Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
India, pada Rabu (11/3) menangguhkan semua visa turis hingga 15 April dan mengatakan akan mengarantina para pelancong yang datang dari tujuh negara yang terkena virus. Kebijakan ini dilakukan sebagai upaya untuk menahan penyebaran virus korona.
Langkah tersebut diberlakukan sejak Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan wabah itu sebagai pandemi dan ketika negara-negara di seluruh dunia berjuang untuk mencegah penyebaran virus COVID-19.
Dikutip dari New Straits Times, Kamis (12/3), Biro Informasi Pers pemerintah dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa penangguhan visa India dimulai pada 13 Maret pukul 12:00 GMT di pintu kedatangan. Visa diplomatik dan visa untuk organisasi internasional, pekerjaan dan proyek dikecualikan.
Pernyataan tersebut juga menyebutkan bahwa semua pelancong, termasuk warga negara India, yang datang dari atau telah mengunjungi Tiongkok, Italia, Iran, Republik Korea, Prancis, Spanyol, dan Jerman setelah 15 Februari akan dikarantina untuk jangka waktu minimum 14 hari.
Jumlah kasus COVID-19 di India telah bertambah dua kali lipat menjadi 60 kasus dalam empat hari terakhir. Itu meningkatkan ketakutan publik dan kesiagaan pemerintah.
Banyak kasus telah disalahkan pada orang India yang bepergian atau bekerja di negara-negara yang paling terdampak parah di Eropa dan Timur Tengah.
Keputusan mengenai penangguhan visa itu dicapai setelah pertemuan para menteri yang dipimpin oleh Menteri Kesehatan Harsh Vardhan.
Pemerintah juga "sangat menyarankan" warga India untuk menghindari perjalanan yang tidak penting ke luar negeri dan memperingatkan bahwa mereka dapat dikarantina selama minimal 14 hari.
Baca juga: Umat Beragama India Bahu-membahu Saling Melindungi
Perjalanan bebas visa yang diberikan kepada pemegang kartu Overseas Citizenship of India (OCI), bukan warga negara tetapi dari keluarga etnis India yang tinggal di luar negeri, ditangguhkan hingga 15 April.
Secara terpisah, Biro Imigrasi India mengatakan bahwa semua visa dan e-visa yang diberikan kepada warga negara Prancis, Jerman, dan Spanyol sebelum Rabu dan yang belum memasuki India ditangguhkan dengan segera.
Dan warga negara Italia, Iran, Korea Selatan, dan Jepang yang memiliki visa yang dikeluarkan sebelum 3 Maret dan belum memasuki India tetap ditangguhkan. Visa yang diberikan kepada warga negara Tiongkok sebelum 5 Februari juga terus ditangguhkan.
Namun, orang asing yang sudah berada di India dengan visa yang berlaku tidak terpengaruh oleh persyaratan baru tersebut.
Setelah pengumuman tentang visa, maskapai nasional Air India mengumumkan layanan penerbangan ke Roma, Milan dan Seoul untuk sementara juga ditangguhkan.
Berikut adalah analisis mendalam mengenai perbedaan Virus Nipah dan COVID-19 berdasarkan data medis dan epidemiologi terkini.
Virus Nipah adalah virus RNA yang termasuk dalam genus Henipavirus dari famili Paramyxoviridae.
WABAH virus Nipah di negara bagian India menyebabkan kewaspadaan kesehatan di sejumlah negara., ini cara mengurangi risiko tertular virus nipah
Bandara-bandara di beberapa wilayah Asia mulai memperketat pengawasan kesehatan dan pemeriksaan perjalanan setelah wabah virus Nipah di negara bagian India. Thailand, Nepal, dan Taiwan
Studi terbaru mengungkap masa depan budidaya alpukat di India. Meski permintaan tinggi, perubahan iklim dan emisi karbon mengancam keberlanjutan panen.
Meski secara teknis lapangan tidak jauh berbeda dengan turnamen lain, ia berharap kondisi lingkungan pertandingan lebih optimal saat laga dimulai.
Vaksin penguat atau booster Covid-19 masih diperlukan karena virus dapat bertahan selama 50-100 tahun dalam tubuh hewan.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini mencatatkan jumlah kasus covid-19 secara global mengalami peningkatan 52% dari periode 20 November hingga 17 Desember 2023.
PJ Bupati Majalengka Dedi Supandi meminta masyarakat untuk mewaspadai penyebaran Covid-19. Pengetatan protokol kesehatan (prokes) menjadi keharusan.
PEMERINTAH Palu, Sulawesi Tengah, mengimbau warga tetap waspada dan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan menyusul dua kasus positif covid-19 ditemukan di kota itu.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan jenis virus covid-19 varian JN.1 sebagai VOI atau 'varian yang menarik'.
DINAS Kesehatan (Dinkes) Batam mengonfirmasi bahwa telah terdapat 9 kasus baru terpapar Covid-19 di kota tersebut,
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved