Headline

Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.

Takbiran dan Nyepi Berdekatan, Menag: Dibatasi Jam 6–9 Malam tanpa Sound System

M Ilham Ramadhan Avisena
04/3/2026 21:22
Takbiran dan Nyepi Berdekatan, Menag: Dibatasi Jam 6–9 Malam tanpa Sound System
Menteri Agama Nasaruddin Umar(Cahyo/Biro Pers Sekretariat Presiden)

MENTERI Agama Nasaruddin Umar melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto kesiapan jelang Idulfitri, termasuk potensi gesekan akibat berdekatan dengan Hari Raya Nyepi di Bali. 

Nasaruddin mengakui momentum tersebut memerlukan pengaturan khusus, mengingat karakter Nyepi yang menuntut keheningan total, sementara malam takbiran identik dengan lantunan takbir dan aktivitas masyarakat.

"Saya juga melaporkan persiapan lebaran akan datang karena beberapa tempat ya tanggal 19 (Maret) itu kan Hari Nyepi. Hari Nyepi kita tahu tidak boleh ada suara-suara berisik, tidak boleh ada kendaraan dan sebagainya padahal malam itu juga ada teman-teman kita takbir," ujarnya di Istana Kepresidenan, Rabu (4/3). 

Menurut dia, pemerintah telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan tokoh masyarakat di Bali untuk mencari titik temu. Hasilnya, takbiran tetap diperbolehkan dengan sejumlah pembatasan agar tidak mengganggu pelaksanaan Nyepi.

"Kami melaporkan kepada Bapak Presiden sudah ada persepakatan kami dengan pemerintah setempat dengan tokoh-tokoh masyarakat di Bali bahwa takbir itu tidak bertentangan dengan Nyepi, cuma syaratnya ya Nyepi-nya berjalan tapi takbirnya juga berjalan, cuma tidak pakai sound system dan dibatasi waktunya juga dari jam 6 sampai jam 9 (malam)," jelasnya.

Selain isu Nyepi, Nasaruddin juga menyinggung kemungkinan perbedaan penetapan Idulfitri tahun ini. Ia menegaskan perbedaan tersebut bukan hal baru dan akan diputuskan melalui sidang isbat pemerintah.

"Lebarannya pun juga ya perbedaan itu kita terima sebagai suatu hal yang biasa di Indonesia. Nanti kita akan lihat sidang isbat penentuannya kapan pastinya akan Idulfitri nanti akan datang," kata Nasaruddin. (P-4)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya