Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
HUMAN Rights Working Group (HRWG) mengecam keras tindakan pembantaian terhadap kelompok penentang UU Amandemen Kewarganegaraan (Citizen Amendment Act-CAA). Perpecahan terkait kontroversi undang-undang yang disebut UU Anti-Muslim tersebut terjadi antara kelompok kanan Nasionalis Hindu dengan kelompok Muslim India.
Terlebih pada Desember 2019 lalu, UU yang diskriminatif terhadap kelompok Muslim di India itu sudah disahkan oleh PM India Narendra Modi yang mewakili partai nasionalis Hindu kanan, Bharatiya Janata Party (BJP). Sejak 23 Februari 2020 hingga saat ini, konflik horizontal bernuansa sektarian tersebut telah menewaskan lebih dari 30 orang, dengan ratusan orang lainnya luka-luka. Pembantaian atas kelompok Muslim yang dilakukan oleh kelompok Nasionalis Hindu itu diduga kuat didalangi oleh pemimpin BJP, Kapil Mishra.
Dalam keterangan tertulis yang diterima Media Indonesia, Jumat (6/3), HRWG menyebutkan pengesahan UU ini disinyalir merupakan agenda supremasi Hindu yang memang sedang menguat pada kepemimpinan Narendra Modi sejak 6 tahun lalu. Sinyalemen ini dikuatkan dengan fakta bahwa tak hanya kelompok Muslim, tetapi juga kelompok-kelompok minoritas lain turut menjadi sasaran kekerasan di India. Pada tahun 2016, terdapat lebih dari 300 insiden kekerasan yang menyasar kelompok Kristen, meningkat dari tahun sebelumnya dengan jumlah sebanyak 177 insiden.
"Dengan ini HRWG juga menuntut pemerintah Indonesia untuk melakukan tindakan diplomatis ke India untuk mendesak agar pemerintah India segera melakukan tindakan tegas untuk mencari dalang pembantaian, menyeretnya ke pengadilan, serta memulihkan hak-hak korban," imbau Direktur Eksekutif HRWG Muhammad Hafiz dan Deputi Direktur HRWG, Daniel Awigra dalam keterangan tertulis.
Tak kalah penting, pemerintah India juga perlu mencabut undang-undang yang diskriminatif tersebut. Undang-undang tersebut menjadi penyebab adanya konflik horizontal yang hari ini terjadi.
HRWG menambahkan Pemerintah Indonesia dalam hal ini dapat menggunakan perannya sebagai anggota Dewan HAM PBB. Jika pemerintah Indonesia benar-benar memegang teguh prinsip-prinsip HAM dan betul-betul berniat menjalankannya, peran sebagai anggota Dewan HAM PBB dapat dimaksimalkan untuk mendesak India agar segera menyelesaikan permasalahan tersebut.
Selain itu, sebagai anggota Dewan HAM PBB, Indonesia juga seharusnya mempertimbangkan aspek HAM dalam hubungan perdagangan internasional, khususnya pada negara-negara yang memang melakukan pelanggaran HAM, termasuk India yang saat ini menjadi salah satu negara importir sawit terbesar dari Indonesia.
"Peristiwa ini seharusnya dapat dijadikan sebagai titik tekan pemerintah Indonesia atas pemerintah India untuk menghormati komitmen Indonesia terhadap penegakkan HAM serta untuk menghormati peran Indonesia dalam dunia internasional sebagai Dewan HAM PBB dengan cara menuntaskan kasus pelanggaran HAM yang sedang terjadi di negaranya saat ini."
baca juga: Derita Warga New Delhi Akibat Konflik Agama
HRWG menilai ketegasan Pemerintah Indonesia dalam menyikapi situasi di Negara-negara lain ini penting karena Indonesia berusaha kuat untuk mengkampanyekan HAM di Indonesia’s NGO Coalition for International Human Rights Advocacy tingkat global, salah satunya upaya menjadi Anggota Dewan HAM dan Dewan Keamanan PBB.
Selain itu, ke dalam negeri, sikap ini akan menjadi contoh bagi semua pihak di dalam negeri, bahwa Indonesia bersikap tegas atas segala bentuk kekerasan, brutalisme, dan diskriminasi berbasis agama.
"Ketegasan sikap Indonesia terhadap India meniscayakan juga ketegasan Indonesia untuk menghapuskan segala bentuk diskriminasi dan mencegah terjadinya kekerasan atas dasar agama," sebut HRWG.
Startup India Sarvam AI mengejutkan dunia dengan Sarvam Vision dan Bulbul, model AI lokal yang mengungguli Google Gemini dan DeepSeek dalam OCR dan suara.
Menkes Budi Gunadi Sadikin mengajak masyarakat untuk meningkatakan kewaspadaan pencegahan virus nipah terutama saat bepergian ke negara-negara seperti India dan Banglades
SEDIKITNYA 31 orang tewas dan 169 lain luka-luka ketika seorang pelaku bom bunuh diri meledakkan dirinya di suatu masjid Syiah selama salat Jumat di ibu kota Pakistan, Islamabad.
INDIA mengutuk serangan bom bunuh diri di suatu masjid Syiah di Islamabad, Pakistan, yang menewaskan sedikitnya 31 orang dan melukai 169 lainnya pada Jumat (6/2).
POLDA Bali mengungkap jaringan judi online internasional yang beroperasi di wilayah Bali.
Presiden AS Donald Trump resmi menurunkan tarif barang India menjadi 18%. Sebagai gantinya, PM Narendra Modi sepakat menghentikan pembelian minyak Rusia.
Pernyataan itu disampaikan di tengah kekhawatiran meningkatnya eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.
Sugiono mengatakan dirinya telah menginstruksikan Duta Besar RI untuk Iran di Teheran agar menyiapkan berbagai opsi jika sewaktu-waktu evakuasi perlu dilakukan.
Kemlu terus berupaya memantau situasi keamanan secara intensif dan meminta seluruh WNI untuk meningkatkan kewaspadaan.
Serangan udara AS di ibu kota Venezuela Caracas, penangkapan Presiden Nicolás Maduro, serta pengambilalihan fasilitas energi strategis menandai eskalasi terbuka
Konflik antara Danielle NewJeans dengan agensinya, ADOR, merupakan puncak dari pertikaian panjang yang berakar pada krisis internal manajemen sejak 2024.
Konflik tanah restant merupakan permasalahan lahan yang terjadi di semua kawasan transmigrasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved