Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
PULUHAN ribu pengunjuk rasa berbaris di jalan-jalan Hong Kong dalam unjuk rasa antipemerintah terbesar dalam beberapa bulan terakhir, Minggu (8/12).
Untuk pertama kalinya sejak Agustus, polisi mengizinkan aksi unjuk rasa oleh Civil Human Rights Front, sebuah kelompok prodemokrasi.
Panitia mengatakan sekitar 800.000 orang ambil bagian sementara polisi menyebutkan angka 183.000 orang.
Polisi mengatakan 11 orang ditangkap dalam penggerebekan menjelang unjuk rasa dan sebuah pistol disita.
Aksi protes dimulai pada Juni yang disulut oleh RUU ekstradisi yang kontroversial, dan sekarang telah berkembang menjadi demonstrasi antipemerintah yang lebih luas.
"Saya akan berjuang untuk kebebasan sampai saya mati," kata June, seorang ibu berusia 40 tahun.
Dalam sebuah pernyataan pada Sabtu (7/12) kemarin, pemerintah menyerukan agar tenang dan menyatakan dengan rendah hati akan mendengarkan dan menerima kritik.
Baca juga: Kebakaran Pabrik di New Delhi Tewaskan 43 Orang
Protes antipemerintah telah mencengkeram wilayah semiotonom yang dikuasasi Tiongkok selama lebih dari enam bulan.
Civil Human Rights Front mengatakan ini adalah kesempatan terakhir pemerintah untuk memenuhi tuntutan mereka, yang mencakup penyelidikan independen terhadap penanganan polisi terhadap protes, amnesti bagi mereka yang ditangkap, dan pemilihan umum yang bebas.
Bentrokan menjadi semakin ganas dalam beberapa bulan terakhir, menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana kerusuhan bisa dihentikan.
Namun, unjuk rasa Minggu itu sebagian besar berlangsung damai, dengan beberapa laporan kekerasan meskipun ketegangan meningkat di beberapa kesempatan.
Ketika pawai berakhir, Pengadilan Tinggi dan Pengadilan Banding Akhir dikotori dan diserang dengan bom bensin, kata polisi. (BBC/OL-1)
Dewan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (Dema PTKIN) Se-Indonesia mengapresiasi pola pengamanan kepolisian dalam aksi unjuk rasa mahasiswa.
AKSI unjuk rasa yang digelar Serikat Buruh Industri Morowali Indonesia (SBIMI) di depan kantor PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.
Seperti diketahui bencana banjir Pekalongan yang telah merendam permukiman mereka selama hampir satu bulan hingga saat ini masih belum tertangani dengan baik.
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menegaskan negaranya tidak gentar menghadapi ancaman Presiden Amerika Serikat Donald Trump, meski Iran tengah diguncang.
Masyarakat dan pengguna jalan diimbau untuk mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas.
Komisi III DPR RI meluruskan berbagai narasi keliru soal KUHP baru, menegaskan pidana mati, pasal presiden, zina, hingga demo tetap dibatasi prinsip keadilan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved