Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
PERSERIKATAN Bangsa-Bangsa (PBB) meluncurkan upaya atau dorongan internasional untuk pengembangan vaksin antivirus korona atau covid-19 ketika kematian global akibat infeksi covid-19 mendekati 200.000 jiwa.
Pemerintah di seluruh dunia sedang berjuang untuk me ngatasi kehancuran ekonomi yang disebakan oleh virus, yang telah menginfeksi hampir 2,8 juta orang dan menempatkan separuh manusia di bawah berbagai bentuk lockdown atau pembatasan gerak orang.
Baca juga: Daerah Jemput Sendiri Kiriman 400 Ribu Alat PCR dari Tiongkok
Skala pandemi telah memaksa penelitian medis pada virus dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya, tetapi perawatan yang efektif masih jauh dan kepala PBB mengatakan upaya itu membutuhkan kerja sama pada skala global.
"Kita menghadapi musuh publik global," kata Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada pengarahan virtual, Jumat (24/4), meminta organisasi internasional, para pemimpin dunia, dan sektor swasta untuk bergandengan tangan.
"Dunia yang bebas covid-19 membutuhkan upaya kesehatan masyarakat paling masif dalam sejarah," tegasnya.
Baca juga: Salat di Rumah, Mahfud MD: Hindari Covid-19 Lebih Penting
Vaksin, jelas dia, harus aman, terjangkau, dan tersedia untuk semua.
Pertemuan tersebut yang juga dihadiri oleh para pemimpin Jerman dan Prancis. Namun, pemimpin Tiongkok dan Amerika Serikat tidak hadir dalam pertemuan itu.
Permohonan kepala PBB itu setelah Presiden AS Donald Trump memicu protes dan cemoohan karena menyarankan desinfektan digunakan untuk merawat pasien virus korona. (AFP/X-15)
Haufan Hasyim Salengke
Indonesia resmi memimpin Sidang ke-61 Dewan HAM PBB di Jenewa. Simak agenda strategis RI, mulai dari hak pangan anak hingga isu Palestina dan Ukraina.
Menlu Sugiono tegaskan komitmen RI di Markas PBB New York. Dukung gencatan senjata Gaza & pastikan hak Palestina terjaga di Board of Peace (BoP).
Menlu RI Sugiono di sidang DK PBB New York menegaskan komitmen solusi dua negara, soroti krisis kemanusiaan Gaza dan kebijakan Israel di Tepi Barat.
Lebih dari 80 negara PBB mengecam rencana Israel memperluas kendali di Tepi Barat dan mengklaim tanah Palestina sebagai properti negara.
Vatikan resmi menolak bergabung dalam Board of Peace bentukan Donald Trump dan memilih mendukung PBB sebagai pengelola utama krisis diplomatik internasional.
Menlu Sugiono bertemu Sekjen PBB António Guterres di New York, bahas Palestina, Board of Peace, dan partisipasi Presiden Prabowo Subianto.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved