Headline

Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.

Inggris Berlomba dengan Waktu untuk Produksi Vaksin Virus Korona

Antara
20/4/2020 18:30
Inggris Berlomba dengan Waktu untuk Produksi Vaksin Virus Korona
Suasana jalan saat sebuah mobil berkendara di M6 saat penyebaran penyakit virus korona (Covid-19).(Antara)

PEMERINTAH Inggris meluncurkan satuan tugas (satgas) pengembangan dan percepatan produksi vaksin virus korona. Menurut Kepala Penasihat Ilmiah Patrick Vallance, satgas vaksin yang dibentuk Inggris akan memastikan bahwa setiap vaksin virus korona yang berpotensial, jika tersedia, dapat diproduksi dengan cepat dan tersedia untuk masyarakat umum secepat mungkin.

Pemerintah Inggris juga mengumumkan 21 proyek penelitian virus corona yang mendapatkan keuntungan dari pendanaan pemerintah senilai 14 juta poundsterling termasuk di antaranya satu proyek baru yang dipimpin oleh Universitas Oxford, yang akan mencoba obat antimalaria yang diyakini memiliki sifat antiinflamasi untuk menentukan apakah dapat mengurangi efek COVID-19 pada orang dalam kelompok risiko tinggi.

Para dokter umum di seluruh Inggris telah diundang untuk mengambil bagian dalam uji coba terobosan ini, guna memastikan apakah hal ini dapat mengurangi pasien berkunjung ke rumah sakit dan mempercepat pemulihan mereka.

Proyek lain yang menerima dana vital pemerintah Inggris, di antaranya dipimpin oleh Imperial College London yang menguji vaksin terhadap virus korona yang bertujuan agar tubuh memproduksi lebih banyak pelindung antibodi.

Kemudian, Organisasi Kesehatan Masyarakat Inggris (PHE) juga mengembangkan antibodi baru yang dapat menawarkan perlindungan terhadap infeksi dan perkembangan penyakit Covid-19.

Dalam hal ini, PHE mempelajari bagaimana Covid-19 dapat ditularkan dari orang ke orang dengan menentukan berapa lama virus dapat bertahan hidup di udara dan pada berbagai bahan yang ditemukan di rumah sakit dan rumah tangga seperti kain, plastik, logam, dan keramik. (OL-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Retno Hemawati
Berita Lainnya