Headline

Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.

Mirip Indonesia, Tenaga Medis di India Diusir dan Diserang

Nur Aivanni
27/3/2020 15:23
Mirip Indonesia, Tenaga Medis di India Diusir dan Diserang
Polisi berjaga di pos pemeriksaan ketika pemberlakuan lockdown di India.(Jewel SAMAD / AFP)

MESKI dipuji sebagai "pahlawan" virus korona di India, dokter, perawat, sopir pengiriman dan petugas yang berada di garis depan lainnya telah diserang dan dalam beberapa kasus diusir dari rumah mereka oleh penduduk yang panik.

Laporan serangan dan pelecehan telah datang dari seluruh India yang meningkat dengan diberlakukannya lockdown secara nasional selama 21 hari. Setidaknya dalam satu kasus, polisi dituduh memukuli seorang sopir pengiriman yang membawa obat-obatan.

Sanjibani Panigrahi, seorang dokter di barat kota Surat, menggambarkan bagaimana dia disambut ketika kembali ke rumah setelah seharian di rumah sakit merawat pasien Covid-19.

Tetangganya, kata dia, memblokirnya di pintu masuk gedung apartemennya dan mengancamnya jika ia terus bekerja.

"Mereka adalah orang yang sama yang dengan senang berinteraksi dengan saya (di masa lalu). Setiap kali mereka menghadapi masalah, saya membantu mereka," katanya, dikutip dari AFP, Jumat (27/3).

"Ada rasa takut di antara orang-orang. Saya mengerti. Tapi sepertinya saya tiba-tiba menjadi tidak tersentuh," tambahnya.

Minggu ini, para dokter di All India Institute of Medical Sciences meminta pemerintah untuk membantu setelah petugas kesehatan diusir dari rumah mereka oleh pemilik dan masyarakat perumahan yang panik.

"Banyak dokter terdampar di jalan-jalan dengan semua barang bawaan mereka, tidak ada tempat yang dituju, di seluruh negeri," kata surat itu.

Perdana Menteri Narendra Modi meminta warga India untuk berhenti memperlakukan tenaga medis sebagai kasta yang terendah. Padahal, mereka yang berjuang melawan virus itu adalah "seperti dewa".

"Hari ini mereka adalah orang-orang yang menyelamatkan kita dari kematian, menempatkan hidup mereka dalam bahaya," katanya.

Petugas kesehatan bukan satu-satunya yang menghadapi beban dari populasi yang ketakutan di sebuah lingkungan yang berkembang mengenai desas-desus dan informasi yang salah.

Staf maskapai dan bandara, yang masih bekerja untuk mengevakuasi warga India yang terjebak di luar negeri dan manajemen pengiriman kargo utama, juga mendapat ancaman. Indigo dan Air India mengutuk ancaman yang dibuat terhadap staf mereka.

Seorang pramugari Air India mengatakan bahwa tetangganya mengancam akan mengusirnya dari apartemennya saat dia menuju ke Amerika Serikat dan mereka mengatakan dia akan "menginfeksi semua orang".(OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya