Sabtu 22 Februari 2020, 07:10 WIB

74 WNI di Jepang Segera Dievakuasi

Dhika Kusuma Winata | Internasional
74 WNI di Jepang Segera Dievakuasi

AFP/Philip FONG
Penumpang Kapal Diamond Princess berjalan menuju Bus dengan menggunakan Masker.

 

PRESIDEN Joko Widodo menyatakan evakuasi warga negara Indonesia yang berada di kapal pesiar Diamond Princess di Jepang akan diputuskan secepatnya. Pemerintah tengah berkomunikasi dengan pemerintah Jepang sembari mematangkan opsi pemulangan.

"Saya kira secepatnya karena ini juga masih proses diplomasi di Indonesia dan Jepang. Kita minta ini, minta itu, tetapi di sana masih belum menjawabnya. Kita harapkan segera ada sebuah keputusan sehingga kita bisa langsung menentukan," kata Presiden di sela-sela kunjungan kerja di Riau, kemarin.

Dari total 78 WNI yang menjadi awak kapal pesiar tersebut, 4 dinyatakan positif terjangkit covid-19, sedangkan sisanya sehat. Keempat orang itu kini dalam perawatan di rumah sakit di Jepang.

Terkait dengan pemulangan, pemerintah masih mematangkan apakah melalui jalur udara atau laut. Untuk jalur laut, disiapkan KRI Soeharso yang merupakan kapal rumah sakit milik TNI-AL. Terkait dengan lokasi observasi, pemerintah juga masih mengkajinya.

"Rumah sakit juga kita siapkan, tetapi urusan yang berkaitan dengan tempat belum diputuskan, apakah nanti dievakuasi dengan kapal rumah sakit langsung atau evakuasi dengan pesawat?" imbuh Jokowi.

Sementara itu, Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan ada dua opsi jika dievakuasi dengan kapal rumah sakit. Pertama, mereka akan diobservasi selama 14 hari di kapal dalam perjalanan menuju Indonesia. Kedua, mereka akan diobservasi ke suatu daerah, seperti ratusan WNI yang dievakuasi dari Wuhan, Tiongkok.

 

Bantahan hotel

General Manager Hotel Ayola Cikarang, Alvian, mengatakan hotelnya bersih dari penyebaran virus korona. Ini terkait munculnya pesan berantai melalui Whatsapp yang memperingatkan agar tidak menginap di Hotel Ayola Cikarang.

"Imbauan melalui pesan berantai itu sudah salah. Apalagi, masalah virus korona ini kami disebut menyembunyikan. Karena itu, kami akhirnya sepakat membawa ke jalur hukum karena membuat pendapatan hotel menurun," ungkapnya. (Dhk/Ind/Gan/X-11)

Baca Juga

AFP/Patrick T. FALLON

California Akhiri Lockdown Covid-19

👤Basuki Eka Purnama 🕔Selasa 26 Januari 2021, 08:47 WIB
Aturan pembatasan diberlakukan pada tujuh pekan lalu bagi sekitar 20 juta warga di selatan dan tengah...
AFP/FREDRIK SANDBERG

Putin Sebut Aksi Protes Pro-Navalny Ilegal dan Berbahaya

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Selasa 26 Januari 2021, 08:32 WIB
“Semua orang berhak mengutarakan pandangannya dalam kerangka hukum. Segala sesuatu yang melampaui kerangka hukum tidak hanya...
nytimes.com

AS Bangkitkan Rencana Tempatkan Tubman di Uang US$20

👤Basuki Eka Purnama 🕔Selasa 26 Januari 2021, 08:11 WIB
Jika benar terjadi, Tubman akan menjadi warga kulit hitam pertama yang ditampilkan di mata uang...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya