sedikit lebih besar dari Bumi dan mengorbit sebuah bintang mirip Matahari.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved