Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
KASUS positif covid-19 di Arab Saudi melampaui 100.000 orang per Minggu (7/6) waktu setempat. Padahal, negara kerajaan tengah berjuang mengatasi peningkatan kasus baru covid-19 dalam sepuluh hari terakhir.
Kementerian Kesehatan Saudi melaporkan penambahan 3.045 kasus baru covid-19. Sehingga, total kasus covid-19 mencapai 101.914 orang. Pada Sabtu lalu, penambahan kasus harian baru melebihi 3.000 orang.
Sebelumnya, kementerian telah memperingatkan potensi lonjakan kasus di Riyadh. Mengingat, pemerintah mempertimbangkan pembatasan ketat kembali, termasuk penerapan jam malam.
Baca juga: Warga Saudi Rayakan Idulfitri dengan Nuansa Berbeda
Kementerian Dalam Negeri pada Jumat kemarin, mengumumkan aturan jam malam dari pukul 15.00 sampai 06.00 akan diberlakukan di Jeddah. Sebab, wilayah itu mencatatkan kasus harian tertinggi.
Semua aktivitas di tempat kerja, baik di sektor publik maupun swasta, telah dihentikan. Layanan ibadah salat di sejumlah masjid pun telah ditangguhkan.
Menteri Kesehatan Saudi, Tawfiq Al-Rabiah, mendesak warga untuk mematuhi sejumlah langkah pencegahan covid-19. Dalam hal ini, social distancing dan mengikuti aturan menjadi satu-satunya cara untuk menekan laju penyebaran virus.(Ahramonlie/SaudiGazette/OL-11)
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved