Headline
Membicarakan seputar Ramadan sampai dinamika geopolitik.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Kesehatan Singapura melaporkan orang keenam yang meninggal karena Covid-19 di negara itu, Sabtu (4/4) dini hari. Pasien pria tersebut residen tetap Singapura berusia 88 tahun yang tidak memiliki riwayat perjalanan ke tempat-tempat yang terkena dampak, kata kementerian.
Dia meninggal karena komplikasi akibat infeksi pada pukul 05.41 waktu setempat. Pria tersebut dipastikan memiliki infeksi Covid-19 pada 29 Maret, dan dirawat di unit perawatan intensif di Pusat Nasional Penyakit Menular (NCID) pada 30 Maret. Dia mengalami komplikasi serius dan akhirnya menyerah pada infeksi. Disebutkan, pasien memiliki riwayat penyakit jantung dan ginjal, kanker, dan diabetes.
Baca juga: Kasus Kematian Korban Covid-19 di Prancis Melonjak
Di tengah kekhawatiran meningkatnya infeksi virus korona di Singapura, Perdana Menteri Lee Hsien Loong mengatakan sudah saatnya bagi negara itu untuk melakukan ‘langkah tegas’.
Langkah itu termasuk menutup sebagian besar tempat kerja di negeri dan beralih ke pembelajaran berbasis rumah untuk sekolah, kata Perdana Menteri. Ia menambahkan langkah-langkah tersebut akan berlangsung sebulan.
"Ketika situasi berkembang selama beberapa minggu terakhir, kami telah memperketat langkah-langkah menjaga jarak aman secara progresif," ujarnya.
“Warga Singapura telah merespons dengan baik, tenang dan bertanggung jawab, dan membuat penyesuaian dalam kehidupan sehari-hari mereka. Dengan bekerja bersama, kita telah mengendalikan wabah.”
Singapura melaporkan 65 kasus baru Jumat sore, sehingga total nasional menjadi 1.114 kasus.
Menekankan dalam beberapa minggu ke depan akan menjadi momen ‘sangat penting’, Lee mengatakan jumlah kasus Covid-19 kemungkinan akan terus meningkat selama beberapa hari ke depan.
"Tetapi jika kita terus berupaya, dalam beberapa minggu kita harus mampu menurunkan kasus," kata Lee. (CNA/OL-6)
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved