Selasa 19 Mei 2020, 05:30 WIB

WHO Janji Evaluasi Penanganan Covid-19

Antara | Internasional
WHO Janji Evaluasi Penanganan Covid-19

AFP/Fabrice COFFRINI
Logo WHO terlihat di markas Organisasi Kesehatan Dunia itu di Jenewa, Swiss.

 

ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan evaluasi independen terhadap tanggapan global covid-19 akan diluncurkan sesegera mungkin. Tiongkok pun mendukung rencana itu.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyampaikan janji tersebut dalam pertemuan virtual badan pembuat keputusan WHO, Majelis Kesehatan Dunia.

Dalam pertemuan itu, Presiden Tiongkok Xi Jinping membela penanganan krisis covid-19 di negaranya.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dengan tajam mempertanyakan kinerja WHO selama pandemi dan memimpin kritik internasional terhadap penanganan Tiongkok di masa-masa awal krisis covid-19.

Baca juga: Sarung Tangan Pelukan di Tengah Pandemi

Tedros, yang selalu menjanjikan peninjauan pascapandemi, mengatakan tinjauan itu akan dilakukan "pada saat yang tepat sesegera mungkin" dan memberikan rekomendasi untuk kesiapan di masa depan.

"Kita semua memiliki sesuatu untuk dipelajari dari pandemi. Setiap negara dan setiap organisasi harus memeriksa responsnya dan belajar dari pengalamannya. WHO berkomitmen untuk transparans, akuntabilitas, dan pembenahan berkelanjutan," kata Tedros.

Tinjauan tersebut harus mencakup tanggung jawab dari "semua aktor dengan itikad baik".

"Risiko tetap tinggi dan jalan panjang masih harus dilalui," kata Tedros, yang mengatakan tes pendahuluan di beberapa negara menunjukkan bahwa paling banyak 20% populasi telah tertular penyakit ini tetapi di banyak tempat populasi yang tertular kurang dari 10%.

Sebuah resolusi yang dirancang oleh Uni Eropa menyerukan evaluasi independen terhadap kinerja WHO. Resolusi itu tampaknya telah memenangi
dukungan konsensus di antara 194 negara anggota.

Tiongkok sebelumnya menentang seruan untuk meninjau asal penyebaran covid-19. Tetapi, Presiden Xi Jinping memberi sinyal Beijing akan menerima evaluasi yang tidak memihak atas respon global begitu pandemi berhasil dikendalikan.

"Pekerjaan ini membutuhkan sikap ilmiah dan profesional dan perlu dipimpin WHO. Dan prinsip-prinsip objektivitas dan keadilan perlu ditegakkan," kata Xi dalam pertemuan itu melalui video.

Menyebut pandemi sebagai darurat kesehatan publik global paling serius sejak akhir Perang Dunia Kedua, Xi mengatakan, selama ini, Tiongkok telah bertindak dengan keterbukaan dan transparansi serta bertanggung jawab. (OL-1)

Baca Juga

AFP/NATHAN HOWARD

Warga AS Diimbau Patuhi Protokol Kesehatan Selama Liburan

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Kamis 26 November 2020, 22:00 WIB
Joe Biden berjanji untuk menjadikan penanggulangan covid-19 sebagai prioritas...
AFP/JOEL SAGET

Vaksin Pfizer Mulai Didaftarkan di Brasil

👤Nur Aivanni 🕔Kamis 26 November 2020, 21:36 WIB
Brasil memiliki angka kematian akibat covid-19 tertinggi di dunia setelah Amerika...
AFP/ALESSANDRO RAMPAZZO

Situasi Covid-19 di Finlandia Memburuk Dengan Cepat

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 26 November 2020, 21:30 WIB
Tingkat kejadian selama 14 hari per 100.000 penduduk Finlandia berada di angka 75,8 pada Rabu...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya