Headline

Faktor penyebab anak mengakhiri hidup bukan tunggal.

Isra Miraj Harus Jadi Momentum Pertobatan Ekologis

Ficky Ramadhan
16/1/2026 16:41
Isra Miraj Harus Jadi Momentum Pertobatan Ekologis
ilustrasi(MI)

MENTERI Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyerukan agar peringatan Isra Miraj 1447 H menjadi momentum "pertobatan ekologis" bagi umat Islam. Menag menegaskan bahwa kesalehan ritual seperti salat tidak boleh dipisahkan dari kesalehan sosial dan kepedulian terhadap kelestarian alam semesta.

Hal tersebut disampaikan Menag saat memberikan sambutan pada Peringatan Isra Miraj Tingkat Kenegaraan di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (15/1). Mengusung tema "Pesan Ekoteologi dalam Peristiwa Isra Miraj", Menag menyoroti relevansi pesan agama di tengah berbagai musibah bencana alam yang melanda tanah air.

"Menjadi khalifah berarti menjaga amanah, bukan menguasai bumi secara serakah. Karena itu, Isra Miraj layak menjadi momentum pertobatan ekologis. Berhenti merusak, mulai merawat, dan menghadirkan rahmat bagi alam semesta," kata Menag.

Menurut Menag, peristiwa Isra Miraj mengajarkan bahwa perjalanan spiritual sejatinya tidak berhenti di langit, tetapi harus berdampak nyata di bumi. Nabi Muhammad SAW memberikan teladan dengan kembali turun ke bumi untuk menebar rahmat, meskipun telah mencapai puncak kenikmatan di Sidratul Muntaha.

"Spirit langit yang kita rayakan seharusnya menjelma menjadi aksi bumi. Salat yang khusyuk semestinya melahirkan sikap hemat air, cinta kebersihan, dan keengganan merusak alam. Di situlah ekologi menemukan maknanya," imbuhnya.

Menag juga mencontohkan perilaku ramah lingkungan dalam ibadah, seperti anjuran Nabi SAW untuk berhemat air saat berwudu. Ia menyebut Masjid Istiqlal telah menerapkan prinsip tersebut hingga meraih sertifikat internasional EDGE dari Bank Dunia sebagai Green Mosque.

Dalam kesempatan yang sama, Menag juga mengajak masyarakat untuk mendoakan dan membantu korban bencana banjir dan longsor di sejumlah daerah. Ia menyebut musibah ini sebagai ujian untuk "naik kelas" sekaligus peringatan untuk lebih peduli pada keseimbangan alam. (Fik/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik