Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
PARTAI Demokrat, Selasa (3/12), memberikan argumen yang solid untuk memakzulkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump lewat laporan yang memberikan bukti-bukti solid adanya penyalahgunaan jabatan yang dilakukan orang nomor satu AS itu.
Namun, Gedung Putih langsung mengecam laporan itu sebagai hasil proses sepihak setelah Komite Intelejen DPR AS menuding Trump menyalahgunakan jabatannya saat menekan pemerintah Ukraina untuk menyelidiki calon lawannya di pemilu presiden AS yang akan datang.
Laporan setebal 300 halanan yang akan dijadikan dasar untuk upaya pemakzulan Trump juga mengungkapkan secara detail apa yang mereka sebut sebagai pelanggaran yang dilakukan sang presiden termasuk intimidasi saksi terhadap Ukraina.
Baca juga: Trump Ancam Tarif 100% Barang Impor Prancis
"Presiden menempatkan kepentingan pribadinya di atas kepentingan nasional AS, berusaha melecehkan integritas pemilihan presiden AS, dan mengacam keamanan nasional," ungkap laporan terakhir dari Komite Intelejen DPR AS.
"Trump dan pejabat seniornya mungkin tidak melihat adanya masalah dari penggunaan kekuasaan presiden untuk menekan negara asing dalam membantu upaya terpilihanya kembali sang presiden. Namun, pendiri negara ini sudah punya obat untuk kepala eksekutif yang menempatkan kepentingan pribadinya di atas negara, pemakzulan!" imbuh laporan itu.
Upaya pemakzulan Trump dipicu oleh laporan whistleblower pada Agustus yang mengungkapkan adanya rencana yang disusun oleh Trump, kuasa hukum pribadinya Rudy Giuliani, dan sejumlah diplomat senior AS untuk menekan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky agar menyelidiki Joe Biden, calon lawan Trump di pemilihan presiden AS 2020.
Trump juga mendesak Zelensky untuk menyelidiki teori konspirasi yang menyebut bahwa Ukraina, bukan Rusia, yang campur tangan dalam pemilu AS 2016, demi keuntungan Partai Demokrat.
Dalam kedua kasus itu, Trump mengancam akan menahan dana bantuan militer sebesar US$400 juta jika Zelensky tidak melakukan apa dimaui Presiden AS itu. (AFP/OL-2)
Donald Trump kembali mengeraskan sikap terhadap Iran.Trump menyebut pergantian rezim di Teheran sebagai solusi terbaik
Presiden Donald Trump mengancam akan mengerahkan kekuatan militer besar jika negosiasi nuklir dengan Iran gagal. AS kirim kapal induk ke Timur Tengah.
Di tengah ketegangan dengan AS terkait Greenland dan tarif dagang, Kanselir Jerman Friedrich Merz memperingatkan runtuhnya tatanan dunia di Konferensi Keamanan Munich.
Perseteruan memanas, pemerintahan Trump resmi menggugat Harvard atas dugaan penghambatan investigasi hak sipil terkait proses penerimaan mahasiswa.
PERSERIKATAN Bangsa-Bangsa atau PBB dan Rusia menyatakan tidak akan menghadiri pertemuan perdana Board of Peace yang dibentuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali memperingatkan Iran soal konsekuensi sangat traumatis jika gagal mencapai kesepakatan nuklir.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved