Headline
Warga AS menolak kepemimpinan yang kian otoriter.
Kumpulan Berita DPR RI
TIONGKOK tengah berharap bisa menguji calon vaksin covid-19 di luar negeri karena para ilmuwan mereka berupaya melakukan uji coba berskala besar untuk menguji efektivitas vaksin tersebut.
Virus korona pertama kali diidentifikasi di Kota Wuhan di Tiongkok dan telah menyebar secara global. Setidaknya 900.000 kasus telah dikonfirmasi dan lebih dari 45.000 orang telah meninggal. Jumlah kasus yang tercatat di Italia, Spanyol, dan Amerika Serikat kini telah melampaui angka Tiongkok.
Ilmuwan militer Tiongkok telah menguji coba vaksin dan hasil uji klinis tahap pertamanya akan diumumkan akhir bulan ini. Chen Ling, seorang ahli virologi di State Key Laboratory of Respiratory Disease, mengatakan uji coba tahap kedua dan ketiga
akan membutuhkan ribuan subjek dan melakukan tes itu di negara-negara yang paling terdampak akan membantu menghasilkan hasil yang lebih cepat dan lebih akurat.
“Kami telah menahan virus begitu cepat, dan sekarang kami tidak memiliki cukup kasus yang dikonfirmasi untuk pengujian vaksin lebih lanjut,” katanya seperti dikutip Harian South China Morning Post, kemarin.
Chen Wei, seorang ahli epidemiologi dan virologi terkemuka dengan Akademi Ilmu Kedokteran Militer, mengatakan kepada surat kabar milik pemerintah China Daily, bahwa jika hasil awal membuktikan bahwa vaksin itu aman dan menghasilkan efek yang diinginkan, Tiongkok akan mencoba menguji keefektifannya di luar negeri jika epidemi global terus menyebar.
Dia mengatakan bahwa banyak negara telah menyatakan minat untuk bekerja dengan tim penelitiannya untuk uji vaksin rekombinan yang menggunakan virus atau bakteri yang tidak berbahaya untuk memperkenalkan bahan genetik patogen ke dalam tubuh untuk membangun kekebalan tetapi dia tidak menyebutkan nama negara itu.
Tao Lina, seorang ahli vaksin yang berbasis di Shanghai, mengatakan akan lebih baik untuk melakukan uji klinis di masa depan di negara-negara ini, atau negara maju lainnya, seperti Inggris dan Jerman. Tao mengatakan AS kemungkinan tidak mau bekerja sama dengan Tiongkok, tetapi Beijing dapat bekerja dengan negara-negara lain yang terdampak, seperti Inggris.
Perlu kerja sama
Tahap pertama dari uji klinis untuk vaksin dimulai di Wuhan pada 16 Maret, dengan 108 sukarelawan menerima suntikan. Tes dimulai sehari setelah Institut Kesehatan Nasional AS mengumumkan bahwa kemungkinan vaksin lain, yang dikembangkan Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular dan sebuah perusahaan bioteknologi di Amerika Serikat, juga telah memulai uji klinis.
Analis militer yang berbasis di Beijing, Zhou Chenming, mengatakan bahwa idealnya para ilmuwan Amerika akan bekerja dengan rekan-rekan Tiongkok mereka untuk mengembangkan vaksin.
“Senjata terbaik untuk memerangi pandemi adalah operasi bersama antara Tiongkok dan AS, menyampingkan ketidaksepakatan politik mereka,” kata Zhou.
“Sekarang seluruh dunia, bukan hanya Tiongkok atau AS, menghadapi musuh bersama, yaitu covid-19,” tambahnya. (X-11)
Vaksin penguat atau booster Covid-19 masih diperlukan karena virus dapat bertahan selama 50-100 tahun dalam tubuh hewan.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini mencatatkan jumlah kasus covid-19 secara global mengalami peningkatan 52% dari periode 20 November hingga 17 Desember 2023.
PJ Bupati Majalengka Dedi Supandi meminta masyarakat untuk mewaspadai penyebaran Covid-19. Pengetatan protokol kesehatan (prokes) menjadi keharusan.
PEMERINTAH Palu, Sulawesi Tengah, mengimbau warga tetap waspada dan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan menyusul dua kasus positif covid-19 ditemukan di kota itu.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan jenis virus covid-19 varian JN.1 sebagai VOI atau 'varian yang menarik'.
DINAS Kesehatan (Dinkes) Batam mengonfirmasi bahwa telah terdapat 9 kasus baru terpapar Covid-19 di kota tersebut,
Objektif harus diakui bahwa sekolah daring adalah proses pembelajaran yang menyebabkan lahir generasi covid-19
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved