Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
KEBAKARAN semak belukar di Australia telah menghanguskan lebih dari setengah kawasan hutan yang menjadi habitat 100 tanaman dan satwa langka termasuk 32 spesies yang terancam punah. Demikian penjelasan dari pemerintah Australia pada Seni (20/1).
Para pakar satwa dan tanaman mengaku sangat cemas bahwa lebih dari satu juta milar satwa mati akibat kebakaran semak belukar yang telah menghancurkan kawasan hutan di wilayah timur dan selatan Australia selama beberapa bulan.
Tak hanya tanaman dan satwa liar yang turut mati, 28 orang juga dilaporkan meninggal akibat kebakaran yang menghanguskan kawasan hutan ‘Negeri Kanguru’ yang lebih besar dari insiden kebakaran yang terjadi di Portugal.
Pejabat Australia juga mengatakan bahwa perlu beberapa pekan lagi untuk memastikan dapat melintasi jalan tol yang berada di sekitar kawasan hutan yang masih terbakar.
Namun pada Senin (20/1) Departemen Lingkungan dan Energi Australia mengatakan, mengeluarkan daftar awal bahwa 10% dari habitat spesies tanaman, satwa, dan serangga yang langka terdampak kebakaran.
Lebih dari 80% atau sekitar 49 habitat spesies langka berkurang. Sementara itu, 65 spesies lainnya mencapai 50%-89%.

Sally Box, Komisioner dari Departemen Spesies Langka, mengatakan hasil dari survei adalah langkah pertama untuk mengetahui dampak dari kebakaran terhadap spesies tanaman dan satwa langka.
“Beberapa spesies lebih rentan terhadap kebakaran dari spesias lainnya dan sejumlah area terbakar lebih parah jika dibandingkan dengan area lainnya. Sejauh ini masih perlu analasis lagi sebelum kita dapat mendapat akses penuh ke area yang terdampak kebakaran,” kata Sally Box.
Kebakaran telah membuat dampak besar terhadap 272 spesies tanaman, 16 spesies mamalia, 14 spesies katak, sembilan spesies burung, tujuh spesies reptil, empat spesies serangga, dan satu spesies laba-laba, jelas Departemen Spesies Langka.
Tak hanya itu, 32 spesies langka juga terkena dalam kebakaran termasuk tanaman, katak, kura-kura, dan tiga jenis burung. (AFP/OL-09)
Awal 2026 yang seharusnya berada dalam periode musim hujan justru ditandai dengan lonjakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terutama di ekosistem gambut.
BMKG Stasiun Pekanbaru mendeteksi lonjakan signifikan titik panas di Provinsi Riau. Hingga Kamis pukul 07.00 WIB, jumlah hotspot tercatat mencapai 160 titik
Patroli pencegahan telah mulai digencarkan, khususnya di Provinsi Riau, untuk mengantisipasi peningkatan kerawanan karhutla.
Peneliti mengungkap hutan Arktik hancur hanya dalam 300 tahun pada masa pemanasan global purba. Temuan ini jadi peringatan bagi krisis iklim modern.
Gelombang panas ekstrem melanda tenggara Australia. Enam kebakaran besar berkobar di Victoria, suhu tembus 48,9 derajat Celcius.
Cile dilanda krisis kebakaran hutan hebat. 20 orang tewas dan kota-kota di wilayah selatan hangus. Warga sebut tragedi ini lebih buruk dari tsunami.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved