Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
PERSERIKATAN Bangsa-Bangsa (PBB) nenuji kesepakatan yang dicapai dalam pertemuan di Berlin, Jerman, pekan lalu, terkait konflik Libia. Namun, Sekretaris jenderal PBB Antonio Gutteres mendesak pohak yang bertikai di Libia untuk mencapai gencatan senjata permanen.
"Kita telah menyepakati gencatan senjata. Gencatan senjata itu menghadapi beberapa pelanggaran, tetapi bukan pelanggaran yang meluas, hanya lokal. Kita perlu bergerak ke gencatan senjata, dan dari gencatan senjata, kita perlu beralih ke proses politik nyata," ujarnya di New York, AS.
Pertemuan para pemimpin dunia di Berlin, Jerman untuk mendukung proses perdamaian dan menghentikan pasokan senjata ke kelompok bersenjata di Libia, ditindaklanjuti oleh Dewan keamanan PBB dengan menggelar pertemuan tertutup, Selasa (21/1).
Negara yang terlibat dalam pertemuan di Berlin, diantaranya Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Italia, Turki, Uni Emirat Arab, Mesir, Rusia, Aljazair, Tiongkok, dan Republik Kongo.
Mereka sepakat untuk gencatan senjata, untuk berhenti mengirim senjata ke Libia dan untuk bekerja menuju kesepakatan damai.
Baca juga : PBB dan Uni Eropa Baik Gencatan Senjata Konflik Libia
Turut hadir di Berlin adalah kepala Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) Tripoli yang diakui secara internasional, Fayez al-Sarraj, dan saingannya, panglima perang Jenderal Khalifa Haftar.
Guterres mendesak Haftar dan Sarraj untuk memajukan langkah-langkah yang membawa harapan.
"Pesan saya adalah: Terima sepenuhnya kesimpulan dari KTT Berlin dan asumsikan kepemimpinan dalam situasi seperti ini adalah kepemimpinan untuk perdamaian, kepemimpinan untuk Libia bersatu yang dapat diperintah oleh rakyat Libia dengan damai, dalam keamanan dan bekerja sama dengan tetangganya secara positif," kata Guterres.
Pembicaraan PBB menandai upaya terbaru untuk memulihkan stabilitas dan perdamaian di Libia yang telah terpecah antara faksi-faksi dan milisi sejak mantan Moammar Gadhafi digulingkan dalam invasi milier yang didukung NATO pada 2011.
Libia kini terpecah dua dengan GNA yang diakui PBB dan Haftar yang berkuasa di wilayah timur Libia. (OL-7)
Rusia kecam pembunuhan Seif al-Islam Khadafi. Kematian putra Muammar Khadafi ini dinilai mengancam rekonsiliasi dan stabilitas politik di Libia.
Saif al-Islam Gaddafi, putra paling berpengaruh dari Muammar Gaddafi, dilaporkan tewas di Zintan. Simak profil dan perjalanan politiknya dari calon pemimpin hingga buronan ICC.
Seif al-Islam Kadhafi, putra mantan pemimpin Libya, tewas dalam serangan di kediamannya.
Saif al-Islam Gaddafi, putra mantan pemimpin Libia Muammar Gaddafi, dilaporkan tewas tertembak.
Jet pribadi Dassault Falcon 50 menjadi sorotan usai kecelakaan di Ankara yang menewaskan Panglima Libia.
Pesawat Falcon 50 yang membawa Panglima Militer Libia, Jenderal Mohammed al-Haddad, jatuh di Turki setelah melaporkan gangguan listrik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved