Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
PRANCIS dan Jerman, Senin (18/5), menyepakati dana sebesar 500 miliar euro untuk membangkitkan perekonomian Uni Eropa (UE) yang terhantam oleh pandemi covid-19.
Melupakan perbedaan dan menunjukkan bahwa kekuatan inti Uni Eropa masih utuh, Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Kanselir Jerman Angela Merkel mengumumkan paket itu setelah menggelar pembicaraan lewat konferensi video.
Kepala Bank Sentral Eropa Christine Lagarde mengatakan bahwa usulan Franco-German itu sangat ambisius dan tepat. Karenanya, dia menyambut usulan tersebut.
Baca juga: WHO Janji Evaluasi Penanganan Covid-19
Saat perekonomian Eropa menghadapi tantangan terbesar mereka sejak Perang Dunia II, Macron mengakui bahwa Uni Eropa gagal dalam menanggapi pandemi covid-19 sehingga perlu melakukan koordinasi yang lebih baik di bidang kesehatan.
Dibiayai dari pinjaman ke pasar atas nama Uni Eropa, dana sebesar 500 miliar euro itu akan disalurkan ke sektor dan kawasan yang paling parah terhantam covid-19 di antara 27 anggota Uni Eropa.
"Kami yakin bahwa ini bukan hanya adil namun perlu untuk menyediakan dana ini. Kami akan secara bertahap membayar utang ini memulai dana milik Uni Eropa di masa yang akan datang," ujar Merkel.
Negara yang menerima bantuan dana tersebut tidak harus membayar kembali setelah Macron menyebut bahwa dana itu bukan pinjaman.
Ekonomi zona Eropa secara keseluruhan diramalkan berkontraksi sebesar 7,7% pada tahun ini dengan kerusakan terbesar terjadi di kawasan selatan seperti Italia dan Yunani.
Kesepakatan antara Prancis dan Jerman itu menunjukkan perurabahan sikap dari Jerman yang sebelumnya selalu menolak permintaan dari Spanyol dan Italia untuk dana yang mereka sebut sebagai coronabonds.
Jerman, Belanda, dan negara kaya Uni Eropa lainnya memandang upaya meminjam dari pasar keuangan untuk menyediakan dana stimulus sebagai upaya negara-negara di selatan untuk memanfaatkan negara di utara yang lebih disiplin secara keuangan untuk mendapatkan suntikan dana.
Kini, usulan Macron dan Merkel itu harus menghadapi negosiasi dengan 27 negara anggota Uni Eropa dan kemudian Parlemen Eropa. (AFP/OL-1)
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pada Rabu (21/1) bahwa beberapa wilayah di Eropa tidak lagi dapat dikenali. Benua itu disebutnya tidak menuju ke jalan yang benar.
PEMERINTAH Amerika Serikat meminta negara-negara Eropa tidak bereaksi emosional terhadap rencana Presiden Donald Trump terkait Greenland.
USULAN Dewan Perdamaian Presiden AS Donald Trump dimulai dengan kurang baik. Presiden Prancis Emmanuel Macron segera menolak undangan menjadi anggota dewan tersebut.
ANGGOTA pertama kelompok yang nanti disebut Garda Revolusi Iran (IRGC) dilatih dalam desa terpencil di luar Paris, Prancis.
AS melancarkan serangan besar-besaran terhadap Venezuela, menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, dan membawa mereka ke New York.
Presiden Prancis Emmanuel Macron kecam kebijakan Trump tarik AS dari 66 organisasi internasional & isu Greenland. Peringatkan krisis kepemimpinan global.
Jerman resmi kirim tim militer ke Greenland menyusul ketegangan wilayah. Kanada turut pasang badan dukung integritas teritorial Denmark.
SEKRETARIS Jenderal NATO Mark Rutte memperingatkan bahwa Rusia bisa menyerang negara-negara anggota pakta pertahanan itu dalam lima tahun ke depan.
Raja Charles menjamu Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier dalam jamuan kenegaraan bernuansa Natal di Windsor Castle.
SEKITAR 2,5 tahun lalu, lebih dari selusin perwira tinggi Jerman berkumpul di kompleks militer Berlin untuk menyusun rencana rahasia menghadapi kemungkinan perang dengan Rusia.
SEDIKITNYA 100.000 warga Palestina kemungkinan tewas dalam perang genosida Israel di Jalur Gaza, Palestina. Ini menurut studi baru yang dirilis Institut Max Planck.
Pemerintah Jerman menyepakati rancangan sistem dinas militer baru untuk memperkuat Bundeswehr. Program ini menargetkan 260.000 tentara aktif pada 2035.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved