Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
MESKI dipuji sebagai "pahlawan" virus korona di India, dokter, perawat, sopir pengiriman dan petugas yang berada di garis depan lainnya telah diserang dan dalam beberapa kasus diusir dari rumah mereka oleh penduduk yang panik.
Laporan serangan dan pelecehan telah datang dari seluruh India yang meningkat dengan diberlakukannya lockdown secara nasional selama 21 hari. Setidaknya dalam satu kasus, polisi dituduh memukuli seorang sopir pengiriman yang membawa obat-obatan.
Sanjibani Panigrahi, seorang dokter di barat kota Surat, menggambarkan bagaimana dia disambut ketika kembali ke rumah setelah seharian di rumah sakit merawat pasien Covid-19.
Tetangganya, kata dia, memblokirnya di pintu masuk gedung apartemennya dan mengancamnya jika ia terus bekerja.
"Mereka adalah orang yang sama yang dengan senang berinteraksi dengan saya (di masa lalu). Setiap kali mereka menghadapi masalah, saya membantu mereka," katanya, dikutip dari AFP, Jumat (27/3).
"Ada rasa takut di antara orang-orang. Saya mengerti. Tapi sepertinya saya tiba-tiba menjadi tidak tersentuh," tambahnya.
Minggu ini, para dokter di All India Institute of Medical Sciences meminta pemerintah untuk membantu setelah petugas kesehatan diusir dari rumah mereka oleh pemilik dan masyarakat perumahan yang panik.
"Banyak dokter terdampar di jalan-jalan dengan semua barang bawaan mereka, tidak ada tempat yang dituju, di seluruh negeri," kata surat itu.
Perdana Menteri Narendra Modi meminta warga India untuk berhenti memperlakukan tenaga medis sebagai kasta yang terendah. Padahal, mereka yang berjuang melawan virus itu adalah "seperti dewa".
"Hari ini mereka adalah orang-orang yang menyelamatkan kita dari kematian, menempatkan hidup mereka dalam bahaya," katanya.
Petugas kesehatan bukan satu-satunya yang menghadapi beban dari populasi yang ketakutan di sebuah lingkungan yang berkembang mengenai desas-desus dan informasi yang salah.
Staf maskapai dan bandara, yang masih bekerja untuk mengevakuasi warga India yang terjebak di luar negeri dan manajemen pengiriman kargo utama, juga mendapat ancaman. Indigo dan Air India mengutuk ancaman yang dibuat terhadap staf mereka.
Seorang pramugari Air India mengatakan bahwa tetangganya mengancam akan mengusirnya dari apartemennya saat dia menuju ke Amerika Serikat dan mereka mengatakan dia akan "menginfeksi semua orang".(OL-4)
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved