Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
TIONGKOK mengonfirmasi dua pakar dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tengah berada di Beijing untuk bekerja sama dengan sejumlah pakar dalam upaya mengidentifikasi sumber pandemi virus korona (covid-19).
Dikutip South China Morning Post, Kementerian Luar Negeri Tiongkok menyampaikan pencarian itu merupakan dasar bagi penelitian selanjutnya. Penelusuran asal-usul virus harus melampaui satu negara.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Hua Chunying mengatakan Tiongkok dan WHO telah mencapai konsensus mendasar bahwa penelusuran asal adalah masalah ilmiah yang harus dipelajari oleh para ilmuwan melalui penelitian internasional dan kerja sama di seluruh dunia.
Baca juga: WHO Tuding Banyak Negara Lakukan Kesalahan dalam Hadapi Covid-19
"Juga merupakan pandangan WHO bahwa penelusuran asal adalah proses yang sedang berlangsung yang mungkin menyangkut banyak negara dan daerah, dan WHO akan melakukan perjalanan serupa ke negara dan wilayah lain mengingat kebutuhan sebenarnya," katanya.
Pernyataan Tiongkok, Senin (13/7), merupakan pengakuan resmi pertama tentang kedatangan para pakar yang bermarkas di Jenewa.
Mereka terbang ke Beijing pada Jumat (10/7) lalu untuk membuka jalan bagi misi ilmiah internasional yang dipimpin WHO serta untuk mengungkap bagaimana virus menginfeksi manusia dari hewan.
Kedua ahli adalah seorang spesialis kesehatan hewan dan seorang ahli epidemiologi. Mereka akan bekerja dengan para pejabat dari Kementerian Sains dan Teknologi dan Komisi Kesehatan Nasional untuk menentukan ruang lingkup dan logistik. Nantinya, hal itu akan diikuti oleh tim internasional yang lebih besar.
Adapun, upaya ini dilakukan ketika infeksi global mencapai puncaknya
Setiap hari dilaporkan lebih dari 230 ribu kasus baru. Amerika Serikat, Brasil, India, dan Afrika Selatan menjadi negara yang paling terpukul akibat pandemi ini. (OL-1)
Vaksin penguat atau booster Covid-19 masih diperlukan karena virus dapat bertahan selama 50-100 tahun dalam tubuh hewan.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini mencatatkan jumlah kasus covid-19 secara global mengalami peningkatan 52% dari periode 20 November hingga 17 Desember 2023.
PJ Bupati Majalengka Dedi Supandi meminta masyarakat untuk mewaspadai penyebaran Covid-19. Pengetatan protokol kesehatan (prokes) menjadi keharusan.
PEMERINTAH Palu, Sulawesi Tengah, mengimbau warga tetap waspada dan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan menyusul dua kasus positif covid-19 ditemukan di kota itu.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan jenis virus covid-19 varian JN.1 sebagai VOI atau 'varian yang menarik'.
DINAS Kesehatan (Dinkes) Batam mengonfirmasi bahwa telah terdapat 9 kasus baru terpapar Covid-19 di kota tersebut,
AMERIKA Serikat keluar dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) per Kamis 22 Januari 2026. Keputusan ini berdasarkan Keputusan Presiden bernomor 14155 yang dirilis pada 20 Januari 2025.
DIREKTUR Pascasarjana Universitas YARSI, Prof Tjandra Yoga Aditama, mengatakan untuk penanggulangan kusta perlu diangkat sebagai prioritas nasional.
WHO menyatakan 500 juta perempuan di dunia terkena anemia. Yuk kenali dan ketahui cara mencegahnya.
Indonesia disebut telah mengambil langkah besar melalui pendekatan primary healthcare.
Penerapan konsep UPF secara kaku dan tanpa konteks dikhawatirkan dapat menimbulkan kebingungan konseptual, menstigma produk pangan tradisional yang sejatinya bermanfaat.
Kesehatan mental pelajar semakin memprihatinkan. Data CDC dan WHO menunjukkan tingginya depresi, pikiran bunuh diri, dan kasus bullying pada remaja di sekolah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved