Sabtu 25 April 2020, 17:17 WIB

Salat di Rumah, Mahfud MD: Hindari Covid-19 Lebih Penting

Indriyani Astuti | Politik dan Hukum
Salat di Rumah, Mahfud MD: Hindari Covid-19 Lebih Penting

MI/Pius Erlangga
Menko Polhukam Mahfud MD

 

MENTERI Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengatakan mencegah penularan penyakit Korona (covid-19) lebih penting.

Ia mengimbau masyarakat untuk melaksanakan ibadah salat tarawih di rumah guna mencegah penularan virus tersebut dari orang yang terinfeksi namun tanpa gejala ke orang lain.

"Jauhi atau hindari masalah, menghindari penyakit tepatnya menghindari covid-19 itu lebih penting daripada kita meraih pahala yang sifatnya sunah," kata Mahfud dalam konferensi video yang diadakan Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid-19 di Kantor Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Sabtu (25/4).

Baca juga: Donasi Raja Dangdut Rhoma Irama Hingga Kapolri Mengalir ke RSCM

Dalam mencegah penyebaran virus SARS-CoV-2 penyebab covid-19, pemerintah telah menetapkan kebijakan penjarakan fisik sehingga segala jenis ibadah selama ramadan seperti salat tarawih, berbuka puasa bersama agar dilakukan di rumah saja tanpa perlu berkumpul membentuk keramaian demi keselamatan bersama.

"Hindari yang membahayakan itu (covid-19) daripada ingin meraih pahala yang sifatnya sunah. Padahal yang sifatnya sunah itu bisa dilakukan dengan cara lain dan dikompensasi cara lain,” kata Mahfud.

Baca juga: Indonesia-Amerika Serikat Sepakat Kerja Sama Tangani Covid-19

Mahfud menuturkan di dalam menjalankan agama, selain umat melaksanakan kegiatan ritual keagamaan kepada Tuhan, tapi juga harus menjaga harmoni dan saling menyelamatkan di antara manusia.

"Bisa dikirim melalui online kalau kita punya sesuatu yang harus disedekahkan tidak harus berkumpul dalam buka bersama," ujarnya.

Kendati harus menjaga jarak dan tidak bisa berkumpul bersama banyak orang selama pandemi covid-19, tapi menurutnya silaturahmi tetap bisa terjaga melalui jaringan komunikasi dan virtual.

Lebih lanjut, dalam masa berlangsungnya wabah ini, Mahfud mengharapkan masyarakat dapat memaklumi keadaan dan aturan yang disampaikan pemerintah demi menghentikan penularan dan penyebaran covid-19 di Tanah Air.

"Saya kira sekarang memang harus diubah itu, merasa kurang enak karena kebiasaannya tidak begitu ya kita harus maklumi dulu artinya harus terima itu sebagai fakta, mudah-mudahan cepat berlalu, agar ini bisa cepat berlalu kita taati dululah aturan-aturan untuk memutus mata rantai virus ini," tutur Mahfud.

Masyarakat juga diminta mematuhi aturan yang melarang mudik di seluruh wilayah Indonesia, dan yang melarang berkumpulnya banyak orang.

Bagi yang melanggar aturan itu, tegasnya, ada hukuman pidana yang bisa dikenakan karena melawan keputusan pemerintah. Misalnya, ketika polisi membubarkan suatu kerumunan, tapi ada orang yang menolak dan melawan, maka polisi bisa mengambil tindakan.

Mahfud mengharapkan tokoh-tokoh agama, lurah dan camat memberikan pengertian kepada warga agar shalat tarawih bersama ditiadakan dulu karena shalat tarawih itu bersifat sunah sedangkan menghindari penyakit itu bersifat wajib.

"Haram kalau kita melawan penyakit yang sudah jelas-jelas cara bekerjanya kok masih didatangi hanya karena keperluan yang sunah," pungkas Mahfud. (X-15)

Baca Juga

MI/Soleh

Tangkap Segera Djoko Tjandra

👤Indriyani Astuti 🕔Jumat 03 Juli 2020, 04:20 WIB
Menko Polhukam Mahfud MD menegaskan tidak ada alasan apa pun untuk membiarkan buron kelas kakap terus...
Dok Kejagung

Kejagung Kembali Periksa Saksi Terkait Kasus Jiwasraya

👤Rifaldi Putra Irianto 🕔Jumat 03 Juli 2020, 04:10 WIB
FH dijerat dengan Pasal 2 subsidair Pasal 3 Undang-Undang 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang 20 tahun 2001 tentang...
ANTARA/GALIH PRADIPTA

Pengusiran Dirut Inalum Bentuk Arogansi

👤Ind/Hld/Ths/X-6 🕔Jumat 03 Juli 2020, 04:09 WIB
Sebelumnya, beredar video saat Muhammad Nasir terlibat perdebatan panas dengan Orias Petrus Moedak dalam rapat antara Komisi VII DPR dan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya