Sabtu 16 November 2019, 16:23 WIB

Mencegah Radikalisme di Xinjiang Islamic Institute

Usman Kansong - Laporan dari Xinjiang Uigur, Tiongkok | Internasional
Mencegah Radikalisme di Xinjiang Islamic Institute

MI/Usman Kansong
Rektor Xinjiang Islamic Institute Abdurekep Tumniyaz dan mahasiswa.

 

XINJIANG Islamic Institute di Urumqi, Provinsi Otonomi Xinjiang Uigur di Tiongkok beberapa waktu lalu menjadi pemberitaan media. Diberitakan Pemerintah Tiongkok menjadikan institut ini untuk mengisolasi warga muslim Uygur.

Rombongan Indonesia dipimpin Dirut PT Adaro Garibaldi Thohir mengunjungi institut tersebut, Jumat (15/11). Turut serta dalam rombongan sejumlah pimpinan media di Indonesia.

Rektor Xinjiang Islamic Institute Abdurekep Tumniyaz menyambut rombongan. Dia membawa rombongan ke satu ruang kelas dengan puluhan murid laki-laki.

Rektor Xinjiang Islamic Institute Abdurekep Tumniyaz. (MI/Usman Kansong)

Abdurekep menjelaskan kampus Xinjiang Islamic Institute berdiri di atas tanah 10 hektare dengan luas bangunan 5 hektare yang terdiri dari ruang kelas, asrama, gedung olahraga, kantin, masjid, dan kantor.

Baca juga: Maju Pilpres, Rajapaksa Berusaha Pertahankan Kekuasaan

Pembangunannya menelan dana 279 juta yuan. "Sebanyak 250 juta yuan dibantu pemerintah pusat dan 29 juta yuan dibantu pemerintah lokal," jelas Abdurekep

Mahasiswa saat ini berjumlah 1.100 orang. Sebanyak 60% di antaranya mendapat beasiswa Rp8 juta sampai Rp16 juta per bulan. Di antara mahasiswa terdapat guru agama Islam, penceramah, atau imam yang berusia 40 tahun sampai 50 tahun.

Mereka menempuh pendidikan sarjana, vokasi D3, dan D2. Mereka dipersiapkan menjadi khatib atau penceramah. "Mereka mempelajari Islam, hukum dan konstitusi, serta sejarah dan kebudayaan dengan bahasa pengantar Mandarin, Uygur, dan Arab," ucap Abdulrekep.

Wakil Gubernur Xinjiang Arken Tuniyazi mengatakan, pendidikan seperti di Xinjiang Islamic Institute bertujuan deradikalisasi. "Pelatihan dan pendidikan yang kami lakukan ialah untum deradikalisasi dan membantu mereka mengenal  undang-undang dan memperoleh keterampilan kejuruan. Ini sesuai dengan aspirasi masyarakat," kata Arken saat menjamu rombongan makan malam di kantor gubernur di Urumqi, Jumat (15/11) malam. (X-15)

Baca Juga

AFP/JUSTIN TALLIS

AstraZeneca Akui Vaksinnya Perlu Uji Coba Tambahan

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Jumat 27 November 2020, 11:01 WIB
Studi tambahan akan dijalankan untuk mengevaluasi dosis yang lebih rendah yang menunjukkan kinerja yang lebih baik daripada dosis penuh...
AFP/MARTIN BUREAU

Kasus Covid-19 di Prancis Turun Akibat Lockdown

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Jumat 27 November 2020, 10:54 WIB
Data Kementerian Kesehatan menunjukkan jumlah pasien dengan covid-19 yang dirawat di rumah sakit terus turun sebanyak 662 orang menjadi...
AFP/JESSICA TAYLOR / UK PARLIAMENT

Inggris Minta Vaksin Covid-19 Oxford-AstraZeneca Dievaluasi

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Jumat 27 November 2020, 10:23 WIB
AstraZeneca memperkirakan 4 juta dosis akan tersedia di Inggris pada akhir bulan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya