Rabu 20 November 2019, 10:47 WIB

Johnson dan Corbyn Berdebat Sengit Soal Brexit

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Johnson dan Corbyn Berdebat Sengit Soal Brexit

AFP/Jonathan HORDLE
PM Inggris Boris Johnson (kiri) dan pemimpin Partai Buruh Jeremy Corbyn.

 

PERDANA Menteri Inggris Boris Johnson dan pemimpin Partai Buruh Jeremy Corbyn, Selasa (19/11), saling serang terkait masalah Brexit dan sistem kesehatan. Mereka bersaing untuk mendapatkan suara dalam debat televisi pertama.

Acara prime time, yang diadakan di Manchester dan disiarkan di ITV, menyajikan kesempatan yang berpotensi mengubah permainan dalam kampanye pemilihan yang sejauh ini dinilai kurang bersemangat.

Tetapi tidak satu pun kandidat yang tampaknya melakukan pukulan telak dalam debat yang juga melibatkan para pemimpin partai kecil, menjelang pemilu 12 Desember.

Kandidat terdepan, Johnson, yang mengambil alih sebagai pemimpin Partai Konservatif yang berkuasa pada Juli, tanpa henti berusaha tetap fokus pada rencananya membawa negara itu keluar dari Uni Eropa, mengulangi mantra kampanyenya untuk menyelesaikan Brexit.

"Kami pasti akan keluar pada 31 Januari karena kami memiliki kesepakatan yang telah tersaji," ujarnya.

Baca juga: Uni Eropa Kecam Permukiman Israel

Ia juga berjanji menyelesaikan hubungan perdagangan di masa depan dengan blok tersebut pada 2021.

Tetapi dalam bentrokan paling sengit dalam debat selama satu jam itu, Corbyn mengatakan jadwal yang ditetapkan rivalnya tidak realistis.

Ia bahkan menyatakan tidak akan mempertaruhkan National Health Service (NHS) Inggris dalam kesepakatan perdagangan masa depan dengan Amerika Serikat (AS).

Sosialis veteran itu menuduh Johnson mengadakan serangkaian pertemuan rahasia dengan AS, tempat mereka mengusulkan untuk membuka pasar NHS untuk perusahaan-perusahaan AS.

"Anda akan menjual layanan kesehatan nasional kami ke Amerika Serikat dan farmasi besar," kata Corbyn, sambil melambaikan dokumen yang sudah dihapus yang katanya di akses di bawah undang-undang kebebasan informasi yang merinci perundingan awal Inggris-AS.

Johnson menjawab bahwa tuduhan itu adalah 'penemuan mutlak'.

"Ancaman tunggal terbesar bagi perekonomian kita dan kemampuan kita untuk mendanai NHS adalah kegagalan kita untuk menyelesaikan Brexit," responsnya.

Debat pada Selasa (19/11) adalah pertama kalinya para pemilih hanya melihat para pemimpin dua partai utama Inggris, yang di antara mereka memegang kekuasaan sejak 1922, berhadapan di televisi.

Corbyn berusaha untuk mengulangi keberhasilan pemilu terakhir pada 2017, ketika ia datang dari posisi yang sama untuk menjegal kemenangan langsung Konservatif dengan janji untuk mengakhiri penghematan dan memberikan perubahan untuk banyak orang. (AFP/OL-2)

Baca Juga

MI/ADAM DWI

Kemlu: BNPB Berperan Penting dalam Fasilitasi Internasional

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Sabtu 05 Desember 2020, 20:50 WIB
BNPB telah berperan aktif dalam membantu adanya fasilitasi...
AFP/Jaafar Ashtiyeh

Bahrain Tolak Produk Impor dari Permukiman Ilegal Israel

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 05 Desember 2020, 19:40 WIB
Bahrain dan Uni Emirat Arab meresmikan hubungan dengan Israel pada 15 September di bawah kesepakatan yang disponsori Amerika...
AFP/Patrick Semansky

Qatar Anggap Perjanjian Abraham tidak Membantu Palestina

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 05 Desember 2020, 18:15 WIB
Menteri Luar Negeri Qatar Mohammed bin Abdulrahman Al Thani juga menyampaikan masalah Palestina harus menjadi inti dari perjanjian...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya