Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
DAMPAK kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), beberapa waktu lalu, tidak bisa dipungkiri berdampak pada capaian Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia. Karhutla, khususnya di lahan gambut, menurunkan capaian NDC Indonesia di kisaran 20% dari target 29% pada 2030.
Karhutla paling banyak berasal dari lahan gambut. Gambut, menurut National Focal Point UNFCCC Indonesia Ruandha Agung Sugardiman, dalam kondisi tidak terbakar saja sudah mengeluarkan gas metana. Sehingga bila terbakar akan meningkatkan komposisi metana ke atmosfer.
"Gambut kalau kita bisa menahan tidak terbakar, kita bisa menekan emisi gas metana," ujar Ruanda kepada Media Indonesia di Paviliun Indonesia, Feria de Madrid (Ifema), Madrid, Spanyol, Rabu (4/12).
Capaian NDC Indonesia pada Desember 2018 sudah berada di kisaran 24%. Sayangnya karhutla menurunkan posisi NDC Indonesia ke kisaran 19%-20%.
"Tahun 2019, khususnya pada minggu terakhir September-Oktober, ada peningkatan kebakaran sehingga ini akan berpengaruh pada pencapaian NDC kita, mungkin sekitar menjadi 19%-20%. Angka tepatnya setelah perhitungan angka emisi Desember nanti," tutur Ruanda.
Baca juga: Serunya Tumpengan di Sela Konvensi Perubahan Iklim di Madrid
Meski mengalami penurunan, Ruanda yakin bisa memenuhi target NDC sebesar 29% dengan upaya sendiri dan 41% dengan bantuan asing pada 2030.
Berkaca dari kasus karhutla sebelumnya, Ruanda menegaskan kementerian lingkungan dan kehutanan berupaya melakukan pencegaahan kebakaran..
"Upaya-upaya ke depan akan kita galakkan. Dengan kebakaran ini pengalaman terakhir kita akan intensifkan bagaimana pencegahan itu. Sebetulnya menurut itung-itungan kami, kalau indonesia bisa cegah tidak terjadi kebakaran di gambut, kami yakin NDC kita akan tercapai sesuai dengan target yang kita tentukan," tegasnya.
Selain karhutla, KLHK berupaya keras melakukan pencegahan pelepasan metana ke permukaan yang meningkatkan efek rumah kaca.
Di samping lahan gambut, pertanian juga menyumbangkan gas metana terbesar. Sehingga KLHK akan mulai melakukan pertanian yang ramah lingkungan.
Setelah pertanian, penyumbang metana terbesar ialah sampah dan aktivitas manusia.
"Contohnya di sampah kita akan melakukan waste to energy, jadi bagaimana kita memanfaatkan ch4 ini kita jadikan energi. Di beberapa provinsi sudah mulai ada proyek-proyek itu. Tadi pagi, Rabu (4/12), saya bilateral dengan Korea, Korea tertarik melakukan kerja sama untuk transfer teknologi untuk waste to energy ini," ujarnya.
Pengendalian pengeluaran gas metana ini dinilai penting bagi Indonesia. Apalagi target utama Indonesia di UNFCCC-COP25 ialah mendorong artikel 6 Paris Agrement, karena 1 Januari 2020 sudah dilakukan implementasi.
"Kita harapkan semua instrumen untuk pelaksanaan implementasi NDC sudah siap semuanya. oleh karena itu artikel enam yang bicara market dan nonmarket kita harapkan, Indonesia harapkan segera selesai juga," ujarnya.
Di samping mendorong artikel 6, Indonesia berharap dokumen loss and damage terhadap adaptasi, capacity building dan finance juga bisa diselesaikan.
Terkait finance, setiap negara maju yang memberikan dukungan dana sebesar US$100miliar untuk diakses negara-negara yang terdampak dengan perbahan iklim, Indonesia berharap tahun depan terdapat kenaikan anggaran.
"Tentu (berharap ada kenaikan). Itu baru emisi dari 2016 ke 2017. Kita masih ada beberapa yang bisa kita klaim ke internasional, dengan target penurunan emisi kita yang ada," ujarnya seraya menyatakan dalam penyusunan proposal Indonesia mendapatkan pendampinan dari UNDP untuk melakukan verifikasi data dari proposal.
"Kita sudah mengajukan proposal ke CSF sekarang sedang diases, mudah-mudahan dalam waktu dekat kita sudah mendapat kabar baik seperti contohnya paraguay sudah dapat sebesar US$50juta sama target Indonesia dengan prestasi penurunan emisi kita, kita bisa mendapat US$100 juta." (OL-2)
Analisis mendalam dampak penaburan Kapur Tohor (CaO) dalam modifikasi cuaca. Pelajari efek eksotermik, risiko alkalinitas, dan manfaat mitigasi bencana.
Ekoteologi tidak boleh berhenti sebagai wacana, tetapi harus menjadi perilaku nyata umat dalam kehidupan sehari-hari.
Industri kelapa sawit terus dipandang sebagai salah satu sektor strategis perekonomian nasional,
Di luar sanksi hukum, WALHI Sumut menekankan pentingnya agenda pemulihan ekosistem yang terencana, terukur, dan melibatkan masyarakat terdampak.
Menag juga mencontohkan perilaku ramah lingkungan dalam ibadah, seperti anjuran Nabi SAW untuk berhemat air saat berwudu.
Baterai kertas umumnya menggunakan substrat berbasis selulosa, yakni kertas, sebagai struktur utama yang digabung dengan material elektroda dan elektrolit yang aman serta mudah terurai.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved